Mon. May 20th, 2024

Badai Hantam China Bagian Selatan, 11 Orang Hilang 45.000 Lainnya Dievakuasi

matthewgenovesesongstudies.com, Guangdong – Sekitar 11 orang hilang akibat badai yang melanda Tiongkok selatan, kata media pemerintah, Senin (22/4/2024), dan puluhan ribu orang mengungsi akibat hujan lebat.

Hujan lebat terjadi di provinsi Guangdong dan wilayah selatan dalam beberapa hari terakhir, seperti dikutip situs Asia News Channel, Senin (22/4).

Insiden tersebut membanjiri sungai dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya banjir besar, yang menurut media pemerintah hanya terjadi sekali dalam satu abad.

“Sebanyak 11 orang hilang setelah hujan terus-menerus terjadi di banyak wilayah (Guangdong) beberapa hari ini,” kata kantor berita negara Xinhua, mengutip departemen manajemen darurat setempat.

Lebih dari 53.000 orang telah mengungsi di seluruh provinsi, tambahnya.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 45.000 orang telah dievakuasi dari kota Qingyuan di Guangdong utara, yang terletak di tepi Sungai Bei, anak sungai dari Delta Sungai Bacca yang lebih besar, media pemerintah melaporkan pada Minggu (21/4).

Hujan lebat diperkirakan akan terjadi pada Senin (22/4), dan otoritas meteorologi memperkirakan akan terjadi badai petir dan angin kencang di perairan pesisir Guangdong.

Provinsi-provinsi tetangga, termasuk sebagian wilayah Fujian, Guizhou, dan Guangxi di Tiongkok, juga akan terkena dampak hujan lebat dalam jangka pendek, kata Pusat Meteorologi Nasional.

Ia menambahkan, periode utama dampak konveksi kuat diperkirakan berlangsung pada siang hingga malam hari.

Provinsi Guangdong adalah provinsi manufaktur terpadat di Tiongkok dan menampung sekitar 127 juta orang.

Di kota Jiangwan, enam orang terluka dan beberapa lainnya terjebak dalam tanah longsor, media pemerintah melaporkan.

Gambar yang dirilis CCTV menunjukkan rumah-rumah di pesisir pantai hancur karena dinding lumpur coklat, dan orang-orang berlindung di lapangan olah raga umum yang diguyur hujan.

CCTV melaporkan, air banjir setinggi 5,8 meter di atas batas peringatan melanda anak-anak sungai Berry pada Senin (22/4) pagi.

Tiongkok tidak asing dengan cuaca ekstrem, namun dalam beberapa tahun terakhir negara ini dilanda banjir besar, kekeringan parah, dan gelombang panas ekstrem.

Perubahan iklim yang disebabkan oleh gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia membuat kejadian cuaca ekstrem menjadi lebih sering dan intens, dan Tiongkok merupakan penghasil emisi terbesar di dunia.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *