Mon. May 27th, 2024

Badan Geologi Sebut Erupsi Eksplosif di Gunung Ruang Terjadi Beberapa Kali Disertai Gemuruh dan Dentuman

matthewgenovesesongstudies.com, Bandung – Beberapa kali letusan diketahui terjadi di Gunung Luang di Kabupaten Sitaru, Sulawesi Utara pada 16-17 April, berdasarkan pantauan visual Departemen Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 2024.

Mohammad Wafid, Direktur Jenderal Badan Geologi, mengatakan dalam laporan tertulis, pada pagi hari tanggal 16 April 2024, teramati asap dari kawah dengan ketinggian 200 hingga 500 meter, dan pada pukul 13.37 terjadi letusan lemah dan tebal. terjadi di WITA. Asap putih teramati.

Letusan eksplosif terjadi di WITA pukul 21.45 tanggal 16 April 2024 dan perkiraan tinggi kolom letusan 2.000 meter dari puncak.

Letusan eksplosif kembali terjadi pada 17 April 2024 pukul 01:08 WITA dengan perkiraan tinggi kolom letusan 2.500 meter disertai suara bising dan suara gemuruh, ujarnya.

Letusan kembali terjadi pada hari yang sama pukul 05.05 Wita. Badan Geologi memperkirakan ketinggian kolom letusan mencapai 1.800 meter.

Aktivitas seismik

Wafid mengatakan, aktivitas kegempaan vulkanik Gunung Luang cenderung rendah dan didominasi gempa tektonik. Keadaan ini diyakini merupakan pengaruh dari kerendahan hati Sulawesi bagian utara dan tantangan ganda Laut Maluku.

Aktivitas vulkanik Gunung Luang pada periode 1-17 April 2024 menyebabkan gempa vulkanik dalam (VTA) pasca deformasi kerak yang terjadi di Laut Maluku pada 9 April 2024 dan 14 April 2024. Wabah semakin intensif.

Kedua gempa tektonik tersebut dirasakan dalam skala I MMI dan diduga terkait dengan aktivitas lembah keretakan ganda Laut Maluku.

Jumlah kejadian gempa vulkanik dalam (VTA) yang tercatat: 10 April 2024 (4 kejadian), 11 April 2024 (5 kejadian), 12 April 2024 (6 kejadian), 13 April 2024 (17 kali), 14 April 2024 ( 23 kali), 15 April 2024 (146 kali), 16 April 2024 (691 kali), sampai dengan pukul 06.00 17 April 2024 (373 kali).

Terjadinya gempa vulkanik dalam biasanya dikaitkan dengan pergerakan magma dari dalam ke permukaan. Sebaliknya, potensi bahaya Gunung Luang berupa letusan eksplosif yang menghasilkan awan panas ke arah barat daya. ,” dia berkata.

Survei Geologi menyatakan berdasarkan pantauan visual dan instrumental hingga 17 April 2024, tingkat aktivitas Gunung Luang masih berada pada Level III (waspada), tambahnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *