Thu. Jul 18th, 2024

Rekomendasi Kuliner Oleh-oleh Pemudik di Pekalongan, UMKM Binaan BRI Ini Wajib Dicoba

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Dari sulitnya memasak makanan sehat tanpa MSG, siapa sangka bisa menjadi ide bisnis penghasil uang bagi UMKM lokal. Hal inilah yang dialami Tatiek Indah Purwanti Handayani. Kesibukannya sebagai tenaga kesehatan akhirnya menjadi motivasinya untuk membangun usaha ayam dan bebek bernama Ummu Ayya.

Nama bisnis yang dipilih oleh Ummu Ayya. Tatiek mengatakan, inspirasinya berasal dari nama anak laki-laki tersebut dan arti dari ibu Ayya. Usaha ini berlokasi di Tengengwetan, Kec. Siwalan, Kecamatan. Pekalongan, Jawa Tengah.

“Makanan bisa disimpan lama, kalau mau dimasak tinggal digoreng, direbus, direbus, dan lain-lain, tidak butuh waktu lama. Ternyata kawan-kawan banyak yang penasaran dengan ayamnya. dan bebek yang aku buat. Dia mencoba memesannya dan sepertinya dia menyukainya. “Dari situlah aku membuka usaha Ummu Ayya pada bulan November 2016,” kata Tatiek.

Tatiek menyadari bahwa usahanya membutuhkan sumber daya yang memadai, sehingga ia memutuskan untuk mencari pinjaman usaha melalui KUR BRI. “Untuk membuat ayam goreng dan bebek beku yang berkualitas dan higienis diperlukan peralatan khusus yang tidak murah. Saya dan suami memulai usaha ini dan akhirnya memutuskan untuk meminjam KUR BRI secara bertahap pada tahun 2017,” imbuhnya.

Modal tersebut digunakan untuk membeli peralatan vakum berkualitas, lemari es, serta membeli bahan baku. Dengan adanya agen ini, yang tadinya hanya menjual 3 ekor/bungkus, kini Ummu Ayya bisa menjual ratusan bahkan ribuan ekor/bungkus setiap bulannya.

Lebih lanjut Tatiek menjelaskan, awalnya usaha tersebut dilakukan di dapur rumahnya. Namun seiring berkembangnya usaha Ummu Ayya, Tatiek mendirikan rumah produksi sendiri dan mempekerjakan beberapa pekerja.

Keunggulan produk Ummu Ayya adalah bebas dari bahan kimia tambahan 5P yaitu bahan pengawet, pewarna kunyah, pemanis dan perasa kimia sintetik (MSG). Meski begitu, rasanya tetap manis dan nikmat. Tiap bungkusnya berisi satu ekor ayam dan satu ekor bebek dalam kemasan beku yang mampu disimpan hingga 6 bulan Kualitasnya lebih terjamin, karena produk Ummu Ayya telah mendapat izin edar MD BPOM dan sertifikat halal.

“Umm Ayya sehari bisa menjual sekitar 35 ekor/bungkus ayam dan bebek beku. Namun penjualannya bisa mencapai ribuan ekor/bungkus saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri seperti sekarang. Sudah ada beberapa pelanggan yang memesan hampers lebaran. Dari omsetnya, Umu Ayya bisa mendapatkan Rp 30 juta hingga 40 juta. “Omzet bisa meningkat 4-5 kali lipat di bulan Ramadhan,” jelas Tatiek.

Selain Ayam Bebek dan Unkep sebagai produk utamanya, Umu Ayya juga menjual Ayam Utuh, Ayam Kota Utuh, dan Ayam Renyah. Harga Ayam Unkep per bungkus/ekor mulai dari Rp 40 ribu dan untuk bebek Unkep mulai dari 75 ribu. Semuanya dijual dalam kemasan beku.

Tanpa penambahan MSG pun, Tatiek memastikan kini Ummu Ayya sudah menunjuk 70 agen dan pengedar yang tersebar di beberapa kabupaten di Jawa Tengah, seperti Pekalongan, Batang, Pemalang, Brebes, Tegal, Semarang, serta agen dan pedagangnya ada di Yogyakarta. . , Bandung, Jakarta dan lainnya.

Ke depannya, Tatiek berharap usahanya bisa mendapat pelatihan dan dukungan usaha serta pendampingan pemasaran dalam skala yang lebih besar. Dengan demikian, Umu Ayya dapat terus berkembang dan produknya juga dapat dinikmati oleh pelanggan di luar Jawa Tengah.

Direktur Usaha Kecil BRI Supari mengatakan, selain memberikan dukungan finansial kepada UMKM, BRI juga terus memberikan pendampingan kepada nasabah dalam pengembangan produk dan upaya pemasaran menjadikan UMKM digital.

Kisah Bu Tatiek menjadi contoh bagaimana dana dan bantuan usaha yang diberikan BRI dapat menunjang dan meningkatkan potensi usaha UMKM, ujarnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *