Mon. Jul 15th, 2024

Mengenal Asteroid Kamo’oalewa, "Bulan Kedua" Bumi

By admin Jul10,2024 #Asteroid #bumi #Kamo'oalewa

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Biasanya ada dua satelit yang mengorbit Bumi seperti satelit alam. Salah satu bulan palsu yang mengorbit Bumi disebut bulan sabit Kamoaeleva.

Melansir Space Page pada Rabu (24/4/2024), studi baru yang dipublikasikan pada 19 April 2024 di jurnal Nature Astronomy menemukan bahwa Kamoolewa, atau bulan palsu Bumi, seringkali berbeda dengan bulan sebenarnya dalam sejarah. tata surya. . . Kamo’oalewa memiliki orbit unik yang tampak mengikuti Bumi mengelilingi Matahari.

Saat ini Kamoalewa merupakan Objek Dekat Bumi (NEO) dengan diameter 131 hingga 328 kaki (40 hingga 100 meter). Kamo’oalewa ditemukan pada tahun 2016 oleh Teleskop Survei Asteroid Pan-STARRS 1 di Haleakala, Hawaii.

Objek ini ditemukan sebagai bagian dari upaya pertahanan planet NASA untuk menemukan batuan luar angkasa yang dapat menghantam planet kita. Kamoolewa langsung menarik perhatian karena mengorbit Matahari bersamaan dengan Bumi.

Benda ini berputar sangat cepat bahkan untuk sebuah asteroid. Ciri-ciri unik ini mengarahkan para ilmuwan untuk menyelidiki asal muasal bulan sabit ini.

Penelitian pada tahun 2021 menunjukkan komposisi Kamoolewa mirip dengan batuan yang ditemukan di Bulan. Temuan ini menunjukkan asal bulannya.

Tim memasangkan Kamoolewa dengan Kawah Giordano Bruno. Para ilmuwan menggunakan model komputer untuk mensimulasikan jenis dampak yang dihasilkan batu luar angkasa berbentuk bulan sabit ini.

Ini berarti memperhitungkan hal-hal seperti ukuran dan distribusi kecepatan ejecta yang dihasilkan serta evolusi dinamisnya. Rekonstruksi ini menunjukkan bahwa bagian dari ejecta pada akhirnya akan memasuki resonansi orbital 1:1 dengan Bumi, dengan sifat dinamis mirip Kamoaalewa.

Pantulan cahaya di Kamoalewa sesuai dengan pantulan cahaya batu dan ukuran serta usianya, sesuai dengan radiasi bulan. Bulan kedua Bumi memiliki orbit serupa dan memiliki kawah selebar 22 km.

Tiongkok berencana meluncurkan misi pengembalian prototipe ke asteroid Kamoalewa pada tahun 2025. Misi tersebut akan mengembalikan pecahan Kamoalewa setelah sekitar 2,5 tahun.

(tiffany)

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *