Tue. Jul 23rd, 2024

Transisi Pemerintahan Baru, PTPP Pasang Target Koservatif

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta PT PP (Persero) Tbk (PTPP) memasang target konservatif pada tahun 2024 seiring pergantian pemerintahan baru. Bakhtiyar Efendi, Sekretaris Perusahaan PTPP, mengatakan pengadaan proyek biasanya melambat pada masa transisi.

“Jadi pasar utama kita adalah pemerintah. Biasanya proyek-proyek pemerintah tumbuh 15 persen. Karena transisi, kita agak konservatif tahun ini,” kata Bakhtiyar kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (21/03/2024). dikatakan. ).

Sebagai perbandingan, perseroan mencatatkan kontrak baru senilai Rp 31,67 triliun sepanjang tahun 2023. Kontrak baru didominasi proyek dengan sumber pendanaan pemerintah sebesar 42,79 persen, swasta 37,20 persen, dan BUMN 20,01 persen. Tahun ini, fokus utama perseroan adalah penyelesaian proyek-proyek yang sudah berjalan.

“Sejauh ini volume pesanan PTPP sampai Desember Rp 48 triliun. Jadi cukup banyak, sekitar 2-3 tahun bisa kita jual. Dominasinya masih di proyek strategis nasional,” imbuh Bakhtiyar.

Dari sisi pendapatan, perseroan juga memasang target konservatif sekitar Rp 21 triliun. Sekadar gambaran, perseroan meraup pendapatan sebesar Rp19,99 miliar pada 2023, naik 5,66 persen dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp18,92 miliar.

“Penjualan kita tahun 2023 hampir Rp 20 triliun. Tahun ini (2024) juga sama, pertumbuhannya juga agak konservatif. Jadi sekitar Rp 21 triliun, jadi tumbuh sedikit,” kata Bakhtiyar.

Dari Rp21 triliun itu, Proyek Ibu Kota Negara Kepulauan (IKN) menyediakan sekitar Rp6 triliun. Sementara pada tahun 2023, perseroan akan membiayai sekitar Rp 3 triliun dari proyek IKN. “Oleh karena itu, IKN tetap menjadi komponen kunci proyek PP, baik dari segi kontrak baru maupun pendapatan,” pungkas Bakhtiyar.

Kementerian BUMN berencana menggabungkan BUMN sektor infrastruktur atau BUMN Karya. Nantinya, terjadi penggabungan beberapa perusahaan sehingga hanya tersisa 3 BUMN.

Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi menjelaskan, perseroan saat ini masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Kementerian BUMN. Perseroan sebelumnya ikut mengkaji rencana merger BUMN Karya.

“Mungkin hasil kajiannya sudah mulai disampaikan, meski masih menunggu hasil yang lebih akurat. Jadi proses fusinya akan kita lakukan secara resmi dan detail, sistem fusinya nanti seperti apa, kita masih menunggu ini. Tahun pertama kementerian,” ujarnya kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2024).

Bakhtiyar mengatakan PTPP kemungkinan akan merger dengan Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Lainnya adalah PT Hutama Karya (Persero) yang kemungkinan akan merger dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). Namun masih dalam pertimbangan melihat kompetensi masing-masing perusahaan.

“Kami juga ikut dalam proses pembelajaran. Kami dimintai data. Di sinilah semua kompetensi PP, kelebihan dan kekurangannya dievaluasi. Supaya nanti cocok dipadukan dengan siapa,” imbuh Bahtiyar.

Saat ini, Bakhtiyar mengatakan BUMN Karya kini memiliki kompetensi yang hampir sama, sehingga tidak jarang BUMN Karya bersaing ketat. Ke depan, hasil merger BUMN ini akan fokus pada bidang-bidang khusus.

“Saat ini ada 7 (BUMN Karya) yang kewenangannya sama. Semuanya bisa mengarahkan proyek yang sama, itu bisa menjadi salah satu penilaian Kementerian BUMN. Jadi tidak ada yang punya spesialisasi khusus,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir berencana menggabungkan PT Hutama Karya (Persero) dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Kedua, penggabungan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan Brantas Abipraya dan Nindya Karya. Ketiga, menggabungkan PT Pembangunan Perumahan (Persero) atau PTPP dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Selain itu, ketiga entitas yang digabungkan tersebut dikategorikan ke dalam beberapa fokus berbeda. HK dan Waskita fokus pada jalan tol, non tol, gedung institusi dan gedung komersial.

Sedangkan Wika, PP dan Adhi Karya tidak beroperasi di sektor yang sudah dikuasai HK-Waskita. Namun, mereka semua memiliki aspek keahliannya masing-masing.

“Tapi untuk WIKA dan PP tidak akan masuk tol, fokusnya di pelabuhan laut dan bandara, tapi juga akan terus masuk ke kawasan pemukiman, karena masih ada aset yang tertinggal,” jelasnya.

Adhi Karya-Nindya Karya selanjutnya akan fokus bekerja di sektor engineering, pengadaan dan konstruksi (EPC). Spesialisasinya akan ditujukan pada infrastruktur air, kereta api dan banyak hal serupa lainnya.

“Yang kami lakukan sebenarnya untuk mendorong dan meningkatkan kesehatan,” pungkas Erick Thohir.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *