Mon. May 20th, 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Gunung Lembu adalah sebuah gunung di Kabupaten Purwakarta, Indonesia. Gunung Limbo, dekat Waduk Jatilhore, merupakan gunung besar (monolit) dengan ketinggian 780 meter di atas permukaan laut.

Secara administratif terletak di wilayah Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani. Meski tidak terlalu terjal untuk sebuah gunung, namun medannya diketahui cukup sulit untuk mencapai puncak, apalagi saat sedang hujan.

Dari Laman Superlive, Senin 29 April 2024 Pemandangan Gunung Limbo sungguh menakjubkan, cocok dijadikan tujuan wisata atau rekreasi, untuk menghilangkan stres. Kebetulan Gunung Perang dan Gunung Bongkok letaknya bersebelahan sehingga terlihat menarik.

Banyak hal menarik dari Gunung Lembu, selain lokasi dan ketinggiannya. Berikut enam fakta menarik Gunung Limbo yang dirangkum tim matthewgenovesesongstudies.com dari berbagai sumber. 1. Izin Gunung Lembu

Izin pendakian gunung Limbo dikeluarkan di desa Penanggal, desa Panendangan. Anda bisa memilih beberapa jalur untuk mencapai puncak gunung, salah satunya melalui bebatuan terjal. Jalur ini merupakan jalur tersulit, karena kemiringan lahan yang mencapai 60 derajat. 2. Gunung Parang dan Gunung Bongkak dari samping

Di sebelah selatan Gunung Limbo terdapat Gunung Prang (800 mdpl) dan Gunung Bongkak (975 mdpl). Namun Gunung Limbo lebih populer karena pemandangan pegunungannya yang indah dari puncaknya, serta indahnya hamparan waduk Jatiluhar.

Selain untuk pendakian, puncak Gunung Limbo kerap dijadikan tempat perkemahan atau camping bagi wisatawan dari berbagai daerah. Maka tak heran jika Gunung Limbo ramai dikunjungi wisatawan.

Meski tempatnya tidak terlalu besar, namun masih ada empat tempat camping yang cukup nyaman. Di sekitar tempat ini banyak terdapat pohon peneduh, sehingga dapat melindungi dari angin kencang karena berada di ketinggian. 4. Akses menuju Gunung Limbo

Untuk mencapai Gunung Limbo, jika menggunakan kendaraan roda empat, Anda bisa mendaki dari Tol Jakarta-Kikkempak hingga keluar dari Plaza Tol Jatiluhur. Dari sana, Anda bisa mengikuti jalan Purwakarta-Bandung hingga Persimpangan Sukatani T.

Kemudian melanjutkan trekking sekitar 8 km menuju base camp gunung. Namun jika Anda memutuskan menggunakan kereta api dan memutuskan untuk meninggalkan Jakarta, Anda bisa memilih jalur Perwakarta. Kemudian menyewa kendaraan untuk menuju ke perkemahan gunung.

Harga tiket pendakian Gunung Limbo sangat terjangkau, berkisar Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Biaya parkirnya sendiri standar, yakni Rp 5.000 untuk parkir non-perumahan dan Rp 10.000-15.000 untuk parkir semalam.

Seperti yang sudah disinggung di awal, pemandangan indah Waduk Jatiluhur juga bisa disaksikan dari puncak Gunung Limbo. Panorama pegunungan Andes sangat jelas terlihat di kawasan tersebut.

Pemandangan semakin indah jika pendakian dilihat dari puncak ketiga, khususnya situs batu Limbo. Keindahan batu Lembu memang sudah banyak diketahui orang, ada filosofi mengapa gunung ini dinamakan Lembu.

Jika diperhatikan, hewan ini terlihat dari jauh. Untuk menuju Batu Lembu, wisatawan harus berjalan kaki sekitar 100 meter dari puncak ketiga hingga ke tebing.

Jika sampai di Batu Lembu, Anda juga bisa menyaksikan keindahan Waduk Jatiluhur yang mempesona. Deposito di Provinsi Jawa Barat ini merupakan deposit terbesar di Indonesia.

Waduk Jatiluhur dibangun pada tahun 1957 dan luasnya lebih dari 8 ribu hektar. Bendungan yang berbatasan dengan Sungai Citarum ini dibangun sekitar 10 tahun dan selesai dibangun sekitar tahun 1967.

Dibutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk mencapai puncak Gunung Limbo. Meski bukan gunung yang terlalu tinggi, namun Gunung Limbo cukup menantang untuk didaki.

Untuk mencapai puncak Gunung Lembo, perlu melakukan pendakian dari titik awal pendakian Gunung Lembo di desa Pananggal. Setelah mencapai titik awal, Anda akan diberikan peta pendakian yang berguna untuk memandu Anda menuju puncak.

Anda bisa memilih beberapa jalur untuk mencapai puncak gunung, salah satunya melalui bebatuan terjal. Jalur ini merupakan yang tersulit karena kawasan ini memiliki kemiringan hingga 60 derajat. Di tengah perjalanan, pendaki bisa menemukan Pandak Sang Seria yang banyak menjual makanan dan minuman.

Di sini para pendaki bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Setelah itu ambil jalan setapak untuk mencapai puncak kedua yaitu Ruang Makan Raden Suryakencana. Terakhir menuju puncak ketiga atau tertinggi Gunung Limbo.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *