Thu. May 23rd, 2024

Gapasdap Soroti Kebakaran Kendaraan Listrik di Kapal Feri, Kemenhub Buat SOP Pengangkutan

matthewgenovesesongstudies.com, Surabaya – Kepala Dinas Perindustrian dan Tarif Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Perahu (Gapasdap), Rachmatica Ardiyanto mengatakan, pihaknya seharusnya memberi penekanan pada peristiwa maraknya produksi kendaraan listrik. Itu dibawa dengan kapal yang memiliki efek berbahaya karena tidak mudah terbakar.

Mirip dengan kebakaran yang terjadi baru-baru ini, ada dua kebakaran yang disebabkan oleh truk pengangkut kendaraan listrik di Pelabuhan Merak – Bakauheni” Rachmat di Surabaya, Sabtu (9/3/2024) matthewgenovesesongstudies.com .

Menurut Rachmat, menurut perusahaan manufaktur Tesla, jika kendaraan listrik ini terbakar maka harus ditempatkan atau direndam dalam air tawar sebanyak 45 ton, karena jika kendaraan listrik tersebut terbakar maka akan terjadi ledakan yang sangat besar.

“Dan kalau ada kebakaran di kapal tidak mungkin bisa diobati karena hanya hidran yang menyemprotkan air ke kapal dan yang digunakan air laut,” ujarnya.

Rachmat mengatakan, pihaknya belum mengetahui apakah alat penyiram air laut itu mampu memadamkan api yang dipicu mobil listrik tersebut.

“Seharusnya menjadi tugas pemerintah untuk menyelidiki masalah ini secara menyeluruh,” katanya.

Lebih lanjut, lanjut Rachmat, masyarakat kini sudah menggunakan mobil listrik, sepeda motor listrik, dan sepeda motor listrik. Hal inilah yang membuat Gapasdap takut membawa kendaraan tersebut.

“Jika kendaraan listrik atau kendaraan listrik diangkut dengan truk, tidak ada tanda apa pun yang menempel pada kendaraan tersebut,” ujarnya.

Menurut Rachmat, pihaknya belum bisa mengidentifikasi dan mengobatinya karena tidak ada indikasi yang diangkut adalah kendaraan listrik.

“Jika kendaraan listrik mempunyai tanda atau perbedaan, kita dapat menempatkan kendaraan listrik di tempat yang aman dan tidak membahayakan kendaraan atau penumpang lain,” ujarnya.

Gapasdap dan otoritas pelabuhan menjelaskan, pemerintah harus segera mengeluarkan peringatan kendaraan listrik untuk memeriksa kendaraan berbahaya yang diangkut dengan perahu.

“Sama seperti transportasi udara, bandara juga memiliki alat rontgen untuk mengidentifikasi barang berbahaya seperti power bank yang berkapasitas banyak,” ujarnya.

“Jika hal ini tidak segera diketahui atau diumumkan, mobil listrik bisa terbakar dan meledak sehingga membahayakan transportasi baik kapal, kereta api, atau pesawat,” kata Rachmat.

Misalnya, kapal pengangkut mobil Jerman-AS MV Felicity Ace menenggelamkan 4.000 kendaraan listrik (281 EV) dan MV Fremantale di Amsterdam membawa 2.857 kendaraan listrik (25 EV) dan sedang dikonsumsi. .

“Mobil listrik ini dibuat oleh pabrikan seperti Porsche dan mobil mewah lainnya, namun tetap bisa dikendarai dan dibakar,” ujarnya.

Ketua KNKT Surianto sebelumnya menjelaskan pentingnya pengaturan mitigasi risiko dalam pelaksanaan pengisian kendaraan listrik dengan menghitung klaim asuransi.

Menurut dia, produksi kendaraan listrik sebenarnya sudah lolos uji sedimentasi di air tawar. Namun kondisi air tawar berbeda dengan air laut yang bersifat sangat konduktif dan dapat menyebabkan korsleting pada aki mobil listrik. Ledakan terjadi setelah pelarian termal.

“Harusnya semua kendaraan ada garansi product liability, hal ini harus didiskusikan dengan pihak perusahaan kendaraan,” kata Surianto beberapa waktu lalu di Surabaya.

Pengurangan ini diperlukan untuk menguji sistem manajemen keselamatan ke tingkat risiko yang sesuai. “Pemerintah juga harus mengambil langkah-langkah mitigasi,” kata Surianto.

Kendaraan listrik dikatakan empat kali lebih mungkin terbakar dibandingkan kendaraan konvensional. “Biasanya jika terjadi kebakaran pada kendaraan berbahan bakar bensin, yang perlu dilakukan hanyalah menyemprotnya dengan air laut,” kata Surianto.

Saat ini belum diketahui apakah mobil listrik akan aman jika pengendalian api menggunakan air laut atau efek lainnya. Jika Anda menggunakan air simpanan dalam situasi di mana terdapat pelepasan tegangan tinggi, masalah pembangkitan dan pemadaman listrik dapat terjadi.

“Kami berharap pemerintah mengambil tindakan sebelum hal ini terjadi, apalagi saat ini kendaraan hidrogen mulai ramai dibicarakan,” kata Surianto.

Surianto berharap GapsDap dapat membuat pedoman keamanan charger mobil listrik. Salah satunya berdasarkan EMSA (Badan Keamanan Maritim Eropa) dan Departemen Perkapalan AS ABS.

Panduan ini akan menjadi acuan kargo seluruh kapal di Indonesia. Apalagi tren penjualan kendaraan listrik di Indonesia sangat tinggi.

“Hari ini kami mohon teman-teman GapsDap untuk membimbing kami, termasuk pelatihan SOP bagi personel kapal. Kita bisa mengambil contoh sebanyak-banyaknya dari Jepang, Australia, Eropa, dan Amerika,” ujarnya.

Surianto menegaskan, masyarakat kelautan harus melakukan kajian ilmiah mendalam yang melibatkan perguruan tinggi dan organisasi penelitian terkait bahaya kendaraan listrik.

“Kemudian buatlah latihan tanggap darurat dan SOP khusus untuk masing-masing kapal,” ujarnya.

Direktorat Angkutan Sungai, Danau, dan Perahu Seamaster dan Koordinator Konservasi Wahudi mengaku menyambut baik rancangan FGD yang dicanangkan Gapasdap di Surabaya.

“Dalam FGD ini kami ingin memberikan informasi perkembangan yang dicapai inspektur,” kata Wahyudi.

Pihaknya tahu, operator kapal menginginkan aturan yang lebih ketat. Sebab hingga saat ini pengguna belum melaporkan kepada operator pelayaran berdasarkan berbagai kasus saat mengangkut barang kendaraan listrik.

Oleh karena itu, pengelolaan kapal, penempatan kendaraan listrik di kapal tidak sesuai SOP. Dalam forum tersebut kami tekankan agar seluruh pemangku kepentingan mulai dari pelayaran hingga operator pelabuhan menjalankan tugasnya dengan baik, kata Wahudi.

“Kemenhub siap segera menyiapkan SOP sesuai cetak biru yang disiapkan Gapasdap,” ujarnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *