Tue. Jul 23rd, 2024

Mirae Asset Turunkan Target IHSG ke 7.585 hingga Akhir 2024, Saham-Saham Ini Jadi Pilihan

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia merevisi target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi 7.585 pada akhir tahun 2024. Oleh karena itu, masih ada ruang penguatan dibandingkan posisi saat ini sebesar 7.100, sesuai aturan. terdapat referensi yang diminati oleh pelaku usaha dan donatur.

Direktur Riset & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan perkiraan IHSG lebih sesuai dengan pertimbangan makroekonomi saat ini yaitu minimalnya penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia dan posisi nilai tukar Rupiah. . kecepatan.

“Tahun 2024 kita perkirakan 8.100. Tapi seperti kita tahu, situasinya mungkin tidak sesuai perkiraan sebelumnya, jadi kita turunkan target HSG dari 8.100 menjadi 7.585,” kata Rully di Investor Network Summit 2024 bersama Mirae Asset , Rabu (3/2024).

Dengan perkiraan tersebut, Tim Riset Mirae Asset memilih 9 saham (foto atas) yaitu ACES, ASII, BBRI, BBCA, BMRI, CPIN, MAPI, MYOR, dan TLKM. Terkait makroekonomi, Rully masih optimistis situasi Indonesia akan baik dan prakiraan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia masih dipengaruhi oleh semakin stabilnya posisi nilai tukar rupiah dan kemungkinan penurunan. mata uang. Suku bunga acuan AS (Fed Fund Rate/FFR).

Di tengah situasi sulit, ia juga merencanakan pertumbuhan pinjaman perbankan akan mampu mengimbangi pertumbuhan BI sebesar 10%-12%. Kebijakan BI saat ini bertujuan untuk mendukung stabilitas, dan Mirae Asset memperkirakan hal ini akan berlangsung dalam jangka panjang dan dampak depresiasi Rupiah menjadi lebih terkendali.

 

 

Oleh karena itu, kami memperkirakan pertumbuhan PDB (pertumbuhan ekonomi) Indonesia sebesar 5,01% pada tahun 2024 dan 5,02% pada tahun 2025, karena kebijakan penurunan suku bunga lebih kecil dari perkiraan sebelumnya.”

Perekonomian dunia pada semester II/2024, lanjut Rully, diperkirakan akan didukung oleh Amerika Serikat dan India sebagai mesin pertumbuhan hingga tahun depan. Di AS, ia juga yakin perekonomian Negeri Paman Sam akan stabil, didorong oleh gangguan bertahap terhadap lembaga keuangan mulai tahun 2022 dan seterusnya.

Padahal, ia menilai ketidakpastian masih tinggi dan sulit memprediksi kelanjutan konflik geopolitik antara Iran dan Israel. Ketegangan geopolitik di beberapa kawasan, katanya, dapat menyebabkan ketidakstabilan jangka pendek, namun perekonomian global masih sangat rapuh akibat pelemahan ekonomi di Tiongkok.

 

Sebelumnya, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mencapai level 8.100 pada tahun 2024. Ketua tim peneliti Mirae Asset Sekuritas Indonesia menganalisis, sektor komputer digital akan menjadi salah satu sektornya. dari masa depan. tahun, serta sektor perbankan dan telepon seluler, otomotif, logistik dan sektor lain yang terkait dengan konsumsi.

“Untuk tahun depan, kami memperkirakan nilai wajar IHSG pada semester II berada di kisaran 8.100, setelah kebijakan moneter dan kejelasan hasil pemilu kedua mengalami penurunan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis. (14/12/2023).

Potensi penguatan indeks utama saham domestik didukung oleh beberapa alasan. Antara lain, terdapat kemungkinan besar pelonggaran kebijakan moneter bank internasional yang dapat menghasilkan kondisi investasi yang menguntungkan, baik untuk pasar saham maupun pasar obligasi.

Ia pun menilai situasi ini sebagai peluang untuk memilih strategi investasi yang lebih agresif. Di penghujung tahun 2023, Robertus memperkirakan IHSG masih berpeluang memperkuat pasar-pasar utama akibat tren dekorasi portofolio yang dilakukan investor besar (window dressing) di penghujung tahun atau yang kerap disebut Santa Claus Rally. terutama berbagai saham blue chip.

Saham-saham teratas ini juga dipandang memiliki harga yang cukup menarik untuk diarally. Beberapa toko tersebut adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT AKR Cororindo Tbk (AKRA).

ASII memiliki rasio harga terhadap pendapatan (P/E) saham yang terus menurun mendekati level Maret 2020 meskipun peringkat profitabilitas return on equity (ROE) meningkat. Harga dan nilai saham TLKM juga telah pulih dari penurunan tajam sebelumnya.

 

Saham blue chip lainnya adalah EXCL yang rasio price to book value (P/BV)-nya turun hingga di bawah 1x. “Kami menilai saham EXCL menarik, meski laba ROE-nya tidak setinggi emiten lain di sektornya, namun penyedia tersebut punya rencana besar untuk menghubungkan 750.000 pengguna layanan PT Link Net Tbk (LINK). pengesahan undang-undang tersebut dan diharapkan selesai pada triwulan I tahun 2024,” jelasnya.

Salah satu saham blue chip yang masih tertinggal dan menarik adalah AKRA dimana P/E Ratio perusahaannya masih rendah, padahal ROE labanya masih meningkat.

Saat ini, perusahaan minyak tersebut menargetkan pertumbuhan laba sebesar 12-15 persen YoY pada tahun 2024, didukung oleh permintaan minyak dan bahan kimia dasar dari wilayah Indonesia Timur, khususnya dari industri pertambangan dan kilang serta smelter mineral.

Selain itu, perseroan juga berharap penjualan kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Grisik (Jatim) dapat menunjang kinerjanya. 

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *