Fri. Jun 14th, 2024

Cara Aman Konsumsi Gula pada Anak, Ortu Wajib Tahu

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Ahli Diet Dr. Tan Shot Yen berbagi beberapa strategi yang bisa dilakukan orang tua untuk memastikan anak mengonsumsi gula dengan aman.

Menurut Tan, langkah pertama yang bisa dilakukan orang tua agar anak aman merasakan manisnya gula adalah dengan membiasakan mengonsumsi makanan langsung dari sumbernya.

“Ya, aman mengonsumsi gula itu baik, langsung dari sumber aslinya seperti beras, umbi-umbian, jagung, sagu, sayur mayur, dan buah-buahan,” ujarnya secara online, Rabu, dilansir ANTARA.

Tan menyarankan orang tua untuk menghindari penambahan gula olahan atau gula rafinasi tambahan, seperti gula pasir atau pemanis buatan, bila memungkinkan.

Orang tua yang memahami informasi gizi pada kemasan makanan juga dapat mempelajari cara penggunaan gula yang aman pada anak. Ya, dengan menghindari makanan kemasan yang jelas-jelas bertanda tinggi gula. Kata gula pada label makanan

Dalam pemaparannya, Tan mengingatkan para orang tua agar mengetahui nama-nama gula tersembunyi pada bahan-bahan yang tertera pada label makanan.

Tan mengatakan salah satu ciri kandungan gula tersembunyi adalah biasanya diakhiri dengan “-ol”, seperti sorbitol, manitol, dan xylitol. Selain itu, gula yang sering ditambahkan pada makanan kemasan juga dikaitkan dengan perasa atau sirup, yaitu produk buatan pabrik, seperti sirup jagung.

 

Dalam acara ini, Dr. Institute Tan & Remanlay juga berbagi tips bagi para orang tua dalam menghadapi anak yang kecanduan gula.

“Cara paling mudah mengatasi kecanduan gula tambahan adalah dengan menciptakan kecanduan baru, namun dengan cara yang sehat,” ujarnya.

Bagi para orang tua yang menghadapi anak yang kecanduan gula tambahan seperti sirup dan susu kental manis, ada baiknya Anda mulai mengganti produk tersebut dengan produk yang mengandung gula alami.

Orang tua juga dapat mendorong anak untuk menyiapkan camilan sendiri dan melarang mereka mengonsumsi camilan kemasan yang tinggi gula.

“Anak-anak senang jika diajak berpartisipasi. Misalnya orang tua mengajak anaknya membuat kue pisang, anak bisa diajak memotong pisang, sedangkan orang tua bisa membuat kuenya. Ini juga merupakan cara untuk mengajarkan anak-anak untuk belajar dan menghargai makanan yang mereka buat sendiri dan rasanya kurang dari apa yang tertulis di kemasannya,” katanya. lewat sini.

 

Pada akhirnya, saran Tan, mengatasi kecanduan gula pada anak memerlukan komitmen kuat dari orang tua dan masyarakat untuk melakukan hal serupa.

Jika orang tua masih lekat dengan makanan yang mengandung gula berlebih, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut dan berikan contoh pada anak agar perlahan-lahan mengurangi ketergantungan terhadap gula.

Jadi jika ibu sangat menyukai coklat dan ayah menyukai kopi dengan rasa yang sangat manis, ada baiknya Anda mengeluarkannya dari lemari es rumah. Karena pepatah ‘Dibutuhkan sebuah desa untuk membesarkan seorang anak’ memang benar, orang tua harus memberikan contoh untuk memastikan bahwa anak-anak mereka berperilaku baik,” pungkas Dr Tan.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *