Mon. Jul 15th, 2024

Melihat Persiapan Mudik Lebaran di Kota Sukabumi

matthewgenovesesongstudies.com, Sukabumi – Forum Komunikasi Manajemen Kabupaten (Forkopimda) Sukabumi melakukan berbagai persiapan menyambut Idul Fitri 1445. Mulai dari pemusnahan barang bukti operasi Polres Sukabumi selama Ramadan hingga pemberian fasilitas gratis untuk pulang kampung.

Acara bertajuk “Operasi Ketupat Lodaya” digelar di Terminal A Linser Line Kota Sukabumi pada Rabu (4 Maret 2024) sebagai persiapan kepulangan mereka dari Idul Fitri. Sebanyak 900 personel gabungan siap melakukan pengamanan Idul Fitri. Ribuan botol wine dan pipa knalpot juga hancur.

Sukabumi mengatakan: “Hari ini kami memusnahkan 4.120 botol miras dan 725 pipa knalpot. Hal ini menjadi salah satu keluhan masyarakat bahwa peredaran miras ini akan mengganggu ketentraman masyarakat, sehingga akan mengganggu ketenteraman masyarakat ketika terjadi. sedang mabuk.

Selama Operasi Ketupat 2024 yang berlangsung pada tanggal 4 hingga 16 April 2024, beberapa pos keamanan dan pelayanan di beberapa lokasi strategis di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota akan mendapat peringatan. Penekanannya akan ditempatkan pada memastikan akses yang aman ke 11 tujuan wisata di rute tersebut.

Termasuk penataan parkir untuk menghindari kemacetan karena rata-rata jalan di tempat wisata seperti Pondok Halimun, Selabintana, Kadudampit dll sempit sehingga kemacetan kita antisipasi dengan menerjunkan orang di tempat tertentu, ujarnya.

Menurut dia, masa puncak mudik saat Idul Fitri akan dimulai pada 5 hingga 7 April 2024.

“Ke depan akan ada (pembatasan), kalau tidak salah ingat, H-3 atau H-5 berarti kendaraan khusus tidak bisa beroperasi kecuali membawa sembako,” jelasnya.

Pemda Sukabumi bersama Polres Sukabumi memberikan opsi kepulangan gratis bagi warga yang ingin kembali ke Bandung-Cirebon. Sebanyak 3 bus telah siap dan pendaftaran dibuka hingga 4 April 2024.

Kuota pendaftaran saat ini sekitar 90 orang karena kami menyiapkan tiga bus. Jadi Kota Sukabumi ke Bandung dan Cirebon. Jadi daerah yang kita lewati, misalnya mau turun di Cimahi bisa ke Sumedang tapi titik terakhir kita Cirebon, ”ujarnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Khataki menambahkan, berbeda dengan kota besar lainnya. Fasilitas kepulangan ini bekerja sama dengan pihak kepolisian karena diyakini semakin banyak penumpang yang berkunjung ke wilayah Sukabumi.

“Hari ini kita sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian, jadi tidak seperti Kota Bandung dan sekitarnya DKI, karena sepertinya banyak dari kita yang kembali ke sini,” kata Kusmana.

Selain itu, polisi juga menyediakan tempat penyimpanan sepeda motor bagi penumpang yang hendak memarkir kendaraannya. Tempat penahanan tersebut dipusatkan di kantor polisi di Sukabumi.

Kusmana mengatakan, selain armada kendaraan angkutan umum, juga dilakukan pengecekan. Hal ini juga menjamin kesehatan pengemudi saat mengemudikan kendaraannya dan menjaga keselamatan lalu lintas dalam perjalanan pulang.​

“Jadi saya cek kendaraannya, termasuk kesehatan dan keutuhan pengemudinya. Termasuk kondisinya, bahan bakarnya, apalagi apa jadinya kalau bahan bakarnya habis di jalan, jadi saya lihat persiapannya sangat matang. Sampai saat itu. , Insya Allah tidak akan ada gangguan di jalan,” jelasnya.

Pihaknya juga memastikan troli tidak dipasang di bus karena dilarang. Pemerintah daerah otonom juga menilai puncak jumlah masyarakat yang mudik diperkirakan terjadi pada 5 hingga 7 April 2024.

Ia menyimpulkan: “Meski akan terjadi kemacetan di beberapa tempat di Kabupaten Sukabumi, kemarin pihak kepolisian setempat langsung mengendalikan penularannya di tempat yang memerlukan perhatian khusus. Beberapa jalan mungkin bisa menjadi jalur alternatif.”

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *