Mon. May 27th, 2024

4.000 Dokter di Kenya Lakukan Aksi Mogok Kerja

matthewgenovesesongstudies.com, NAIROBI – Para dokter di rumah sakit umum Kenya melancarkan mogok kerja secara nasional pada Kamis (14/3/2024). Mereka menilai pemerintah gagal memenuhi janji yang tertuang dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada 2017.

Persatuan Praktisi Medis dan Gigi Kenya (KMPDU) menjelaskan bahwa mereka sedang melakukan pemogokan untuk menuntut asuransi kesehatan komprehensif bagi para dokter dan kegagalan pemerintah dalam menampung 1.200 praktisi medis. Demikian dilansir AP pada Jumat (15/3).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KMPDU Dr. Daviji Bhimji mengatakan 4.000 dokter berpartisipasi dalam pemogokan tersebut dan bertentangan dengan perintah pengadilan perburuhan yang meminta serikat pekerja menunda pemogokan untuk mengadakan pembicaraan dengan pemerintah.

Wakil Sekretaris Jenderal Serikat Dr. Dennis Miskela mengatakan mereka mengabaikan perintah pengadilan seperti halnya pemerintah mengabaikan tiga perintah pengadilan untuk menaikkan gaji pokok dokter dan mempekerjakan dokter yang ditangguhkan.

Miskela menambahkan bahwa pekerja magang merupakan 27 persen dari total tenaga kerja di rumah sakit umum di Kenya dan ketidakhadiran mereka mengakibatkan lebih banyak pasien yang ditolak masuk. Namun, banyak dokter yang bertugas memastikan pasien di unit perawatan intensif tidak meninggal.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi terkemuka Citizen TV, Miskela mengatakan bahwa banyak dokter yang melakukan bunuh diri karena frustrasi dalam pekerjaan dan yang lain harus mengumpulkan dana untuk mengobati penyakit mereka karena kurangnya asuransi kesehatan penuh.

Dampak dari pemogokan para dokter ini terasa di seluruh negeri, banyak pasien yang terbengkalai atau meninggalkan rumah sakit.

Pauline Wanjiru mengatakan dia membawa putranya yang berusia 12 tahun untuk perawatan patah kaki, tetapi putranya diperbolehkan pulang dari rumah sakit di Kabupaten Kakamega, Kenya bagian barat.

Pada tahun 2017, para dokter di rumah sakit umum di Kenya melakukan mogok kerja selama 100 hari – yang merupakan mogok kerja terlama yang pernah ada di negara tersebut – untuk menuntut gaji yang lebih baik dan pemerintah agar membangun kembali fasilitas kesehatan umum yang bobrok di negara tersebut. Mereka juga menyerukan pelatihan berkelanjutan dan perekrutan dokter untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan profesional.

Saat itu, dokter umum yang menyelesaikan pendidikan universitas selama enam tahun memperoleh penghasilan US$400-850 per bulan atau sekitar Rp6,2 juta hingga 13,2 juta (kurs Rp15.620). Dia hanya berlatih selama enam bulan.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *