Thu. Jun 20th, 2024

Bentuk Masa Depan Lebih Baik, Sido Muncul Beri Bantuan Rp285 Juta untuk 95 Anak Stunting di Semarang

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Stuntness merupakan masalah kesehatan terkait tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi. Untuk mempercepat penurunan angka prevalensi stunting di Indonesia, diperlukan tindakan kolektif yang melibatkan pemerintah dan pemangku kepentingan.

Untuk menunjang kebutuhan gizi dan mencegah stunting pada anak, PT Udyog Jamu Dan Farmasi Sido Munkul TBK (Sido Munkul) bersama Pemerintah Kabupaten Semarang telah melakukan rehabilitasi terhadap 95 anak penderita cachexia di Kabupaten Semarang dan sekitarnya. Donasi sebesar Rp 285 juta diberikan secara simbolis oleh Sido Direktur Munkul Irwan Hidayat kepada Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Bambang Pujiarto melalui link virtual atas nama Bupati Semarang Ngesti Nugroho yang berhalangan hadir.

Irwan Hidayat mengatakan, pihaknya sangat bersyukur karena mendapat banyak kesempatan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Semarang.

Direktur Sido mengatakan: “Saya mendukung seluruh program pemerintah untuk meningkatkan kesehatan anak, kesejahteraan masyarakat, dan kesejahteraan dalam bentuk apapun. Oleh karena itu, dengan diadakannya kegiatan ini akan membantu pemerintah untuk mengurangi korban keterlambatan. di Semarang tahun lalu,” kata Direktur Sido. Erwan Hidayat di Munkul, Kantor Sido Munkul, Jakarta, Selasa (2/4).

Menurut Irwan, tidak hanya pemerintah dan perusahaan saja yang bisa memberikan dukungan. Namun, individu juga dapat berpartisipasi dengan memberikan bantuan.

“Program pencegahan keterlambatan ini sangat bagus dan tidak hanya bisa dibantu oleh pengusaha, tapi individu juga bisa membantu,” kata Irwan.

Jika tahun lalu Sido Munkul memberikan bantuan kepada 76 anak, kali ini ia memberikan bantuan kepada 95 anak di Kabupaten Semarang dan sekitarnya. Dari jumlah bantuan tersebut, setiap anak akan mendapat uang tunai sebesar Rp 500 ribu.

“Kami berpartisipasi selama enam bulan dan uangnya akan kami kirimkan langsung kepada orang tua penerima bantuan,” kata Irwan.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang Pujiarto yang mewakili bupati memuji Sido Munkul atas bantuan yang diberikannya.

Babang mengatakan, penundaan tersebut tidak hanya berdampak pada anak-anak, namun juga berdampak pada masa depan negara. Oleh karena itu, upaya menghilangkan keterlambatan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat, melainkan harus dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan.

“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua, dapat menyadarkan orang lain karena saat ini kekurangan merupakan permasalahan serius dan mendesak yang harus segera diselesaikan. Dengan bantuan dari Sidhu Munkul ini, tidak hanya sekedar kepedulian untuk kesehatan anak, tapi juga sebagai investasi kesehatan di Semarang,” kata Bambang.

Para orang tua penerima manfaat bantuan mobilitas ke atas juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Sido Munkul yang telah meringankan beban mereka. Rifan Hanafi, seorang buruh harian lepas yang anak keduanya menderita defisiensi. Rasa terima kasih yang sama juga diungkapkan Siti Fatima.

“Dukungan dari Sido Munkul ini sangat membantu. Saya berharap kedepannya Sido Munkul terus memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan dan Sido Munkul bisa semakin maju,” kata Siti Fatima.

(*)

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *