Sat. Jul 13th, 2024

Yuk, Isi Liburan Sekolah dengan Belajar Membatik di Museum Batik Indonesia

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Liburan sekolah bukan berarti berhenti belajar sepenuhnya, justru ini saat yang tepat untuk menambah ilmu dengan cara yang menarik. Salah satunya belajar membatik di Museum Batik Indonesia.

Museum yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini menyelenggarakan workshop membatik dengan topik pembuatan canting stempel kertas. Pesertanya bisa siapa saja, namun anak di bawah 10 tahun harus didampingi orang tua.

Dalam rilis yang diterima tim gaya hidup matthewgenovesesongstudies.com, pada hari Jumat tanggal 28 Juni 2024 kegiatan workshop akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 30 Juni 2024 pukul 09.00-14.00 WIB. Peserta akan belajar langsung membatik, mulai dari membuat pola, canting, mewarnai hingga menjahit kain.

“Merupakan wujud pelestarian budaya batik Indonesia yang telah diakui UNESCO sejak tahun 2009 sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda yang tercantum dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan,” ujar Penanggung Jawab Archangela Y. Aprianingrum. dikatakan Unit Museum Batik Indonesia.

Peserta workshop dapat membawa pulang hasil batik dan canting yang mereka ciptakan sendiri. Lokakarya ini gratis. Peserta tidak perlu membayar namun kuota terbatas sehingga harus mendaftar terlebih dahulu. 

“Kegiatan workshop membatik ini tentunya bukan yang pertama, kegiatan workshop membatik tulis selalu mendapatkan respon yang sangat positif dari seluruh peserta karena mendapatkan pengalaman langsung di Pusat Pelestarian Batik Indonesia yaitu Museum Batik Indonesia. “ucap Malaikat Agung.

 

Kegiatan workshop membatik akan dipimpin oleh Junadi dari komunitas Spectrum Millennial dan Karthika Rainey dari komunitas Sebiru Langat. Ia juga akan menjadi narasumber yang menjelaskan tentang batik.

Dalam kegiatan ini peserta akan diajak mengikuti penjelajahan museum atau tur ruang pameran bersama narasumber dan pemandu. Usai pemaparan, peserta diinstruksikan untuk memulai kegiatan cap batik hingga tahap pewarnaan di ruang workshop.

“Kegiatan workshop membatik akan kami lanjutkan kedepannya, tentunya dengan model kegiatan dan tema yang menarik. Kami berharap kedepannya semakin banyak generasi muda di Indonesia yang mempunyai semangat untuk melestarikan batik Indonesia, meskipun menggunakan batik. Tenang saja,” kata Archangela. Berdandan sehari-hari, mengikuti kegiatan pelestarian batik, dan juga ikut mempromosikan batik sebagai warisan budaya Indonesia di mata dunia.

Berdasarkan penelusuran matthewgenovesesongstudies.com, link pendaftaran sudah tidak bisa diakses lagi, menandakan kuota sudah habis. Netizen pun banyak yang berharap kuota bengkelnya bertambah.

“Baru lihat, sudah penuh gan, lebih lagi min,” komentar salah satu warganet.

 

Sementara itu, Ahmed Mahindra, Plt. Kepala Badan Warisan Indonesia (IHA) mengatakan, penyelenggaraan workshop batik di Museum Batik Indonesia merupakan salah satu komitmen Badan Warisan Indonesia selaku pengelola 18 museum dan 34 cagar budaya untuk menghadirkan hal-hal inspiratif dan inspiratif upaya. Museum pendidikan. Di Indonesia

“Kami berharap workshop membatik ini terus menjadi salah satu bentuk program museum modern yang menarik dan juga mendukung lahirnya generasi muda berwawasan budaya di masa depan,” ujarnya.

Pembangunan Museum Batik Indonesia dimulai pada tahun 2014 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan selesai pada tahun 2018. Berdasarkan laman museumbatik.kemdikbud.go.id, denah pembangunan gedung museum ini menyerupai kain. 

Bagian depan bangunan museum dihiasi berbagai motif batik, salah satunya motif Kaung. Ruang pameran tetap Museum Batik Indonesia terbagi menjadi tujuh bagian, yaitu Balai Sejarah Batik Nusantara, Balai Harta Karun Batik Nusantara, Balai Teknik Membatik, Balai Pemanfaatan Batik Secara Tradisional, Balai Pengembangan Batik, Hall of Fame , dan akhir. Ruangan

Salinan sertifikat penunjukan Batik Indonesia sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda UNESCO dipajang di ruang pertama. Dipamerkan juga dua replika patung yang mengenakan pakaian bermotif sebagai representasi kehadiran motif batik pada masa Hindu-Buddha, yaitu patung Prajnaparamita dan patung Durga Mahisasurmardini.

Di ruang kedua, pengunjung diajak mengenal berbagai koleksi batik yang mewakili daerah penghasil batik dan perkembangan batik dengan budaya luar. Pameran diawali dengan pameran kain tradisional dengan teknik mirip batik, yaitu kain Sarita dan Maa dari Toraja, serta kain Sambat dari Bantan.

Setelah itu, ia memamerkan kain batik dari enam daerah yakni Yogyakarta, Surakarta, Pikalungan, Seriban, Lyceum, dan Madura, pada awal perkembangan batik di Indonesia. Terdapat juga koleksi batik dari berbagai daerah lain dan batik dari budaya berbeda yaitu Batik Basurek, Batik Motif Klein Menari, Batik Jawa Hokukai, dan Batik Belanda.

Anda yang berminat mengunjungi Museum Batik Indonesia hanya perlu membayar tiket masuk TMII seharga Rp 25 ribu per orang. Museum ini buka setiap hari Selasa hingga Minggu pukul 09.00-15.00 WIB.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *