Fri. Jul 19th, 2024

Tak Sanggup Bayar Denda Rp100 Juta, WNI Bawa Bekal Makan Mengandung Daging Babi di Taiwan Dideportasi

, Taipei – Seorang pelancong didenda Rp 100 juta karena membawa produk mengandung babi ke Taiwan.

Badan Kesehatan Hewan dan Tumbuhan Taiwan menyebut hal itu disebabkan oleh warga negara Indonesia (WNI) yang tiba dari Hong Kong pada 30 April. Petugas bea cukai Taiwan kemudian mengenakan denda sebesar 200.000 dolar Taiwan Baru atau sekitar 100 juta rupiah.

Laporan ABC Indonesia yang dikutip Jumat (14/06/2024) menyebutkan Badan Kesehatan Hewan dan Tumbuhan Taiwan mengatakan seekor anjing penjaga di bandara Taiwan mencium “kombinasi ayam bakar dan babi”.

Pria tersebut dilaporkan tidak mampu membayar denda dan dideportasi.

Saat ini, Taiwan mengenakan denda sebesar NT$200.000 jika ada yang membawa daging babi dan produk babi dari negara yang terkena demam babi Afrika (ASF) akibat wabah tahun 2018 di Tiongkok.

Denda ditingkatkan menjadi NT$1 juta untuk pelanggar kedua kalinya.

Penyakit yang sangat menular ini menyerang babi domestik dan liar dan memiliki tingkat kematian sekitar 80 persen.

Taiwan adalah salah satu dari sedikit negara Asia yang ternaknya tidak tertular penyakit ini.

 

Menurut Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH), “demam babi Afrika” (ASF) bertanggung jawab atas kematian populasi babi dalam jumlah besar, sehingga mempengaruhi perekonomian.

“Ini tidak berbahaya bagi kesehatan manusia, namun berdampak negatif pada populasi babi dan perekonomian pertanian,” kata WOAH. “Virus ini sangat persisten di lingkungan, artinya virus ini dapat bertahan hidup di pakaian, sepatu bot, roda, dan bahan lainnya. Ia juga dapat bertahan hidup dengan mengonsumsi berbagai produk daging babi seperti ham, sosis, atau bacon.’

Australia, yang sejauh ini masih terbebas dari demam babi Afrika, mengenakan denda hingga A$6.260 bagi wisatawan yang dengan sengaja tidak menyatakan makanan berisiko tinggi seperti daging babi dan produk daging lainnya, atau yang memberikan informasi palsu atau menyesatkan.

Pada tahun 2022, seorang penumpang didenda dan dideportasi dari Australia karena tidak menyatakan dirinya membawa daging rendang.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *