Fri. Jul 19th, 2024

Polri Diminta Tidak Gentar Hadapi Praperadilan Panji Gumilang

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Kepala Pondok Pesantren Islam (Ponpes) Al Zaytun Panji Gumilang ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana Pencucian Uang (TPPU). Namun Panji Gumilang melakukan upaya balasan untuk menguji keabsahan putusan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Islam untuk Persatuan Islam (Persis) Jeje Zaenudin meminta Polri tidak perlu takut dan menghancurkan TPPU Panji Gumilang.

Terkait persoalan pencucian uang yang dilakukan PG, kami mendukung penuh langkah tegas Polri dalam melanjutkan penyidikan kasus TPPU ini, kata Jeje dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (13/5/2024 ).

Jeje mengatakan, jika tuduhan TPPU Panji Gumilang terbukti, maka akan merusak nama baik sekolah Islam dan Madrasah Ibtidaiyah. Sebab, kasus Panji merugikan masyarakat, khususnya para siswa sekolah Islam.

Sebab, jika dugaan TPPU yang dilakukan PG terbukti, maka sangat merugikan nama Islam dan sistem administrasi pesantren yang dijadikan kedok untuk melakukan tindak pidana, kata Jeje.

Selain itu, Jeje berharap hakim praperadilan menolak gugatan Panji Gumilang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Yang terpenting Polri harus memberikan bukti yang meyakinkan kepada pengadilan bahwa keputusan tersangka sudah tepat dan sah.

“Dengan bukti yang kuat dan perintah Polri yang benar, aduan PG diyakini tidak akan dikabulkan,” ujarnya.

Diketahui, Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang diketahui ditetapkan sebagai tersangka TPPU oleh Bareskrim pada kasus pertama pada Oktober 2023.

Panji Gumilang dijerat pasal 70 Jo. Pasal 5 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Dasar-Dasar dan/atau Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 56 KUHP Jo. Pasal 64 KUHP dan Pasal 3 dan/atau Pasal 4 dan/atau Pasal 5 Jo. Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Namun Panji Gumilang tidak terima. Ia mengajukan sidang pendahuluan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dan persidangannya masih berlangsung.

 

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, pihaknya yakin Bareskrim Polri punya bukti kuat untuk memanggil Kepala Pondok Pesantren Al Zaytun (Ponpes) Panji Gumilang untuk terlibat dalam penggelapan. . dan pencucian uang (TPPU).

MUI meyakini polisi mempunyai cukup bukti yang menyatakan PG (Panji Gumilang) terlibat dalam TPPU, kata Zainut, dikutip media, Minggu (12/5/2024).

Ia menghormati seluruh proses hukum Bareskrim terkait Panji Gumilang, termasuk kasus TPPU.

Selain itu, Panji Gumilang mengapresiasi langkah pihaknya yang menggelar sidang pendahuluan.

“Kalau PG mengajukan kasus ini ke pengadilan, saya kira sah. MUI menghormati upaya hukum PG,” ujarnya.

Zainut berharap persidangan berlangsung fair, berkeadilan, profesional, dan transparan. Sidang pendahuluan Panji Gumilang saat ini sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

MUI berharap persidangan berjalan ikhlas, adil, profesional, dan transparan, kata Zainut.

Sebelumnya, Nasir Djamil, Anggota Komisi III RI, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas tindak pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diduga dilakukan pemilik Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang. Ia berharap pengusutan kasus ini menjadi agenda utama penegakan hukum. 

“Komisi III, sebagai komisi gabungan penegakan hukum, kami berharap kasus TPPU Panji Gumilang menjadi prioritas utama,” kata Nasir saat dimintai tanggapan wartawan terkait proses praperadilan Panji Gumilang, seperti dilansir Antara Sabtu ini. (11/5/2024).

Selain meminta pengusutan menyeluruh atas masalah tersebut, anggota DPR RI dari Partai PKS ini juga menyayangkan Panji Gumilang yang diduga menggunakan dalih agama dalam perbuatannya.

“Saya kira semua orang berpendapat sama bahwa TPPU adalah tindak pidana dan yang membuat kita sedih dan sakit hati adalah TPPU itu diliputi oleh kegiatan keagamaan,” kata Nasir.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI dari Partai PDIP Trimedya Pandjaitan menilai aparat penegak hukum harus memiliki dua bukti untuk berani menyebut Panji Gumilang terlibat penggelapan dan pencucian uang.

“Kalau Polri (Bareskrim) berani menetapkan tersangka, berarti sudah lengkap dua alat buktinya, siapa pun penegak hukumnya,” kata Trimedya saat ditegaskan secara spesifik.

Trimedya meyakini Bareskrim Polri bekerja profesional dan tepat dalam menangani kasus yang melibatkan pengurus Pondok Pesantren Al Zaytun. “Secara profesional dan seimbang, semua dalam kerangka penegakan hukum,” kata Trimedya.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *