Wed. May 22nd, 2024

Anak Gampang Tertular Penyakit, Jalin Silaturahmi Lebaran Tanpa Cium Saudara yang Masih Balita

matthewgenovesesongstudies.com, Liburan di Jakarta menjadi momen bertemu anggota keluarga yang sudah lama tidak bertemu. Bahkan bisa menjadi momen pertama kali bertemu dengan anggota keluarga yang baru lahir.

Mencium atau memeluk kakak kandung yang masih bayi atau balita pastinya mengasyikkan. Namun, ada baiknya untuk menjauhinya karena kontak dekat dapat meningkatkan risiko anak tertular penyakit tersebut.

RS Pondok Indah Dr. – Sp A Subsp IPT dari Puri Indah. “Jangan sembarangan mencium dan memeluk anak, apalagi bayi, karena mereka lebih rentan terkena penyakit menular,” kata Dwinanda Aidina.

Berjabat tangan saja untuk berteman dengan si kecil. Momen kebersamaan tersebut kemudian bisa Anda abadikan melalui foto grup.

Dalam wawancara daring pada Jumat, 5 April 2024, ia berpesan, “Berjabat tangan atau berfoto bersama saja sudah cukup untuk silaturahmi. Hindari kontak fisik yang dekat.”

Keras kepala orang tua terhadap anak

Dwinanda mengatakan, penting bagi orang tua yang memiliki bayi atau anak untuk memastikan putra-putrinya tidak dicium atau dibawa kemana-mana seperti piala. Tekad orang tua menjadi kunci dalam hal ini. Kalau ada yang menganggapnya konyol atau ekstrem, tidak apa-apa.

Prinsipnya, saya tidak peduli apa kata orang. Anak ini tanggung jawab orang tua, jadi orang tua bertekad tidak akan membiarkan anaknya dicium sana sini sebagai imbalan, ujarnya.

Dvinanda mengatakan, dirinya sendiri yang melihat pasiennya yang baru berusia beberapa hari itu terjangkit penyakit cacar setelah didatangi dan dibawa banyak orang.

“Beberapa hari kemudian, bayinya terkena cacar, dan ternyata dia tertular dari seseorang yang terkena cacar dan menciumnya. Ini contoh langsungnya.”

Beruntung, bayi yang usianya belum genap satu bulan itu bisa diselamatkan. Saat Anda sakit, situasinya tidak serius.

Namun, Dwinanda mengingatkan, banyak kasus bayi penderita cacar yang tidak bisa diselamatkan dan meninggal dalam hitungan hari.

“Jadi ada suatu situasi. Bagaimana perasaan kami jika hal itu terjadi lagi pada anak kami?” ujar perempuan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Dvinanda juga mengatakan asap rokok dapat membahayakan kesehatan anak. Untuk itu, orang dewasa yang berkumpul bersama keluarga sebaiknya berusaha untuk tidak merokok atau menjauhi keramaian saat merokok.

“Tidak hanya berciuman, merokok juga bisa membuat anak sakit. Lingkungan inilah yang berperan dalam penyakit anak,” kata Dvinanda.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *