Thu. Jul 18th, 2024

Terungkap! Ini Pola Hidup ala Masyarakat Negara dengan Tingkat Obesitas Rendah

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Data World Population Review mencatat 10 negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia berdasarkan rata-rata indeks massa tubuh (BMI). Negara-negara tersebut termasuk Madagaskar (21,1), Eritrea (21,1), Ethiopia (21,1), Timor Timur (21,3), Burundi (21,6), Jepang (21,8), Tiongkok (21,9), India (21,9) dan Bangladesh (22,0). ), Burkina Faso (22.1).

WHO menyatakan bahwa penyebab utama kelebihan berat badan dan obesitas adalah ketidakseimbangan energi antara kalori masuk dan kalori keluar. Hal ini terjadi ketika asupan makanan padat energi yang tinggi lemak dan gula meningkat, aktivitas fisik menurun, dan aktivitas fisik menurun.

Oleh karena itu, lingkungan yang mendukung penting dalam membentuk gaya hidup masyarakat untuk mencegah obesitas melalui pemilihan makanan sehat dan aktivitas fisik yang teratur. Asupan buah dan sayuran kaya serat

WHO merekomendasikan makan banyak buah dan sayur. Nutrisi yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh Anda. Makan setidaknya 400 gram, atau lima porsi, buah-buahan dan sayuran setiap hari mengurangi risiko obesitas dan membantu Anda mendapatkan asupan serat harian.‚Äč

Di Jepang, yang merupakan salah satu negara dengan tingkat obesitas terendah, kebanyakan orang lebih suka makan buah dan sayur setiap hari. Berdasarkan laporan Statista pada Sabtu sore, 24 Februari 2024, setiap orang Jepang mengonsumsi sekitar 90 kilogram (kg) sayuran per tahun. Biasanya dibuat sebagai lauk dengan nasi atau sebagai acar.

Mengutip dari Healthline, buah dan sayur yang kaya serat antara lain: Pir (3,1 gram) Stroberi (2 gram) Alpukat (6,7 gram) Raspberry (6,5 gram) Oat (10,1 gram) Wortel (2,8 gram) Brokoli (2,6 gram) Bayam (2,2 gram)

Kebanyakan makanan cepat saji rendah karbohidrat. Banyak minuman cepat saji mengandung lebih banyak gula daripada jumlah harian yang direkomendasikan. Bahan lain yang biasa ditemukan pada makanan cepat saji adalah lemak trans, yaitu lemak buatan yang dihasilkan selama pengolahan makanan. Tidak ada jumlah lemak trans yang tepat atau sehat.

Mengonsumsi makanan tinggi lemak trans meningkatkan kolesterol jahat dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Lemak trans umumnya ditemukan pada makanan yang digoreng seperti kentang goreng dan ayam goreng, serta pizza dan hamburger.

Ketimbang mengonsumsi makanan cepat saji, cobalah beralih ke makanan tradisional yang bergizi. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients Trusted Source menunjukkan bahwa berfokus pada aspek positif dari makanan sehat lebih efektif daripada menghilangkan junk food.

Menurut penelitian Universitas Stanford yang diterbitkan di Nature pada bulan Juli 2017, warga Tiongkok berjalan rata-rata 6.189 langkah, atau sekitar 4,8 kilometer, setiap hari, diikuti oleh penduduk Jepang, Spanyol, dan Inggris.

Jalan kaki membantu mengurangi BMI dan persentase lemak tubuh Anda. American Heart Association merekomendasikan agar setiap orang melakukan olahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit, seperti jalan cepat, setiap minggunya.

Olahraga seperti jalan kaki meningkatkan kebugaran kardiovaskular dan membakar kalori. Saat Anda melakukan aktivitas seperti berjalan kaki, tubuh Anda melatih otot dan membakar kalori.

Konsep kalori masuk dan kalori keluar hanyalah bagian dari pengelolaan berat badan. Faktanya, pengelolaan berat badan adalah sistem kompleks yang melibatkan hormon dan metabolisme. Oleh karena itu, mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang Anda bakar dapat membantu mengurangi risiko kenaikan berat badan dan obesitas.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *