Sat. Jun 15th, 2024

Bukalapak Kantongi Pendapatan Rp 1,16 Triliun, Tumbuh 16% pada Kuartal I 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Bukalapak (BUKA) mengumumkan hasil keuangan belum diaudit untuk kuartal pertama yang berakhir 31 Maret 2024 pada Senin, 29 April 2024.

PT Bukalapak.com Tbk mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 16 persen menjadi Rp 1,16 miliar pada kuartal I 2024. Untuk pertama kalinya, EBITDA yang disesuaikan pada kuartal I 2024 tercatat sebesar Rp 15 miliar dan menunjukkan peningkatan sebesar Rp 224 miliar . bertahun-tahun

“Kinerja kuartal pertama ini merupakan salah satu momen penting dalam sejarah BUKA. Untuk pertama kalinya, kami meraih hasil berdasarkan Adjusted EBITDA setiap kuartal hingga 3 bulan pertama tahun 2024. Hasil luar biasa ini diraih melalui kerja sama yang luar biasa. pertumbuhan pendapatan, laju yang terus meningkat – terutama di segmen Online to Offline (“O2O”) – serta upaya pengendalian biaya operasional secara efektif,” kata Teddy Oetomo, Presiden Direktur Bukalapak, seperti dikutip dalam keterangan resmi, Senin. (29/4). ) /2024).

“Kami terus fokus untuk mencapai target pertumbuhan dan laba yang berkelanjutan di kuartal-kuartal mendatang, khususnya hingga tahun 2025, seiring kami terus memanfaatkan peluang pertumbuhan di bisnis mitra kami, gaming, dan e-commerce. Pencapaian ini merupakan buah dari upaya kami dan fokus pada hal itu,” tambahnya.

Pendapatan inti – dihitung berdasarkan laba bersih yang dilaporkan di luar keuntungan/kerugian investasi, nilai tukar, goodwill, dan item non-recurring – mencapai Rp 185 miliar, meningkat tajam dibandingkan kerugian yang dialami perseroan pada musim pertama tahun lalu sebesar Rp 117 miliar. . . Basis permodalan, kecukupan modal, dan neraca BUKA tetap kuat dengan kas, setara kas, dan investasi likuid senilai Rp 19,1 triliun.

Pendapatan tumbuh sebesar 16% YoY di kuartal pertama, dengan pertumbuhan sebesar 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu di segmen O2O.

Pertumbuhan yang sangat baik di segmen O2O didorong oleh optimalisasi portofolio produk yang ditawarkan dan peningkatan variasi layanan dengan jangkauan mitra yang lebih luas, sehingga mendukung kesuksesan para Mitra untuk terus berlanjut.

 

Sekitar 64% dari Total Nilai Proses (TPV) berasal dari wilayah Tier 1 di luar Indonesia, di mana BUKA terus mengalami pertumbuhan yang kuat dalam tren penetrasi dan digitalisasi di seluruh toko mikro offline. Segmen O2O sendiri menyumbang 55% omzet BUKA pada kuartal I.

Margin kontribusi BUKA secara keseluruhan, yang dihitung sebagai laba kotor setelah beban penjualan dan pemasaran, meningkat dari Rp 104 miliar pada Q1 2023 menjadi Rp 124 miliar pada Q1 2024. Margin kontribusi segmen O2O sebagai persentase TPV meningkat 23 basis poin dari -0,10% dan kembali ke angka positif untuk kedua kalinya sebesar 0,13% pada kuartal I tahun 2024.

“Selain itu, fundamental makroekonomi yang kuat dan kepercayaan konsumen yang kuat memberikan kita momentum positif di awal tahun 2024 dengan tren bisnis yang bergerak ke arah yang lebih baik,” kata Teddy. Targetnya tahun 2024

Perusahaan mengharapkan pendapatan tumbuh antara 15-20% YoY menjadi setidaknya Rp5,104 miliar, dan EBITDA yang disesuaikan diperkirakan akan melebihi Rp200 miliar pada tahun 2024.

“Model bisnis ini akan terus berlaku dan dengan prinsip kehati-hatian, kami terus berinvestasi pada berbagai peluang pertumbuhan yang akan meningkatkan skala bisnis serta pendapatan dan margin dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Berfokus pada empat divisi – Mitra, Game Seluler dan Konsol, Ritel O2O, dan Layanan Keuangan – terus menjadi kunci untuk memberikan layanan pelanggan terbaik. Hal ini dilakukan melalui investasi dan inovasi dalam proposisi nilai pelanggan, yang menawarkan lebih banyak pilihan, pengalaman pengguna yang lebih baik dalam aplikasi, dan opsi pengiriman yang lebih baik.

Teddy menambahkan, penting bagi pihaknya untuk terus menjaga disiplin belanja. Terjadi penurunan signifikan pada beban umum dan administrasi pada kuartal pertama, turun 36% QoQ menjadi Rp 208 miliar.

“Berinvestasi pada teknologi merupakan elemen kunci dalam mendorong efisiensi biaya. Digitalisasi ini membantu kami untuk terus meningkatkan pengalaman pengguna dan mengurangi waktu untuk menyelesaikan transaksi,” ujarnya.

 

Selain upaya peningkatan efisiensi dan pertumbuhan yang stabil, BUKA juga memiliki posisi permodalan yang kuat melalui kas, setara kas, dan investasi likuid, termasuk obligasi pemerintah dan reksa dana dengan nilai Rp 19,1 miliar per 31 Maret 2024. Neraca yang baik yang memungkinkan perusahaan. berinvestasi dalam inovasi, memperluas pasar, mendiversifikasi produk, dan meningkatkan skala operasi pada waktu yang tepat.

Teddy berkata: “Kesabaran dan kerja keras kami membuahkan hasil ketika kami mencapai target EBITDA positif yang disesuaikan yang telah ditetapkan dan diumumkan lebih dari dua tahun lalu.

Ditambahkannya, kemampuan mengikuti pertumbuhan tersebut dengan pembangunan infrastruktur yang tepat akan memastikan BUKA memiliki landasan yang sangat kuat dan akan membentuk BUKA menjadi perusahaan yang lebih baik, kuat, dan mampu memberikan berbagai penawaran.

“Profitabilitas telah menjadi prioritas dibandingkan pertumbuhan. Menciptakan pertumbuhan menguntungkan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai nyata sekaligus mengoptimalkan operasional dan menjaga disiplin keuangan menjadi fokus utama tim manajemen di tahun-tahun mendatang,” kata Teddy Oetomo.

  

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *