Fri. Jun 14th, 2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Gunung Lewotobi Laki yang terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, ditingkatkan statusnya dari Waspada (Level II) menjadi Waspada (Level 3) pada Senin (10/6/2024). 09.00 WIB.

Ketinggian Gunung Lutobi Laki resmi diumumkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) setelah aktivitas vulkanik meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan laporan PVMBG, peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lutobi Laki disebabkan oleh gempa vulkanik dalam, gempa vulkanik dangkal, serta gempa dan longsor yang sering terjadi.

Selain itu, teramati adanya aliran lahar ke arah timur laut dengan tren stabil dan tidak ada pergerakan signifikan serta aliran lahar tersebut berjarak sekitar 4.340 meter dari pusat kawah Gunung Liutobi Laki-Laki yang ada.

PVMBG meminta masyarakat dan pengunjung serta wisatawan di sekitar Gunung Lutobi Laki untuk tetap berada dalam radius 3 km dari pusat gempa dan 4 km arah utara-timur laut dan 5 km ke arah timur laut. .

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mempercayai rumor yang datang dari sumber yang tidak jelas dan jika terjadi hujan mewaspadai hujan deras di sungai yang mengalir dari puncak Lutobi Laki. 8 desa terkena dampaknya.

Sebanyak 8 desa di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak abu vulkanik letusan Gunung Lutobi Laki.

Terdapat 8 desa yaitu Desa Dulipali, Desa Hok Kengjaya, Desa Nakok, Desa Boru, Desa Pulole, Desa Prepadak, Desa Katanlu, dan Desa Prep Nowokot. Anggota Evelina Halan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Perhubungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, mengatakan pemerintah daerah telah berupaya menguranginya dengan membagikan masker kepada masyarakat.

“Pemerintah daerah telah membagikan masker kepada masyarakat terdampak abu di Wolanggitang,” kata Evelina.

 

Ibu Evelina mengatakan, belum ada rencana untuk mengevakuasi korban di 8 desa.

Namun jika kondisi pegunungan meningkat dari normal menjadi peringatan, pemerintah daerah akan melakukan tindakan preventif untuk mengantisipasi dampaknya.

BPDB mengimbau masyarakat untuk terus memakai masker dan alat pelindung diri lainnya serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

“Kami mengimbau warga setempat untuk tetap memakai masker atau alat pelindung diri lainnya untuk menghindari bahaya abu vulkanik,” ujarnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *