Mon. May 27th, 2024

Cerita Guru Masa Kini yang Kreatif dan Pernah Viral

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Menjadi guru atau pengajar merupakan pekerjaan yang baik, namun memiliki tantangan tersendiri. Guru tidak hanya harus menghadapi perbedaan kepribadian siswa, tetapi juga harus belajar dengan baik agar siswa mudah memahami informasi dan tidak cepat lelah.

Dalam beberapa tahun terakhir, ada beberapa guru modern yang menjadi populer karena metode pengajarannya yang kreatif, menyenangkan, namun kaya. Salah satunya Abing Santoso, guru tari SMKN 12 Surabaya, Jawa Timur.

Ia viral karena mengajak murid-muridnya menari di kelas. Bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiema Makarima menyambut baik langkah Abinga. Tarian grup tersebut ditampilkan dalam video kedua 59 dan langsung menjadi viral di media sosial. Abing pun punya alasan tersendiri mengajak murid-muridnya menari di kelas.

“Saya melihat situasi dan kondisinya, karena pendidikan mandiri sudah lama dicanangkan, tapi kebanyakan yang terjadi hanya pengawasan. Jadi banyak siswa yang bosan di kelas, malas membaca, tidak nyaman dan tidak menarik,” kata Liputan6. .com pada hari Jumat, 3 Mei 2024.

Abing kerap mengajak murid-muridnya menari saat kelas senggang. Tujuannya agar siswa tidak bosan. Ekspresi kegembiraan terlihat dari para siswa yang diajak menari. Prinsip utama mengajar adalah “Mengelola Sifat Manusia”, seperti mengikuti keinginan peserta didik, namun tetap dibimbing.

“Misalnya, jika mereka berkata: “Pak, kami bosan di dalam kelas – ayo belajar di luar kelas; Saya sebagai guru mengikuti keinginan mereka, namun tetap membimbing mereka dalam menempuh jalur pendidikan,” ujarnya.

Untuk mengatasi permasalahan banyaknya Gen-Z yang selalu membawa ponsel atau perangkat lain untuk memfokuskan pikiran, Abing memanfaatkan perbedaan ini dengan cara yang positif. Mereka membuat konten media (media sosial) yang kreatif seperti apresiasi media sosial, literasi atau penyediaan layanan media sosial secara real-time dan banyak lagi.

Abing percaya bahwa pembelajaran melalui media sosial terus berubah di zaman sekarang ini karena ruang lingkup sangatlah penting. Terkait permasalahan pengajaran, ia mengaku tidak khawatir dengan keadaan dan berusaha melawan setiap permasalahan serta bersyukur karena Tuhan memberikan yang terbaik.

Pria yang bangga sekaligus bahagia karena cara mengajarnya diapresiasi Mendikbud ini, punya pesan khusus bagi mereka yang ingin atau baru mulai menjadi guru.

“Sebagai seorang guru, beliau lebih mengutamakan seleh-semeh-sareh-un sumeh. Kata ini bermakna menghindari takhayul dan sistem pendidikan yang lama dan berbelit-belit, membuat siswa tertarik belajar, membuat pembelajaran menarik, dan membuat siswa nyaman.

Selain Pak Abing, ada juga Tri Adinata yang merupakan guru musik di SMA Al-Azhar Medan, Sumatera Utara. Pria yang akrab disapa Sir Nat dan murid-muridnya ini kerap membagikan apa yang terjadi di kelas saat mengajar di akun Instagram miliknya. Hingga suatu saat menjadi viral setelah netizen membagikan kembali rekaman Tri bersama murid-muridnya membawakan lagu All I Want You milik Kodaline.

Berbagai video di media sosial seakan menjadi contoh bagaimana guru dan siswa dapat terhubung dan bersenang-senang bersama melalui musik. Vokalnya yang jernih juga mendapat banyak pujian, termasuk vokalis Rossa. Meski diminta mengikuti proyek musik tersebut, Nata bertekad untuk terus mengajar dan mengabdi sebagai guru.

Diceritakan Nata kepada matthewgenovesesongstudies.com, Sabtu, 4 Mei 2024, ide pembuatan metode pengajaran ini bermula dari keinginannya untuk menjadi guru yang baik dan selalu mencari cara untuk membahagiakan murid-muridnya dengan mengajak mereka melihat. potensi mereka. .

“Prinsip mengajar saya adalah selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada murid-murid saya, dan saya ingin mereka lebih baik dari saya agar bisa menjadi generasi bangsa Indonesia yang membanggakan,” ujarnya.

Bicara soal pembelajaran melalui media sosial, Nata mengaku hal itu dilakukannya untuk mengedukasi lebih banyak pelajar di Indonesia. Selain itu, diharapkan dapat mendorong lebih banyak siswa untuk menggali potensi yang dimilikinya, khususnya di bidang musik dan nyanyian.

Tak memungkiri, Nata senang karena dirinya bisa viral dan dikenal masyarakat karena bisa memberikan hal-hal atau video yang baik kepada anak muda. Semoga apa yang dibagikannya di media sosial dapat bermanfaat dan menginspirasi generasi muda khususnya mahasiswanya.

“Alhamdulillah, sejauh ini saya merasa menemukan siswa-siswa yang hormat dan baik kepada gurunya. Saya merasa beruntung mempunyai siswa seperti itu,” ujarnya.

Nata juga mempunyai pesan untuk para guru dan calon guru, yaitu melakukan segala sesuatunya dengan sepenuh hati. Mencintai dan merawat siswa sebagaimana kita mencintai anggota keluarga kita.

“Jika kita melihat anak didik kita sebagai keluarga atau bagian dari kita, maka kita akan menjaganya dan belajar dengan sepenuh hati,” tutupnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *