Mon. May 20th, 2024

Cuaca Panas Menyengat Akhir-Akhir Ini Picu Peningkatan Kasus Serangan Asma

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia sedang mengalami cuaca yang sangat panas. Hal ini menyebabkan peningkatan kasus asma, kata konsultan spesialis paru Putu Ayu Diya.

“Akhir-akhir ini terjadi peningkatan kasus (serangan asma) pada pasien dewasa di Bali karena kami merawat pasien dewasa, namun kunjungan ke klinik anak juga meningkat.

Selain jumlahnya yang bertambah, Ayu Diya juga semakin banyak mengalami serangan asma. Dalam praktiknya, Ayu Dia banyak melihat kasus serangan asma tingkat sedang hingga berat.

Bahkan ada yang di ICU hingga kasus pasien yang membutuhkan ventilator tiba, kata Ayu Dia.

Lebih lanjut Dia Ayu menjelaskan, pada beberapa orang, serangan asma terjadi pada tingkat yang lebih ringan. Namun bila cuaca panas dan banyak alergen (pemicu alergi) dapat memicu serangan asma yang parah bahkan menyebabkan kematian pada pasien asma.

Jadi kita masih perlu mengetahui peningkatan kasus asma terkait dengan peningkatan suhu udara, lanjut Ayu Dia.

Penderita asma merasa tidak nyaman dalam cuaca panas dan kering

Senada dengan itu, Budhi Antariksa, Ketua Pokja Asma PPOK Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, konsultan spesialis paru Budhi Antariksa, mengungkapkan bahwa penderita asma tidak merasa nyaman saat udara panas dan kering.

“Udara panas bisa menyebabkan asma kambuh atau serangan asma. Jadi, udara kering justru menyebabkan asma dibandingkan udara yang lebih banyak uap airnya,” kata Budhi.

Maka tak heran jika para penderita asma diajak ke pantai. Di sana, udara yang Anda hirup lebih banyak mengandung uap air sehingga membuat pernapasan menjadi nyaman.

Bicara soal cuaca, ini adalah hal yang tidak bisa dihindari. Maka yang bisa dilakukan adalah dengan memodifikasi aktivitas, seperti mengurangi aktivitas luar ruangan pada siang hari.

Misalnya, jika cuaca terlalu panas, kurangi aktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan panas ekstrem, saran Ayu Dia.

Jadi, pada kondisi ini, penderita asma juga bisa meningkatkan imunitas tubuhnya. Caranya dengan istirahat cukup, olahraga, dan melanjutkan pengobatan yang dianjurkan dokter paru.

“Terapi harus dilanjutkan untuk mencegah serangan asma,” lanjut Dia Ayu.

Asma merupakan penyakit kronis pada saluran pernafasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran pernafasan.

“Gejala asma biasanya reversible, dan banyak pasien asma yang tidak mengalami atau menyadari bahwa mereka mengalami serangan asma kecuali mereka mengalami gejalanya,” kata Ayu Dia.

Pada penderita asma, saluran pernafasan menjadi sensitif terhadap berbagai rangsangan seperti alergen, udara dingin, polusi udara atau aktivitas fisik.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *