Wed. May 22nd, 2024

Buyback Saham KEJU, Produsen Prochiz Siapkan Rp 7,5 Miliar

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) menyetujui rencana pembelian kembali sahamnya. Dalam langkah tersebut, emiten produsen keju Prochiz ini akan mengalokasikan dana hingga Rp7,5 miliar, termasuk biaya perantara dan biaya lain terkait pembelian kembali saham perseroan.

Jumlah pembelian kembali saham tersebut sebanyak 6.421.674 lembar saham atau sekitar 0,43% dari total saham yang ditempatkan perseroan. Pembelian kembali saham Mulia Bhoga Raya akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu sampai dengan 12 bulan setelah RUPST menyetujui pembelian kembali saham perseroan.

Oleh karena itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan telah dipastikan bahwa Rp 7,5 miliar akan digunakan untuk pembelian saham KEJU ​​​​yang akan dilakukan bertahap pada tahun ini, kata Peter, Direktur PT Mulia Boka Raya. TBK. Wiradjaja saat presentasi publik perseroan, Rabu (24 April 2024).

Pertimbangan utama yang harus diperhatikan perusahaan saat membeli kembali sahamnya adalah perusahaan memiliki fleksibilitas. Hal ini memungkinkan adanya mekanisme untuk menjaga stabilitas harga saham perusahaan jika tidak mencerminkan nilai atau kinerja perusahaan.

Perusahaan berencana untuk mempertahankan sahamnya sebagai saham treasuri untuk jangka waktu tidak lebih dari tiga tahun sejak tanggal pembelian kembali saham. Namun perseroan dapat mengalihkan saham yang telah ditebus tersebut sewaktu-waktu sesuai dengan Pasal 21 POJK 29/2023.

Dengan dilaksanakannya pembelian kembali saham perseroan, maka kas internal perseroan akan berkurang hingga Rp 7,5 miliar. Selain itu, kami memperkirakan bahwa pembelian kembali saham tersebut tidak akan menimbulkan dampak dilutif yang signifikan terhadap laba kami.

Perseroan berkeyakinan bahwa menipisnya kas internal yang digunakan untuk membiayai pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha dan operasional Perseroan. Pembelian kembali saham semakin menstabilkan harga saham di masa depan dan memberikan dampak positif bagi pemegang saham dan perusahaan.

Sebelumnya, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) mengumumkan kinerja tahun fiskal 2023 yang berakhir pada 31 Desember 2023. Pada periode tersebut, kinerja Mulia Bhoga Raya mengalami penurunan baik dari sisi pendapatan maupun profitabilitas.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (29 Februari 2024), pendapatan perseroan sepanjang 2023 mencapai Rp 1,02 triliun. Penjualan turun 2,36% dibandingkan penjualan sebesar KRW 1,04 triliun yang dilaporkan tahun lalu.

Meski mengalami penurunan pendapatan, namun beban pokok penjualan meningkat dari Rp748,86 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp756,67 miliar pada tahun 2023. Oleh karena itu, total laba tahun 2023 turun 11% dari Rp 295,5 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp 263 miliar.

Selama tahun 2023, perseroan mencatatkan beban penjualan sebesar Rp107,79 miliar, beban umum dan administrasi sebesar Rp6,95 miliar, beban keuangan sebesar Rp1,04 miliar, beban lain-lain sebesar Rp2,04 miliar, dan beban lain-lain sebesar Rp3,99 miliar. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan, perseroan mencatatkan laba sebesar Rp 80,34 miliar pada tahun 2023.

Laba tersebut turun 31,55% dibandingkan laba tahun ini sebesar Rp 117,37 miliar yang dibukukan pada tahun 2022. Berdasarkan aset perseroan per 31 Desember 2023 mengalami penurunan dari Rp860,1 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp828,38 miliar. Utang meningkat dari Rp 156,59 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp 157,61 miliar pada tahun 2023. Dari Rp 703,51 miliar menjadi Rp 670,77 miliar di akhir tahun 2022.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *