Thu. Jul 18th, 2024

Menakar Dampak Merger Operator ke Kinerja Tower Bersama Infrastructure

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengungkapkan ekspektasi bisnis menara pasca merger operator. Baru-baru ini, PT XL Axiata Tbk (EXCL) berencana merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN).

Chairman PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Herman Setia Budi mengatakan merger merupakan perasaan positif jangka panjang. Tentu saja, dalam waktu singkat tembok-tembok itu akan bersatu.

“Kombinasi ini akan membuat industri telekomunikasi menjadi sehat. Jadi kita lihat dampak jangka menengahnya akan sehat. Memang dalam jangka pendek, penguatan infrastruktur di satu tempat bisa dilakukan.” Tower Bersama Infrastruktur TB, Kamis (30/5/2024).

Hermann mencontohkan, merger eks operator PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia.

Sebelumnya ada merger antara PT XL Axiata Tbk dan Axis Telekom Indonesia. Dalam kedua kasus tersebut, dampaknya terhadap perusahaan secara umum sama. Dimana infrastruktur pada awalnya terbatas namun akan berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan di masa depan.

“Tentunya akan ada kekurangan infrastruktur seperti menara. Tapi melihat dampak yang terjadi di masa lalu [merger dan akuisisi], berdampak besar pada pertumbuhan. Betul. Ada konsolidasi, tapi ada pertumbuhan karena operator yang sehat “punya uang untuk berkembang,” jelas Herman.

 

 

 

Berdasarkan kinerja operator yang sehat pasca merger, Herman juga akan meningkatkan permintaan infrastruktur. Oleh karena itu, situasi ini menguntungkan bagi perseroan sebagai pemasok menara.

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) akan segera merger. Orang tua dari XL Axiata Axiata Group Bhd. Bersama CEO Smartfren Telecom, Sinar Mas mengumumkan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjajaki rencana integrasi EXCL dan FREN.

Nantinya, penggabungan kedua emiten tersebut akan membentuk unit korporasi baru, MergeCo. Entitas baru tersebut disebut memiliki total aset sebesar Rp 133 triliun.

Sebelumnya, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menyetujui penyaluran dana final sebesar Rp 683,6 miliar. Hal tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada Kamis, 30 Mei 2024.

Total, Tower Bersama Infrastructure mendistribusikan 80 persen laba atau Rp 1,25 triliun pada tahun anggaran 2023. Rp 565,9 miliar dibagikan sebagai dividen interim pada 27 Desember 2023 termasuk dividen interim.

Helmi Yusman Santoso dalam keterangan publik, Kamis (30/5/2024) mengatakan, “Jadi jumlah akhir uang yang akan disalurkan adalah Rp 683,6 miliar atau Rp 30,20.”

Dividen final tersebut akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal 3 Juli 2024 pada tanggal 11 Juni 2024 dan pada tanggal 7 Juni 2024 secara pro rata dengan tanggal ex-dividen date atau berakhirnya masa perdagangan saham. Pada tahun 2024

Selain itu, pemegang saham menyetujui perubahan susunan kepengurusan dengan mengangkat Leonardus Wahyu Wasono Mihardjo sebagai CEO. Oleh karena itu, susunan pengurus PT Tower Bersama Infrastructure Tbk adalah sebagai berikut.

Presiden : Herman Setya Budi

Wakil Presiden : Hardi Wijaya Liong

Sutradara : Helmy Yusman Santoso

Sutradara : Budianto Purwahjo

Sutradara: Leonardus Wahyu Wasono Mihardjo

 

“Selanjutnya para pemegang saham menyetujui rencana pembelian (atau pembelian kembali) 396.500.000 saham perseroan (saham perseroan merupakan 1,75% dari modal disetor dan disetor perseroan selama 12 bulan dengan persetujuan RUPST),” kata Pak Helmi. . .

RUPST telah menyetujui rencana penerbitan obligasi atau surat utang dalam mata uang asing dengan jumlah total sebanyak-banyaknya $900 juta. Kegiatan ini akan dilakukan dalam satu edisi atau lebih dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal diterimanya persetujuan RUPST dalam penawaran kepada investor di luar wilayah Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut merupakan transaksi material berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Para pemegang saham juga menyetujui rencana transformasi operasi bisnis yang dilaksanakan oleh PT Tower Bersama dan PT Solu Sindo Kreasi Pratama, perusahaan pengelola perseroan, dengan tambahan kegiatan usaha dalam penyewaan sistem tenaga baterai untuk menara telekomunikasi. dan barang tidak bergerak sesuai ketentuan Pasal 32 juncto Pasal 22 Pasal (1) POJK No. 17/POJK.04/2020 sehubungan dengan perubahan transaksi material dan kegiatan usaha.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *