Tue. Jul 16th, 2024

Mau Dapat Beasiswa dari BSI, Catat Lokasi dan Tanggal Pendaftarannya

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali membuka pendaftaran program BSI Scholarship 2024 yang akan diluncurkan pada Pameran Internasional BSI yang digelar di JCC Senayan Jakarta pada 20-23 Juni 2024.

Untuk mahasiswa beasiswa BSI, penerima beasiswa menerima satu kali biaya sekolah, uang saku, dan bimbingan karir. Selain itu juga akan dilakukan pelatihan, uji keterampilan, pelatihan motivasi dan bidang pengembangan diri lainnya untuk menjadi lulusan yang berkualitas dan berdaya saing.

Bekerja sama dengan BSI Maslahat melalui program beasiswa, hingga Maret 2024, BSI memberikan beasiswa kepada 5.195 mahasiswa penerima beasiswa dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Indonesia. “Kami ingin membantu pelajar dan mahasiswa penerima manfaat tetap termotivasi dan fokus mengejar pendidikan tinggi untuk masa depan yang lebih baik,” kata Tribuana Tunggadevi, Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia BSI 6 Juni 2024 Kutipan dari Antara. Program Beasiswa BSI

Beasiswa BSI 2024 merupakan upaya BSI dan BSI Maslahat untuk berkontribusi dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) dengan melanjutkan pendidikan anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019, persentase lulusan SMA/sederajat yang terdaftar di perguruan tinggi di Indonesia hanya 34,85 persen.

Siswa yang berhasil masuk 10 universitas terbaik akan menerima uang sekolah dan uang saku selama empat tahun. Selain itu, mereka akan mendapat bimbingan dan pendampingan dari pimpinan dan mentor BSI.

Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukorianto Saputro mengatakan, BSI terus menerapkan sejumlah strategi untuk memperkuat program beasiswa BSI melalui kerja sama dengan kampus mitra BSI.

Beasiswa BSI tidak hanya memberikan program pengembangan karakter tetapi juga pengembangan diri, literasi ekonomi syariah, pra-kerja dan proyek sosial. “Kedepannya kita berharap mereka akan menjadi pemimpin yang berkarakter dan menjadi teladan yang dapat memberikan kontribusi bagi kesejahteraan rakyat,” kata Sucorianto.

 

PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI membeberkan informasi penarikan uang milik Muhammadiyah. Perusahaan menekankan posisinya dalam mendukung pengembangan UKM melalui bisnisnya.

Per tanggal 30 Mei 2024, Muhammadiyah menarik dana dari BSI dan mentransfernya ke bank syariah lain berdasarkan nota kesepahaman. Salah satu tantangannya adalah menghindari risiko menyimpan uang dalam jumlah besar di satu bank dengan menggunakan manajemen untuk mendukung pengembangan UKM.

Sekretaris Perusahaan BSI Wisnu Sunandar mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk menjadi lembaga perbankan yang melayani seluruh lapisan masyarakat, baik institusi maupun individu. 

Dalam keterangannya tertanggal Kamis, 6 Juni 2024, Visnu mengatakan: “Kami bertujuan menjadi bank modern dan inklusif yang berpegang pada prinsip syariah dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.” 

Ia menegaskan, BSI menjalankan seluruh usahanya sesuai dengan prinsip hukum Islam. Termasuk dalam upaya penguatan pengembangan ekonomi syariah nasional.

“Di BSI, kami selalu berupaya memenuhi harapan seluruh pemangku kepentingan dengan menerapkan prinsip keadilan, keseimbangan, dan kemaslahatan (mashlahat) sesuai syariat Islam. BSI akan terus berupaya memberikan layanan terbaik dalam perekonomian syariah Islam,” tegas Wisnu.

Dalam keterangannya, segmen UKM menjadi salah satu fokus Bank Syariah Indonesia dalam mengembangkan ekosistem halal yang bermanfaat bagi masyarakat. Hingga Maret 2024, BSI telah menyalurkan pendanaan stabil sebesar Rp59,2 triliun. Pembiayaan ini didominasi oleh sektor UKM yang volumenya mencapai 46,6 triliun dolar AS.

 

Diberitakan sebelumnya, Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas membeberkan alasan organisasinya menarik dana triliunan dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Menurut dia, aset yang disimpan di bank syariah milik negara terlalu besar.

Anwar khawatir kondisi ini bisa menimbulkan risiko bisnis. Alasannya, aset Muhammadiyah terkonsentrasi di BSI.

Dalam keterangannya, Kamis, 4 Juni 2024, Anwar mengatakan, “Fakta yang ada menunjukkan bahwa Muhammadiyah terlalu banyak berinvestasi di BSI sehingga dapat menimbulkan risiko konsentrasi usaha.”

Sementara itu, simpanan di bank syariah lain masih sedikit. Anwar menilai, hal ini membuat bank syariah lain tidak bisa bersaing dengan margin yang ditawarkan BSI. Baik mengenai pembiayaan maupun pembiayaan.

“Jika ini terus berlanjut maka persaingan antar bank syariah yang ada menjadi tidak sehat dan itu yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Dalam nota ke depan, Muhammadiyah akan mengalihkan simpanan di BSI ke beberapa bank syariah lainnya. Termasuk transfer uang ke Bank Syariah Bukopin, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat dan bank syariah daerah, serta bank syariah lain yang bekerjasama dengan Muhammadiyah.

Nota kesepahaman bertajuk “konsolidasi dana” ini ditujukan kepada beberapa unit di lingkungan muhammadiyah seluruh indonesia. Misalnya saja Majelis Pendidikan Tinggi dan Pengembangan PP Muhammadiyah, Majelis Umum Pembinaan Kesehatan PP Muhammadiyah, pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, pimpinan RS Muhammadiyah dan Aisyiyah, serta badan usaha milik Muhammadiyah.

Anwar menegaskan, Muhammadiyah berkomitmen tinggi dalam mendukung perbankan syariah. Untuk itu, Muhammadiyah terus melakukan rasionalisasi dan konsolidasi urusan keuangan.

Tujuannya untuk mendorong persaingan yang sehat antar bank syariah muhammadiyah yang ada. Apalagi dunia perbankan syariah adalah tentang institusi. 

“Untuk itu, Muhammadiyah perlu menata banyak hal terkait dengan urusan keuangan, termasuk yang berkaitan dengan dunia perbankan, khususnya mengenai penempatan dana dan pembiayaan yang diterima,” jelasnya.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *