Tue. Jul 16th, 2024

Rayakan Ultah ke-50, Sarirasa Group Kenang Perjalanan Rintis Bisnis Masakan Nusantara hingga Peranakan

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Anda mungkin lebih familiar dengan restoran Sate Senayan atau TeSaTe dengan nama Srirasa Group. Sebenarnya merupakan kelompok usaha yang membawahi masakan Indonesia. Tahun ini usianya akan menjadi setengah abad yakni 50 tahun.

Setelah perjalanan panjang, Srirasa Group kembali menegaskan komitmennya untuk menampilkan, menghormati, melestarikan dan mempromosikan kekayaan warisan kuliner Indonesia. 

Lavinia Seswady dari Srirasa Group mengatakan, “Dengan rekam jejak yang kuat dalam menampilkan beragam tradisi kuliner, Srirasa Group telah lama dikenal atas komitmennya dalam mewakili berbagai hari raya keagamaan seperti Tahun Baru Imlek, Ramadhan, dan Natal.” Keterangan tertulis diterima Tim Lifestyle matthewgenovesesongstudies.com pada Jumat 8 Maret 2024.

“Inti dari semua yang kami lakukan adalah komitmen kami untuk merayakan keberagaman dan mendorong pertukaran budaya melalui makanan.”

 

Salah satu usahanya adalah dengan membuka Gopac Restaurant pada tahun 2017 yang mengusung konsep makanan khas Peranakan. Hal ini menandai perkembangan baru bagi Srirasa Group yang sebelumnya fokus menampilkan masakan daerah Indonesia seperti Jawa dan Bali.

Menurut Lavinia, masakan Peranakan merupakan masakan yang memadukan cita rasa Tiongkok dan lokal serta merupakan bagian berharga dari mosaik kuliner Indonesia. Makanan Peranakan Tionghoa Indonesia sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, namun mereka tidak menyadarinya.

Masakan kuno tersebut antara lain mie, nasi goreng, siomay dan lain-lain, imbuhnya.

Lavinia mengatakan tujuannya membuka Restoran Gopek adalah untuk berbagi cerita dan sejarah seluruh masakan, termasuk masakan Peranakan Indonesia. Dia mencontohkan dua makanan khas Indonesia, yakni mie dan telur. Kedua makanan ini merupakan bagian penting dari perayaan ulang tahun dalam budaya Tionghoa.

“Mi melambangkan kebahagiaan dan kesejahteraan yang berkelanjutan, dan mie panjang melambangkan umur panjang. Jadi makan mie ulang tahun diyakini menjamin umur panjang,” ujarnya.

Ada juga baking, atau di beberapa daerah dikenal dengan baking. Masakannya umumnya mencerminkan campuran dialek Hokkien yang digunakan oleh orang Tionghoa-Indonesia. “Buk keng yang terdiri dari ‘bak’ (daging) dan ‘keng’ (isian) biasanya ayam, babi, atau sapi,” lanjutnya.

Versi kue modern mencakup sayuran, jamur, atau kuning telur asin. Bak keng yang dibungkus dengan daun bambu dan berbentuk prisma segi empat melambangkan tradisi dan warisan.

“Srirasa Group berharap dapat melanjutkan misinya dalam merayakan keberagaman masakan dan mempromosikan pertukaran budaya melalui makanan. Dengan semangat inovasi kuliner dan komitmen terhadap pelestarian budaya, Srirasa Group membawa cita rasa dan cerita Indonesia ke dunia internasional. Berkomitmen untuk berbagi .” kata Lavinia. .

Sebelumnya, Chef Ragal Imam Buvu menghadirkan beberapa hidangan yang akan populer di tahun 2024. Pengaruh Paranakan masuk bermula dari minat anak muda dalam menyiapkan masakan Indonesia untuk kopitiam makanan Melayu.

“Mereka mulai banyak mengolah makanan Indonesia, yang mana ini sudah lebih umum, anak muda banyak yang membuat kopitiam, nasi campur, mie, bahkan yang klasik,” jelas Chef Ragal saat berada di Jakarta, Jumat. . Diakses tanggal 26 Januari 2024. Seperti dilansir Antara.

Selain kuliner Indonesia yang terus berkembang, Ragil berharap pengaruh kuliner yang dipengaruhi budaya Asia dan Amerika juga akan banyak hadir di tahun ini. Chef Ragel menambahkan, tren anak muda yang mencari kuliner di Indonesia menjadikan tren kuliner di Indonesia unik dan tidak bisa dibandingkan dengan negara lain.

Generasi muda atau milenial bisa sangat kreatif dalam mengolah tren makanan Indonesia dan menciptakan kreasi yang lebih unik. Bagi yang berminat membuka restoran, Ragil menyarankan untuk mempelajari apa saja yang sedang dibicarakan para chef saat ini agar bisa menciptakan masakan yang laris di pasaran.

Sementara itu, Ketua Tim Pusaka Rasa Nusantara Melati Batubara mengatakan, di luar negeri pada tahun 2024, tren makanan yang digemari masyarakat setempat adalah makanan sehat atau organik. 

“Kalau kita lihat di luar negeri, tren luarnya sehat, jadi mereka mencari makanan sehat, organik, slow food, artinya tidak diolah,” jelas Melati. Memasak dengan bahan-bahan yang sehat dan organik telah diwariskan secara turun temurun dan telah dipraktekkan di Indonesia sejak zaman dahulu, sehingga mengikuti tren luar negeri berarti kembali ke masa ketika makanan disajikan dengan cara yang lebih baik dan sehat

Menurut Melati, dulu makanan Indonesia dimasak dengan minyak kelapa dan bahan-bahan seperti tengkawang digunakan sebagai pengganti mentega. “Saatnya kembali ke masa lalu yang indah, ternyata tren global sudah lama hadir di Indonesia,” kata Melati.

Sejak Desember 2023, banyak bermunculan prediksi tentang berbagai tren di tahun 2024, termasuk di platform sosial Pinterest. Melalui “Pinterest Predicts”, mereka merilis prediksi mengenai tren di berbagai bidang mulai dari fashion, kecantikan, memasak hingga travelling.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *