Mon. May 27th, 2024

Bayan Resources Targetkan Produksi Batu Bara 57 Juta MT pada 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menargetkan produksi mencapai 57,0 juta ton pada 2024. Target tersebut naik 14,69 persen dibandingkan realisasi produksi 2023 sebesar 49,7 juta ton.

Pedoman tahun 2024, produksi batu bara antara 55,0 hingga 57,0 juta ton. Sedangkan penjualan batu bara antara 55,0 hingga 57,0 juta ton, jelas Sekretaris Perusahaan PT Bayan Resources Tbk Jenny Quantero seperti dikutip, Rabu (3/6/2024).

Penjualan batu bara ditargetkan tumbuh 16,53% hingga 20,76% pada tahun ini dibandingkan penjualan tahun lalu yang tercatat 47,2 juta ton.

Dalam hal pendapatan, perusahaan menargetkan antara $3,3 miliar dan $3,6 miliar. Angka tersebut tak jauh berbeda dengan realisasi pendapatan perseroan pada 2023 yang tercatat sebesar $3,58 miliar.

Biaya tunai rata-rata pada tahun 2024 diperkirakan berada pada kisaran $40,0-43,0 per ton, dibandingkan dengan $40,2 per ton pada tahun 2023. Harga jual rata-rata diperkirakan berada pada kisaran $60,0 hingga $65,0 per ton, lebih rendah dari realisasi harga jual rata-rata pada tahun 2023 sebesar $75,8 per ton. Belanja modal

Untuk memenuhi target tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal (capex) sebesar $230 juta hingga $260 juta. Belanja modal tersebut meningkat 4,59-18,24 persen dari realisasi belanja modal tahun 2023 yang sebesar USD 219,9 juta.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat menguat pada pembukaan pasar saham Borso Indonesia (BEI) pagi ini.

Mengutip Antara, IHSG dibuka 11,97 poin atau 0,17% menjadi 7.259,43 pada Rabu (3 Juni 2024). Sementara Kelompok 45 Saham Utama atau LQ45 naik 1,73 poin atau 0,18% menjadi 981,61.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi pada perdagangan Rabu (6/3/2024). IHSG mampu melakukan penyesuaian dengan menguji 7.202-7.234 terlebih dahulu.

IHSG turun 0,4 persen ke 7.247 masih didominasi aksi jual. Namun moving average (MA) 60 harian masih menahan koreksi IHSG.

Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengaku mewaspadai label hitam karena posisi IHSG berada di awal wave c wave (ii) yang berarti IHSG masih cenderung melanjutkan koreksi untuk menguji 7202-7234 terlebih dahulu.

“Jika IHSG bertahan support di 7.197, IHSG berpeluang kembali menguat menguji level resistance 7.370-7.403 pada label merah,” kata Herditya.

Ia memperkirakan IHSG akan berada di level support 7197.7, 7099 dan level resistance 7370, 7403 pada perdagangan Rabu pekan ini.

Sementara itu, potensi pelemahan IHSG terbatas dengan level support dan resistance 7190-7270 dalam survei IHSG PT Pilarmas Investindo Sekuritas. “Potensi boost sebenarnya terbuka, hati-hati karena volatilitas masih tinggi,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *