Fri. Jul 19th, 2024

Polisi Mabuk Aniaya Pemuda hingga Babak Belur, Ini Janji Kapolres Rote Ndao

matthewgenovesesongstudies.com, Batavia – Pemuda asal Kabupaten Rote Ndao, NTT Rio RRD diduga dianiaya polisi di Polres Rote Ndao pada 5 Juli 2024.

RRD, Jalan ABRI, Kecamatan Tuabolok, Kecamatan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao kembali didatangkan polisi.

Saat itu, perwira polisi berpangkat Brigadir itu sedang minum minuman beralkohol.

RRD mengatakan, kejadian itu bermula saat keluarganya menghadiri acara mengemis pernikahan. dan tidak lama kemudian terdakwa mengajaknya minum untuk penjahat dan komplotannya.

Dia tidak menolak perintah tersebut. Namun, saat disodori minuman, pelaku langsung dibakar hingga pucat pasi.

“Mereka menyuruh saya minum. Entah kenapa, pelaku langsung menyerang saya hingga wajah saya berdarah,” kata RRD yang bertanggung jawab atas kekerasan tersebut.

Korban yang tidak terima dengan perbuatan pelaku langsung melaporkan hal tersebut ke Propam Polres Rote Ndao dengan LP/B/04/VII/HUK 12.10/2024/PROPAM RES RN tanggal 5 Juli 2024.

 

 Tonton video unggulan ini:

Orang tua korban, Mes Dano, mengaku muak jika pelaku kekerasan terhadap anaknya adalah anggota Polri.

“Saya minta maaf, polisi seharusnya melindungi masyarakat daripada mabuk-mabukan dan menganiaya masyarakat.”

Rote Ndao meminta polisi segera dan transparan menindak anggotanya.

“Itu dilakukan secara profesional oleh pihak Bareskrim, tapi saya minta Kabareskrim bekerja sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono mengatakan, laporan tersebut telah diterima dan diproses.

“Kalau ada hubungannya pasti kita atasi, kita lanjutkan dengan pesta miras yang dilakukan (pelapor dan terlapor),” ujarnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *