Mon. May 20th, 2024

Ambisi Indonesia Gelar Event Kelas Dunia untuk Tandingi Konser Eksklusif Taylor Swift di Singapura

matthewgenovesesongstudies.com, Batavia – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno merinci rencana pemerintah menyelenggarakan event dunia yang akan menyaingi konser Taylor Swift di Singapura. Ini merupakan update dari pengumuman Menteri Koordinator Perkapalan dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang sebelumnya menggelar konser musisi eksklusif.

Berdasarkan pengumuman Antara, Menko Luhut mengaku menyukai rencana pertemuan tersebut dan memutuskan dalam waktu setengah tahun, manajer panggung yang mendatangkan artis asing boleh mengambil tindakan. “Namun nama-namanya (artis yang akan menggelar konser) belum bisa kami ungkapkan, namun tetap karena masih dalam tahap finalisasi,” kata Menparekraf dalam konferensi pers singkat hybrid pekan ini. Rabu. 13 Maret 2024. .

Ia juga mengatakan, Indonesia mempunyai potensi untuk berprestasi di kancah internasional, tidak hanya pertunjukan musik, namun juga event olah raga dan seni budaya. Sandi mengatakan, ada pekerjaan dan pekerjaan rumah bagi pemerintah dalam hal ini.

“Itu tugas pertama kementerian dan lembaga seni pertunjukan,” ujarnya. “Istirahat dari Ditjen Imigrasi ini patut diapresiasi karena memfasilitasi konser musisi internasional di Indonesia.”

“Indonesia Tourism Fund (yang) diharapkan dapat memberikan dukungan yang memfasilitasi dan memberikan insentif bagi kunjungan para pelaku musik dan ekonomi kreatif dunia, termasuk acara olahraga,” jelas Sandi.

Kemudian pihaknya juga mendorong konsep digitalisasi untuk menghentikan perizinan. “Kita juga harus mampu memberikan kerja sama multisektoral dan lintas sektoral, termasuk (termasuk) pemerintah kota dan sektor keamanan,” tambahnya.

Hal ini menyusul apa yang disebut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai infrastruktur yang memadai. “Kita sudah punya infrastruktur kelas dunia seperti GBK dan beberapa venue lainnya. Tapi pastikan masih ada ruang untuk perbaikan, tidak ada kemacetan, exit juga cepat dan semua terlihat best practice; angkutan umum,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tempat yang aman untuk mengadakan acara, meningkatkan kesehatan ekosistem dan kualitas sumber daya manusia sehingga “acara kami kini dapat menarik perhatian Coldplay, Ionad Brothers, dan Ed Sheeran”. “Sebentar lagi akan ada Hammersonics juga, dan ini akan terus berlanjut,” tambahnya.

Terkait amanat koordinasi Menteri Luhut yang ingin menyelenggarakan konser berskala internasional dalam enam bulan ke depan, Sandi mengatakan, “Tim khusus sedang bersiap untuk merekam konser tersebut, dan kami belum memiliki daftar penyelenggara yang akan menyelenggarakannya. .tapi karena ini bentuk perusahaannya “Kalau penyelenggara acara, berkoordinasi dan kita sinkron, maka konser ini bisa dibawa ke Indonesia”.

“Bukan sekedar konser,” lanjutnya. “Saya sudah bicara dengan Presiden (Jokowi) bahwa olah raga, seni, budaya, dan wall event juga bisa menarik kunjungan (jamaah) ke Indonesia.”

Diakui Sandi, gaya internasional Taylor Swift sulit didapat. “Tapi kita pasti bisa menggelar konser yang juga punya magnet besar seperti Taylor Swift di Singapura, Tokyo, Melbourne, dan Sydney,” ujarnya, masih enggan membeberkan nama artis internasional yang akan tampil pada konser di Indonesia. 2013

“Mengapa hal ini terjadi dalam enam bulan ke depan?” dia menambahkan. “Karena pengurus ini akan selesai pada bulan Oktober (2024). Saya berharap satu atau dua pekerjaan besar bisa diselesaikan sebelum perubahan.”

Kedua, bagaimana kita merencanakan transisi yang mulus untuk mempercepat rencana dan persiapan pemerintahan berikutnya, pemerintahan terpilih yang (semoga) mampu menyelenggarakan event-event besar di bidang musik, olah raga, seni dan budaya serta event-event MICE di Indonesia. dalam lima tahun ke depan,” jelas Menparekraf.

Sandi menjadi yang terbaik karena menurutnya Indonesia menggelar konser Coldplay “lebih lancar”. “Kami yakin ketersediaan angkutan umum mendukung parkir GBK sebagai lokasi prima,” imbuhnya.

Kemeriahan tersebut, tambah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, antara lain Batavia International Expo (JIExpo) dan ICE BSD yang siap untuk event lokal. “Untuk konser lain seperti Batavia International Stadium, kita perlu memperbanyak pintu masuk dan keluar serta angkutan umum (kedatangan).

“Tanpa tambahan infrastruktur (di JIS), kami yakin akan sangat sulit mengembangkan event internasional,” imbuhnya. Dalam konteksnya, JIS digunakan sebagai tempat penyelenggaraan acara olah raga dan konser musik musisi internasional seperti Ed Sheeran dan BIS.

Di sisi lain, kata Menparekraf, Bali merupakan tempat yang paling siap untuk datang ke acara Hiiri. “Kami yakin Bali juga punya kekuatan yang bisa memanggil banyak orang,” ujarnya.

“Kami punya lingkungan kerja Lido dan PIK yang bisa digunakan untuk festival dan musik. Kami berharap bisa kedatangan tamu di kota ASEAN, Australia, dan India. Karena beberapa festival dalam sejarah kita bisa menarik 15-20 persen penonton. negara-negara ini, katanya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *