Sat. Jun 15th, 2024

Austindo Nusantara Siapkan Belanja Modal USD 36,8 Juta pada 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) merencanakan belanja modal sebesar USD 36,8 juta atau sekitar Rp 577,98 miliar (jika kurs USD terhadap Rupiah 15.706) pada tahun 2024. produksi ranting buah segar (TBS) dan minyak sawit mentah (CPO).

CFO Ostindo Nusantara Jaya Nopri Pitoyo mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan produksi TBS dan CPO pada tahun 2024. Target perusahaan adalah meningkatkan produksi TBS sebesar 6 persen pada tahun 2024. dibandingkan tahun lalu.

Nopri mengatakan pertumbuhan produksi TBS akan didukung oleh peningkatan produksi dari perkebunan muda dan tanaman tua di Austindo Nusantara Jayadi di barat daya Papua.

“Kami juga memperkirakan volume penjualan TBS luar negeri mencapai 300,00 mt CPO pada tahun ini,” kata Nopri di situs anj-group, Minggu (3/3/2024). ).

Untuk mendukung program investasi ini, perseroan telah merencanakan belanja modal sebesar $36,8 juta. Mayoritas belanja modal tersebut ditujukan untuk sejumlah proyek yang mendukung pertumbuhan laba perusahaan, antara lain proyek perbanyakan bibit di Pulau Belitung dan Sumatera Utara I, biaya lahan untuk perkebunan ANJ di Sumatera Selatan, pemeliharaan jalan, personel untuk perumahan dan pembangkit listrik. . pabrik di atas. perkebunan di Papua Barat.

Selain itu, terdapat proyek peninggian dan penguatan tepian sungai di Perkebunan Sumatera Utara II, serta pabrik pengomposan di Sumatera Utara I yang merupakan pabrik pengomposan keempat milik ANJ.

“Kami percaya bahwa proyek-proyek ini akan membantu meningkatkan produktivitas kami di tahun-tahun mendatang, dan inovasi agroteknik akan menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi.

Selain itu, kata dia, timnya berkomitmen untuk melanjutkan proyek mitigasi dan adaptasi perubahan iklim ANJ sejak tahun 2012 dengan mengintegrasikan ESG ke dalam strategi bisnis perusahaan untuk mencapai nol emisi karbon pada tahun 2030.

Untuk tahun buku 2023, perseroan mencatatkan penurunan pendapatan dan laba. Hal ini sejalan dengan penurunan harga jual rata-rata (HJR) CPO, PK, dan PK, serta penurunan volume penjualan PK.

CPO HJR turun 12,9% menjadi USD 731/mt dibandingkan USD 840/mt tahun lalu. Selain itu, pada tahun 2023, HJR PK juga mengalami penurunan sebesar 36,0% menjadi USD 358 dan HJR PKO mengalami penurunan sebesar 33,1% menjadi USD 734.

Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar $236,5 juta atau Rp3,60 triliun pada tahun 2023, turun 12,1 persen year-on-year dari $269,16 juta atau Rp4 triliun.

Penurunan pendapatan ini membuat laba saat ini menjadi USD 1,90 juta atau sekitar Rp 29,01 miliar pada tahun 2023. Laba ini turun 91% menjadi USD 21,15 juta atau sekitar Rp 314,57 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada saat yang sama, pendapatan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan utama pada periode berjalan akan turun sebesar 87,90% menjadi $2,62 juta pada tahun 2023 dibandingkan dengan $21,72 juta pada tahun 2022.

Nopri mengatakan, laba bersih perseroan pada 2023 menurun karena HJR yang lebih rendah serta beban penyusutan dan bunga yang lebih tinggi.

Selain itu, terjadi peningkatan biaya operasional untuk perkebunan baru di Papua Barat Daya, serta penanaman kembali lahan di perkebunan Sumatera I dan Pulau Belitung. Sementara itu, perkiraannya akan mencapai level terbaik dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

 

 

 

Di sisi lain, nilai moneter pada tahun 2023 adalah $204,95 juta, turun 4,8 persen dari $215,29 juta pada tahun lalu. Dengan demikian, pendapatan akan turun 41,4% pada tahun 2023 menjadi 31,55 juta dolar. Pada tahun 2022, pendapatannya menjadi 53,87 juta dolar.

Beban operasional perusahaan turun 14,8% menjadi $12,44 juta pada tahun 2023 dibandingkan $14,59 juta pada periode yang sama tahun lalu.  Pendapatan operasional perusahaan turun 51,3% menjadi $19,11 juta pada tahun 2023 dari $39,27 juta pada tahun 2022.

Beban keuangan perusahaan meningkat sebesar 88,1% menjadi $9,86 juta pada tahun 2023 dari $5,24 juta pada periode yang sama tahun lalu. Perusahaan membukukan laba per saham sebesar $0,0008 pada tahun 2023, naik dari $0,0065 pada tahun 2022.

Perusahaan melaporkan bahwa ekuitasnya pada tahun 2023 meningkat 0,3% menjadi $425,32 juta dari $424,11 juta. Total pinjaman pada tahun 2023 meningkat sebesar 5,8% tahun-ke-tahun menjadi $188,74 juta dan $178,47 juta. Total aset perusahaan meningkat 1,9% menjadi $614,07 juta pada tahun 2023 dari basis $602,59 juta pada tahun 2022.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *