Wed. May 22nd, 2024

Ekonomi Global hingga Sumber Pertumbuhan Indonesia Bakal Jadi Sorotan di Mandiri Investment Forum 2024

Liputan.com, Jakarta – Ika Fitria, Direktur Treasury dan Perbankan Internasional Bank Mandiri, mengatakan perlambatan perekonomian Tiongkok dan berbagai dinamika geopolitik, termasuk perang, akan berdampak pada dunia. Ketegangan di berbagai bidang

Sejauh ini perekonomian Indonesia sangat stabil dan pertumbuhannya terjaga di kisaran 1 persen. Mandiri Investment Forum (MIF) 2024 pada 4-8 Maret 2024 akan membahas banyak isu terkini terkait perkembangan ekonomi global, termasuk Indonesia.

Dalam jumpa pers virtual, Rabu (21/2/2024), ICA menyampaikan pada MIF tahun ini kita akan membahas prospek perekonomian masa depan dan sumber pertumbuhan penting bagi Indonesia.

ICA menjelaskan, sektor manufaktur menjadi sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, disusul sektor pertanian dengan kontribusi terbesar kedua.

Namun pascapandemi, kontribusi sektor manufaktur kemungkinan akan menurun dari saat ini 20 persen menjadi 18 persen. Bank Mandiri memproyeksikan perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,06 persen pada tahun 2024.

Senada, Kepala Ekonom Bank Mandiri Andriy Asmoro juga menyoroti kinerja perekonomian Indonesia yang tetap stabil pada tahun 2023.

“Hal ini mencerminkan terbatasnya konsumsi masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Berdasarkan Mandiri Expenditure Index (MSI), tabungan masyarakat berpendapatan rendah terus menurun sehingga mengurangi aktivitas konsumsi.”

Oleh karena itu, pemerintah berperan dalam menjaga daya beli konsumen, misalnya dengan mempercepat belanja untuk stimulus ekonomi atau insentif perpajakan.

Ia menambahkan, “Dengan fundamental perekonomian dalam negeri secara keseluruhan, kami memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh sebesar 5,06 persen pada tahun ini.”

Mandiri Investment Forum (MIF) yang dikenal sebagai forum investasi tahunan terbesar di Tanah Air rencananya akan digelar selama lima hari mulai 4 Maret 2024 hingga 8 Maret 2024.

Tahun ini, acara andalan MID, Macro Day, akan diadakan dalam mode hybrid pada tanggal 5 Maret 2024, dengan perkiraan jumlah peserta melebihi 20.000 orang.

Sejumlah isu strategis akan dibahas saat menjadi tuan rumah MIF ke-13 tahun ini, salah satunya terkait prospek keuangan Indonesia di tengah tahun pemilu global atau tahun super pemilu.

Diumumkan juga bahwa MIF 2024 akan dihadiri oleh berbagai tokoh di bidang keuangan, antara lain Menteri Keuangan Shri Muloni Indravati, Menteri BMN Eric Thohir, Asisten Profesor Ilmu Politik Stanford University Orina Skyler, dan Profesor Ekonomi. Universitas Berkeley Maurice Osfield dan pakar internasional lainnya

Pada ajang MIF 2024, Mandiri Securitas diperkirakan akan dihadiri oleh 200 investor dari berbagai negara antara lain Singapura, Hong Kong, Malaysia, Thailand, dan Amerika Serikat melalui site visit dan company day. Sekitar $12 triliun

Diberitakan sebelumnya, PT Mandiri Securitas memperkirakan pasar Indonesia akan melihat aliran dana masuk atau keluar sebesar $10 juta pada tahun 2024. Bank of America (AS), Federal Reserve (Fed).

Dalam Economic and Market Outlook 2024 Senin (29/1/2024), Chief Economist PT Mandiri Securitas Rangga Sipta mengatakan, “Kami melihat kemungkinan sekitar US$10 miliar tahun ini jika The Fed memangkas suku bunga.”

Dalam perhitungannya, Rangga memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 125 basis poin (bps) pada tahun ini yang dilakukan secara bertahap. Secara historis, aliran masuk uang asing ke pasar modal Indonesia cenderung melambat.

“Secara historis, aliran portofolio mungkin bisa masuk sebelum penurunan suku bunga, kami memperkirakan pasar akan melakukan penyesuaian dan biasanya akan ada sinyal penurunan suku bunga terlebih dahulu sebelum penurunan suku bunga The Fed,” kata Renga.

Meski begitu, Renga mengaku belum bisa memprediksi secara pasti kapan sebenarnya The Fed akan mengumumkan penurunan suku bunga.

Namun Mandiri Securitas memperkirakan kuartal II dan kuartal III 2024 akan terjadi aliran masuk uang asing dalam jumlah besar. Secara keseluruhan, Mandiri Securitas memproyeksikan inflasi akan tetap konstan pada kisaran 3,2 persen pada tahun 2024 dan Bank Indonesia (BE) akan mempertahankan suku bunga. Penurunan sebesar 75 bps menjadi 5,25 persen dan nilai tukar rupiah diperkirakan menguat hingga rata-rata Rp 14.900 pada triwulan I tahun 2024, namun dipengaruhi oleh volatilitas keuangan global.

Diberitakan sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan pada tahun 2024 terdapat kemungkinan adanya kerja atau pembelian bersih dari investor asing. Sebab, kinerja penjualan bersih investor asing bergantung pada kondisi global.

Ketua Dewan Komisioner OJC Mahendra Siregar mengatakan sentimen global akan mempengaruhi posisi investor asing dalam memilih beli atau jual. Misalnya, aktivitas jual yang relatif tinggi pada pertengahan tahun lalu, namun pada akhir tahun investor asing kembali mencatatkan aktivitas beli di pasar modal.

“Kalau kita lihat pada fase 2023, pertengahan tahun menunjukkan arah jual yang tinggi, namun di akhir tahun returnnya adalah beli, namun investor internasional mempertimbangkan atau memperkirakan situasi global akan lebih stabil. , untuk situasi net buy investor residensial, Mahendra saat ditemui di Jakarta, Selasa (2/1/2023), mengatakan peluangnya akan lebih besar.

Selain itu, investor dalam negeri juga perlu ditingkatkan, ujarnya. Sebab, jumlah investor dalam negeri masih sedikit dibandingkan potensi yang sangat besar

Ia mengatakan, “Tapi dari apa yang disebutkan dalam teks, asumsi dasarnya adalah investor dalam negeri perlu ditingkatkan. Meski sudah mencapai rekor lebih dari 12 juta, namun potensinya masih rendah.”

OJK menyebutkan kunci utama peningkatan jumlah investor domestik di pasar modal adalah integritas, kredibilitas, dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) serta perlindungan konsumen bagi pelaku pasar modal Indonesia.

Jumlah investor di pasar modal Indonesia kini berjumlah 12,16 juta orang, atau meningkat 5 kali lipat dalam 4 tahun terakhir, dengan mayoritas didominasi oleh investor berusia di bawah 40 tahun.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *