Mon. Jul 15th, 2024

Waskita Karya Rombak Susunan Pengurus, Simak Daftar Terbarunya

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2023 pada Rabu, 22 Mei 2024.

Dalam pertemuan tersebut, Waskita Karya berjanji akan fokus melakukan restrukturisasi keuangan dalam 5 tahun ke depan dengan melaksanakan Master Restructuring Agreement (MRA) dan restrukturisasi utang yang menjadi landasan utama keberhasilan peningkatan kinerja perusahaan.

Dalam rapat yang sama, pemegang saham menyetujui perubahan kepengurusan perseroan. Muhammad Hanugroho, Ketua dan Direktur Waskita Karya, mengatakan keputusan ini diambil sebagai upaya mencapai tujuan jangka panjang sekaligus memperkuat strategi perusahaan.

“Dengan perubahan ini, perseroan berkomitmen untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang baik dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara komprehensif dan konsisten,” kata Oho dalam keterangan resmi, Rabu (22/5/2024).

Guna menghindari konflik kepentingan, UU Waskita memberlakukan pembatasan terhadap manajemen sebagai karyawan dan mitra usaha, didukung dengan sistem whistleblowing untuk deteksi dini pelanggaran. Selain dari aspek manajerial bisnis, pengelolaan sumber daya manusia yang baik juga diharapkan dapat membantu dalam transformasi bisnis perusahaan.

Susunan kepengurusan perseroan yang baru adalah sebagai berikut: Komisaris Komisaris Utama/Komisaris Independen: Heru Winarko Komisaris: Dedi Sayrif Usman Komisaris: T. Iskandar Komisaris Independen: Muhammad Salim Komisaris Independen: Addinjoharuddin Komisaris Independen: Muradi Direktur Utama: Muhammad Hanugroho Direktur Keuangan: Vivi Suprihatno Direktur Risk Management, Legal & QSHE: Anton Rizanto Direktur Strategi Bisnis, Portofolio & Human Capital: Rudy Purnomo Direktur Operasi I: Direktur Operasi II Ari Asmoko : Dhatik Ariento

“Dengan memperkuat pencegahan dan terus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko, perseroan yakin upaya ini dapat memberikan nilai bagi pemegang saham dan meningkatkan kepercayaan pemegang saham perseroan serta menopang operasional perseroan di masa depan,” kata Oho.

Perusahaan memastikan seluruh bagian perusahaan bertindak sesuai dengan Kode Etik dan menjalankan proses bisnis secara profesional dan berintegritas. Sehingga kepercayaan pemegang saham, pemangku kepentingan dan masyarakat dapat lebih terjaga. Komitmen untuk meningkatkan kinerja

Oho mengatakan restrukturisasi keuangan merupakan langkah penting Wasquita untuk memperkuat posisi keuangan perseroan dan menjamin kelangsungan operasional berkelanjutan.

Saat ini, Waskita telah mendapat persetujuan prinsip dari 21 bank dan tiga tahap obligasi tanpa jaminan dan menargetkan restrukturisasi mulai efektif semester I 2024.

“Kami berkomitmen untuk menjalankan strategi ini dengan fokus kuat pada peningkatan kinerja keuangan dan operasional,” kata Oho.

Perseroan berkomitmen untuk melakukan langkah perbaikan berkelanjutan melalui transformasi bisnis perusahaan.

Dalam upaya mencapai tujuan strategis tersebut, perusahaan telah memetakan pilar-pilar transformasi yang meliputi kinerja pendapatan dan margin (business turnaround), kapabilitas sumber daya manusia (SDM) (organisasi), serta penguatan tata kelola, risiko, dan kepatuhan (organisasi). Kerangka kerja GRC serta indeks kematangan risiko dan pengelolaan dashboard (digitalisasi).

Sebagai pilar dalam konteks digitalisasi, Waskita telah memperkuat tata kelola TI dan inovasi terkait arsitektur digital serta memperkuat pemantauan internal menggunakan aplikasi digital.

Selain itu, Waskita fokus untuk kembali ke bisnis inti perusahaan sebagai kontraktor murni untuk mengerjakan proyek-proyek strategis di segmen infrastruktur jalan dan jembatan, bangunan dan infrastruktur air.

Strategi ini mengutamakan pengerjaan proyek dengan rencana pembayaran optimal yang bertujuan untuk memastikan penyelesaian proyek tepat waktu.

Hingga Desember 2023, perseroan sedang mengerjakan pembangunan 99 proyek yang terdiri dari 30 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang meliputi 12 proyek IKN dan 69 proyek non-PSN. Perseroan menargetkan dapat menyelesaikan 19 proyek PSN pada tahun 2024, yang terdiri dari 10 proyek IKN dan 48 proyek non-PSN.

 

 

Sebelumnya, PT Vaskita Karya (Persero) Tbk. (kode saham: WSKT) kini sedang melakukan percepatan pembangunan mega proyek Ibu Kota Negara (IKN). Perseroan saat ini sedang mengerjakan 12 proyek IKN dengan total nilai kontrak Rp 13,6 triliun.

Sedangkan porsi Rp7,5 triliun pengerjaan Waskita Jalan Akses Lingkar Sepaku Seksi 4, Jalan Tol IKN Seksi 5A, Gedung Sekretariat Negara, Gedung Kemenko 3, Gedung Kemenko 4, IPAL 1,2,3 IKN, KIP Kawasan Jalan Pengumpan, Jalan IKN Rusun ASN, Jalan Nasional IKN Seksi 6C-1 dan Terowongan Multi Utilitas-01 (MUT), Jalan Tol Seksi 3B-2 dan Jalan Akses Bandara VVIP IKN ditandatangani pada Januari 2024.

SVP Corporate Secretary perseroan, Ermi Pushpa Unita, Vaskita membenarkan, total ada 12 proyek yang dikerjakan, 7 proyek diantaranya telah selesai dan akan selesai pada Semester I 2024.

Ia mengatakan Waskita berkomitmen mempercepat pembangunan proyek ini dan akan menyelesaikannya tepat waktu.

Pada Rakornas IKN di Jakarta, Ketua Satgas Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian PUPR Dennis Sumadilaga mengatakan progres pembangunan Ibu Kota Kepulauan (IKN) Tahap 1 kini telah mencapai 77 persen.

 

 

Fokus pembangunan IKN saat ini adalah mempersiapkan ekosistem inti agar siap digunakan pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 pada 17 Agustus 2024, seperti Kawasan Inti Pemerintahan Pusat (KIPP) termasuk Presiden. Istana dan Tempat Upacara sudah bisa beroperasi pada Juni 2024,” kata Dennis.

Hingga April 2024, progres 7 proyek IKN Waskita mengalami percepatan sejak Januari lalu. Rinciannya, Saluran Utilitas Terpadu (MUT) – 01 tercapai 100%, Jalan Logistik Lingkar Sepaku Seksi 4 tercapai 98,96%, Tol IKN Seksi 5A tercapai 80,48%, Gedung Sekretariat Presiden dan Pendukung mencapai 75,61%, Koordinator 75,61%. Kementerian 3 mencapai 60,45% dan IPL 123 mencapai 26,67%.

“Setelah pemerintah mengamanatkan Waskita sebagai penyedia pekerjaan, perusahaan berkomitmen dan fokus menyelesaikan pembangunan infrastruktur di KIPP IKN,” tambah Ermi.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *