Tue. Jul 16th, 2024

Maybank Sekuritas Luncurkan Aplikasi Online Trading Terbaru, Apa Saja Fiturnya?

 

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta PT Maybank Securitas Indonesia (Maybank Securitas) mengumumkan peluncuran aplikasi perdagangan online barunya, Maybank Trade ID. Versi terbaru ini tersedia untuk umum di App Store dan Play Store.

Presiden Direktur Maybank Securitas Willianto I pada acara ini Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di pasar modal Indonesia, Maybank Securitas adalah broker saham institusional terkemuka di Indonesia. Oleh karena itu, Maybank Securitas menguasai 7,4% pangsa pasar pialang saham di Indonesia dan menempati peringkat ke-2 pada tahun 2023 berdasarkan nilai.

Namun dengan semakin banyaknya nasabah ritel di Indonesia, Maybank Securitas memandang penting untuk menyediakan layanan aplikasi yang lebih up-to-date dengan kebutuhan nasabah ritel.

“Maybank Trade ID yang diluncurkan hari ini memiliki skin yang berbeda dengan Maybank Trade ID Classic sebelumnya, namun kami juga telah mengumpulkan fitur-fitur inovatif yang dibutuhkan nasabah ritel kami,” jelas Vilianto, dikutip Rabu (10/07/2024).

Berbeda dengan aplikasi klasik Maybank Trade ID yang sudah ada di Indonesia selama kurang lebih 14 tahun, Maybank Trade ID terbaru memiliki user interface yang semakin menyenangkan bagi nasabah untuk bereksplorasi, sehingga pada rilis kali ini mereka memiliki tema taman bermain baru untuk berinvestasi. Tampilan dan tema yang dihadirkan disesuaikan dengan segmen yang ingin dibidik Maybank Securitas.

“Dengan aplikasi yang dikembangkan secara in-house ini, kami ingin menyasar segmen pasar affluent dan affluent yang didominasi oleh generasi milenial,” jelas Product Development Manager Maybank Securitas Gerry Emanuel.

“Kali ini, pengembangan kami fokus pada perubahan tampilan ke tampilan baru dan menghadirkan fitur-fitur inovatif seperti peringatan harga, login biometrik, pemberitahuan push, dan wawasan serta berita. Pangsa pasar kami didominasi oleh pemula, jadi kami menambahkan lebih banyak fitur dasar. dan fitur teknis untuk membantu mereka mengambil keputusan investasi,” lanjut Gerry.

 

Peringatan harga. Pelanggan diberitahu jika harga saham telah mencapai tingkat yang diinginkan tanpa pemantauan terus-menerus.

Beli masukan dengan cepat. Fungsi penghitungan kuantitas ketika Anda ingin melakukan transaksi pembelian berdasarkan persentase uang tunai yang dimiliki pelanggan: Wawasan dan Berita: Laporan penelitian ekstensif dari tim peneliti regional dan berita terkini yang dapat digunakan sebagai referensi strategi investasi pelanggan.

Gerry menambahkan, karena mereka cenderung memiliki aktivitas lain dalam kesehariannya, mereka mengumpulkan beberapa fitur tersebut untuk memudahkan mereka berinvestasi pada pangsa pasarnya tanpa harus terus memantaunya.

“Sejalan dengan strategi M25+ Maybank Group, Maybank Securitas terus fokus pada kebutuhan nasabah dan mengakselerasi digitalisasi dan teknologi terkini, sehingga dapat memberikan layanan dan produk berkelanjutan kepada masyarakat,” tutup Vilianto.

Saham-saham perbankan dinilai masih menguat di paruh kedua tahun 2024. Keyakinan tersebut sejalan dengan perkiraan pertumbuhan kredit perbankan yang akan memenuhi target pertumbuhan Bank Indonesia (BI) sebesar 10-12%.

Pengamat Pasar Modal Lanzar Nafi menjelaskan beberapa saham perbankan yang memiliki bobot besar dalam indeks sektor keuangan subsektor industri perbankan antara lain saham BBRI, BBNI, BMRI, bbCA, BRIS, ARTO, BBTN. Berdasarkan catatannya, sebagian besar saham perbankan mengalami pertumbuhan kredit bruto (gross loan growth) dengan rata-rata dua digit pada tahun anggaran terakhir.

Rinciannya, BBRI 12,53 persen, BMRI 17,83 persen, BBCA 17,74 persen, BRIS 15,16 persen, dan BBTN 14,84 persen.

“Ini merupakan portofolio yang kuat mengingat prospek saham-saham perbankan besar pada paruh kedua tahun 2024,” kata Lanjar kepada matthewgenovesesongstudies.com, Rabu (7/10/2024).

Beberapa indikator utama yang mendukung prospek positif ini antara lain, pertama, pertumbuhan kredit yang signifikan di Indonesia secara keseluruhan menurut OJK.

Selanjutnya, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan tercatat sebesar Rp8,699 triliun pada Mei 2024, kualitas kredit terkendali dengan rasio total kredit bermasalah (NPL) bank sebesar 2,34 persen dan NPL neto sebesar 0,79 persen. (di bawah 5 persen sebagai ambang batas normal kesehatan bank), sedangkan kredit pada sektor UMKM juga menunjukkan perbaikan dengan LAR kredit UMKM yang menurun menjadi 13,83 persen dari tahun sebelumnya sebesar 17,63 persen.

 

 

“Pertumbuhan kredit yang tumbuh di tengah kenaikan suku bunga acuan sebagai tolak ukur kenaikan biaya pendanaan yang dimiliki pihak ketiga (peminjam) mungkin mencerminkan kinerja bank yang berjalan baik dan pihak ketiga optimis,” kata Langer.

Lanjar menguraikan target harga saham yang rata-rata berada di atas konsensus analis Bloomberg secara fundamental, mencatat potensi konsolidasi rata-rata lebih dari 10 persen mulai awal Juli 2024. BBRI di level 5.950. BMRI di level 7.400. BRIS 11.000 di level 2.900 dan BBTN 1.720 di level.

 

Penafian: Keputusan investasi apa pun ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis saham sebelum Anda membeli dan menjualnya. matthewgenovesesongstudies.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *