Sat. Jul 13th, 2024

Waspadai Banjir Barang Asal China, Bey Machmudin: Bisa Jadi Ancaman UMKM Jawa Barat

matthewgenovesesongstudies.com, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabbar) optimistis akan terjadi pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat pada tahun 2025. Mengakui adanya tantangan yang mempengaruhi kebijakan nasional dan perkembangan global.

Penjabat Gubernur Jabar Bai Mahmudin menilai salah satu ancaman tersebut adalah potensi membanjirnya barang murah asal China yang mengancam UMKM lokal.

Saya kemarin baca, produk di China melimpah, pemerintah antisipasi pengangguran, beli semua barang di China lalu lempar ke semua negara, ujarnya dalam pidatonya pada acara peningkatan kapasitas Kang Jabar 2024 di Pakuan. Gedung, Kota Bandung, Rabu 26 Juni 2024.

Artinya, kita akan dibebani produk-produk China yang murah, yang menjadi ancaman bagi UMKM kita dan bisa berujung pada PHK, tambahnya.

Oleh karena itu, kata Bae, untuk mengantisipasi ancaman perekonomian, sektor-sektor harus terus berbenah atau terbuka lapangan kerja. “Kami tahu pemerintah membeli barang dari Tiongkok dan kami bisa menjualnya dengan harga yang sangat murah,” ujarnya.

Selain kebijakan nasional dan kondisi global, tantangan lain terhadap pertumbuhan ekonomi Jabar, menurut Bay, adalah infrastruktur transportasi.

“Pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Jabar akan berada 5 persen di bawah nasional yang sebesar 5,05 persen. Padahal, potensinya sangat besar,” ujarnya. “Kita ingin APBD kita sejalan atau minimal sejalan dengan skenario global,” tegasnya.

Seperti dilansir saluran lokal matthewgenovesesongstudies.com, Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Barat (BPS Jabar) Marsudijono sebelumnya mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2024 masih kurang baik, namun ia optimistis hal itu bisa terjadi. Perbaikan terjadi pada kuartal kedua.

Marsudijono mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Provinsi Jawa Barat meningkat sebesar 4,93 persen (tahun lalu) pada triwulan I tahun 2024.

“Year on year LPE Jabar naik 4,93 persen, sedangkan secara bulanan (m to m) naik 0,3 persen,” kata Marsodijuno saat menyerahkan rilis LPE di kantor BPS Jabar di Kota Bandung. , Senin (6/5/2024).

Marsodijuno mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan I 2024 masih berada di bawah nasional yakni mencapai 5,11 persen (y-o-y) atau 0,83 persen (m-to-m).

Namun LPE Jabar memberikan kontribusi besar terhadap PDRB nasional, berada di bawah DIY dan Jawa Timur.

“Semuanya positif, tapi sektor pertanian sedang mengalami kontraksi. Saya optimistis pada kuartal II sektor pertanian juga akan membaik,” kata Mercudijono.

Menurut Marsudijono, banyak faktor yang menyebabkan naik turunnya LPE, salah satunya pertumbuhan industri, perdagangan, konstruksi, dan pertanian.

Namun yang menggembirakan adalah penurunan angka pengangguran di Jabar juga tercatat positif dan menurun signifikan pada tahun lalu.

Berdasarkan data BPS Jabar, jumlah pengangguran di Jabar pada Februari 2024 sebanyak 1,79 juta orang, turun 217.000 orang dibandingkan Februari 2023, kata Marsodijuno.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Dadan Hidayat optimistis pertumbuhan sektor pertanian akan membaik pada triwulan II tahun 2024.

Selain itu, kata dia, Jabar akan mendapat program pemompaan dari Kementerian Pertanian RI untuk mempercepat penambahan areal tanam di beberapa lokasi di wilayah Jabar.

“Kami menyikapi kekhawatiran ini dengan hati-hati. Selain itu, Jabar juga akan mendapat program pumping untuk membantu perluasan penanaman setelah panen besar di bulan April dan Mei. Optimisnya, akan ada pertumbuhan di sektor pertanian Jabar,” kata Dedan.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *