Mon. May 27th, 2024

Hari Buruh 1 Mei, Ini Deretan Pahlawan Buruh Nasional

matthewgenovesesongstudies.com, Yogyakarta – Hari Buruh atau May Day diperingati setiap tanggal 1 Mei. Peringatan ini merupakan kesempatan penting untuk menghormati dan mengenang perjuangan kaum buruh melawan pelanggaran hak-haknya.

Kutipan Hari Buruh dari berbagai sumber terkait gerakan buruh abad ke-19 di Amerika Serikat. Tindakan tersebut memerlukan hak-hak pekerja, salah satunya adalah waktu kerja minimal 8 jam per hari.

Indonesia juga menjadi tempat terjadinya konflik perburuhan di banyak belahan dunia. Sejumlah orang telah memainkan peran penting dalam semua gerakan buruh di masa lalu. Pada tanggal 1 Mei 2022, Partai Buruh bersama beberapa serikat pekerja menganugerahkan gelar Pahlawan Buruh Nasional kepada keempatnya.

Inilah pahlawan nasional.

1. Marsinach

Wajah Marsinah sudah tidak asing lagi di kalangan aktivis. Citranya populer dalam gerakan buruh pabrik jam tangan bernama PT Catur Putra Surya (PT CPS) di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Marsina memimpin demonstrasi 3-4. Mei 1993. Pada tanggal 5 Mei 1995, Marsina dinyatakan hilang setelah mengirimkan surat keberatan. Jenazahnya ditemukan tiga hari kemudian di tepi hutan jati Wilangan, Kecamatan Jegong, Kecamatan Wilangan Nganjuk.

Hingga saat ini Marsinah masih dikenang sebagai pahlawan buruh nasional. Ia juga menerima Penghargaan Yap Thiam Hien pada tahun 1993 atas karyanya.

2. Yakub Nuwa Wea

Jacob Nuwa Wea menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Migrasi (Menakertrans) pada periode 2001-2004. Ia merupakan menteri tenaga kerja dan imigrasi pertama dari kalangan buruh.

Awalnya, Jacob menjabat sebagai Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sejak tahun 2000. Hingga Presiden Megawati mengundurkan diri sebagai menteri pada tahun 2001.

Salah satu prestasinya adalah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jacob Nuwa Wea meninggal dunia pada 9 April 2016 akibat penyakit stroke.

3. Muchtar Pakpahan

Muchtar Pakpahan adalah seorang pekerja Indonesia yang mendirikan serikat pekerja independen pertama di Indonesia, DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia. Citranya mulai diperjuangkan banyak buruh sejak masa Orde Baru.

Muchtar Pakpahan bekerja sebagai pengacara pada tahun 1978 dan menjadi pengacara pada tahun 1986. Saat itu, Muchtar bahkan memberikan konsultasi hukum gratis.

Atas upayanya memperjuangkan upah yang lebih tinggi bagi pekerja, Muchtar telah menerima berbagai penghargaan hak asasi manusia internasional. Pada tahun 2003, ia meninggalkan Serikat Buruh dan mendirikan Partai Buruh Sosial Demokrat.

Ia meninggalkan partai tersebut pada tahun 2010 dan memutuskan untuk fokus pada firma hukumnya Muchtar Pakpahan Associates dan mengajar di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI). Muchtar Pakpahan meninggal dunia pada 21 Maret 2021 karena penyakit kanker.

4. Thamrin Mosii

Thamrin Mosii merupakan salah satu pendiri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Beliau merupakan mantan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Thamrin Mosii yang banyak terlibat dalam gerakan buruh di Indonesia bekerja sebagai karyawan di PT Panasonic Manufacturing Indonesia pada tahun 1971-2002. Saat itu, ia mendirikan serikat pekerja lokal dan menjadi presiden Panasonic Corporation pada tahun 1978. Thamrin Mosii meninggal dunia pada Hari Raya Idul Fitri 1433 H, yakni 19 Agustus 2012.

(Rela)

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *