Tue. Jun 25th, 2024

Daftar Kota di Eropa yang Banyak Copetnya Serta Tips Mencegah Kecopetan Seperti Dialami Adelia Pasha

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Istri Ungu Pasha, Adelia Wilhelmina atau Adelia Pasha mengalami kecelakaan. Pada Jumat, 22 Maret 2024, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-35, istri Ungu Pasha ini kehilangan dompetnya usai berlibur di Paris, Prancis.

Adelia mengalami kecelakaan di Galerie Lafayette Paris Haussmann, sebuah toko merek fashion ternama. “Sungguh menyedihkan, di hari ulang tahunku aku kehilangan tas, ponsel, semua kartuku. Untungnya, aku punya ponsel, yang merupakan penyelamat hidup. Jika kamu ingin berakting, tulislah kepadaku. . Sepertinya aku’ aku masuk ke akun Instagram story @adelipasha, tulisnya, semoga berhasil, aku tidak lulus ujian, apakah aku menyontek, apakah aku kehilangan barang?

Ungu Pasha mengatakan, kasus yang menimpa istrinya telah dilaporkan ke polisi setempat dan kini sedang ditangani. Pasha pun memperingatkannya untuk lebih berhati-hati di Paris.

Eropa dikenal sebagai tujuan wisata favorit wisatawan di seluruh dunia. Negara-negara Eropa memiliki bangunan bersejarah yang indah dan wisata alam yang menakjubkan

Meskipun peradaban telah meningkat, banyak negara di Eropa yang tampaknya memiliki tingkat kejahatan yang tinggi. Wisatawan adalah korban pencurian yang paling umum, terutama jika mereka membawa barang-barang berharga seperti ponsel, uang tunai, kamera, atau bahkan laptop. Barang-barang tersebut kerap menjadi sasaran para pencuri atau pencopet yang memanfaatkan kecerobohan wisatawan.

Menurut para ahli dari agen perbandingan perjalanan Cotejon, yang menciptakan Indeks Penipuan Eropa, destinasi di Eropa yang paling banyak pencopetnya adalah Paris di Prancis, Roma di Italia, dan Barcelona di Spanyol. Praha di Republik Ceko, Athena di Yunani, Madrid di Spanyol, Milan di Italia, Lisbon di Portugal, Amsterdam di Belanda, dan Budapest di Hongaria juga patut untuk dikunjungi.

Pencuri biasanya bekerja dalam kelompok yang melakukan suatu tindakan untuk mengalihkan perhatian turis dan kemudian pasangannya dengan cepat mencuri barang milik turis tersebut. Wisatawan perlu mewaspadai tren kejahatan untuk memastikan perjalanan yang aman dan menyenangkan Halaman Zoomlight Diluncurkan Selasa 26 Maret 2024 Bagaimana menghindari menjadi korban penipuan atau pencopet saat menjelajahi Eropa

1. Lakukan riset sebelum Anda pergi

Garis pertahanan pertama melawan penipuan Sebelum memulai petualangan di Eropa, telitilah penipuan umum di negara yang ingin Anda kunjungi. Mengetahui tentang penipuan lokal setidaknya dapat membantu Anda mengidentifikasi potensi ancaman dan waspada terhadap situasi yang tidak biasa.

Saat memesan perjalanan atau aktivitas, carilah operator tur yang bereputasi dan berlisensi. Wisatawan biasanya selalu diminta untuk curiga dan berhati-hati

Hindari membeli tiket atau layanan dari pedagang kaki lima atau sumber online yang tidak terverifikasi Penipu sering kali menjual tiket palsu ke tempat wisata populer, sehingga menyebabkan frustrasi dan kerugian finansial

3. Hati-hati di ATM

Kita perlu berhati-hati dalam menggunakan ATM, khususnya di bidang pariwisata. Alat skimming merupakan alat yang umum digunakan oleh pencuri untuk menangkap rincian kartu. Pilih ATM yang berlokasi di lokasi yang terawat dan aman, tutupi keypad saat memasukkan PIN dan masukkan kartu. Periksa mesin untuk lampiran mencurigakan sebelumnya

4. Waspada terhadap pencopet

Pencopetan adalah masalah umum di banyak kota di Eropa, terutama di kawasan wisata yang sibuk Amankan barang-barang Anda dengan ransel, ikat pinggang atau kantong leher Hindari menyimpan barang-barang berharga di kantong yang mudah dijangkau dan terbuka. Waspadai lingkungan sekitar Anda, terutama di pasar yang sibuk, transportasi umum, dan tempat-tempat populer lainnya. tempat wisata

Pengemudi taksi yang tidak bermoral dapat mengambil keuntungan dari wisatawan dengan mengambil rute tambahan atau mengenakan harga selangit. Gunakan perusahaan taksi yang memiliki reputasi baik, sepakati tarif sebelum memulai perjalanan dan, jika memungkinkan, gunakan aplikasi berbagi tumpangan yang menawarkan harga transparan. Hindari menerima orang yang melakukan pendekatan agresif di tempat wisata populer

6. Waspada terhadap bantuan yang tidak diinginkan

Terkadang mereka melakukan penipuan yang tidak diminta, seperti memberikan arahan atau membantu Anda mengambil foto. Meski banyak orang yang sangat membantu, berhati-hatilah dan tolak bantuan jika Anda merasa tidak nyaman.

7. Waspadalah terhadap penduduk lokal yang terlalu ramah

Meskipun Eropa terkenal dengan masyarakatnya yang ramah, waspadalah terhadap orang-orang yang terlalu ramah atau datang dengan cerita yang rumit. Penipu sering kali menggunakan teknik pengalih perhatian atau cerita sedih saat kaki tangannya mencoba mencuri barang. Tolak dengan sopan percakapan panjang dengan orang asing, terutama di tempat terpencil atau ramai.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *