Mon. May 20th, 2024

Cerita Resky, Jemaah Calon Haji Paling Muda dari Embarkasi Makassar

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Reski merupakan Calon Haji (JCH) Grup 1 di Makassar, Sulawesi Selatan yang baru berusia 18 tahun. Ia menggantikan ayahnya, yang meninggal sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Perasaan saya campur aduk soal berangkat haji. Ada perasaan bahagia bisa berangkat haji, tapi ada juga sedih karena harus berangkat haji,” kata Reski di Pendopo Arafa Sudiang. Dikutip dari Asrama Haji, Makassar, Antara, Minggu (12/5/2024).

Ia mengatakan ayahnya sudah mendaftar haji reguler 10 tahun lalu, namun sebelum sempat mendapat panggilan daftar tunggu, ayahnya meninggal mendadak.

Atas kesepakatan keluarga, dialah yang diperintahkan menggantikan ayahnya untuk menunaikan ibadah haji.

Risky juga mengatakan, seharusnya ayahnya berangkat haji bersama ibunya pada tahun 2020. Namun karena pandemi COVID-19, pemberangkatan orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji ditunda.

“Jadi kemarin nunggunya hampir 10 tahun, seharusnya tahun 2020 berangkat tapi karena pandemi COVID-19 ditunda,” jelas gadis muda asal Kota Makassar itu.

Riski yang tergabung dalam Rombongan 1 Embarkasi Makassar dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 16.30 WITA bersama ibunda dan jamaah lainnya.

Rombongan penerbangan pertama (CLOT) jemaah haji asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 01) tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, pukul 08.00 waktu Arab Saudi pada Minggu (12/05/2024). .

Kelompok pertama ini terdiri dari 393 orang, termasuk 79 orang lanjut usia dan 13 orang menggunakan kursi roda.

Kedatangan calon jemaah haji tersebut disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Konsul Haji Nasrullah Jassam dan Kepala Bidang Fungsional Bandar Udara (Daker) Kantor Organisasi Haji (PPIH) Abdillah.

Abdul Aziz dan petugas lainnya menyambut jamaah Indonesia dan memberikan bunga kepada setiap peserta.

Petugas haji juga menyambut baik pertemuan tersebut dan memberikan bantuan cepat. Ada yang meminta jemaah naik bus, menyediakan payung, bahkan mendorong kursi roda.

Melansir Antara, Minggu (5/12/2024), sesaat setelah tiba di bandara, bus berangkat menuju hotel masing-masing di Madinah.

Setibanya di hotel, rombongan kembali disambut dengan menyanyikan salam Badar dan penyerahan bunga kepada jamaah haji Indonesia. Saat beberapa jemaah turun dari bus, emosinya tidak bisa dikendalikan.

Petugas haji yang sudah bersiap sejak pagi di Hotel Abraj Tabah yang merupakan hotel tempat rombongan pertama tiba, langsung mengarahkan jamaah menuju pintu masuk hotel. Jangan lupa minuman hangat dan kurma untuk menyambut Anda.

Calon jamaah haji rombongan pertama akan menginap di Madinah selama 9 hari. Mereka kemudian akan berangkat ke Mekkah untuk menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji.

Abdul Azis, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, mengatakan: “Alhamdulillah kali ini pelayanannya sangat baik.

Setibanya Aziz di Madinah, ia berpesan kepada jamaahnya untuk tidak berusaha terlalu keras dalam beribadah. Apalagi, kata dia, puncak ibadah haji pada masa Armuzna masih jauh. Agar kondisinya tetap prima saat puncak haji.

“Sholatnya boleh-boleh saja, tapi jangan terlalu banyak tenaga fisik yang justru bisa menguras tenaga. Jangan sampai kalau terus Arba’an kita kehilangan tenaga di puncak haji,” jelas Azis. .

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *