Sun. Jun 16th, 2024

HEADLINE: Pilkada Jakarta Bertabur Bintang, Siapa Kandidat Terkuat?

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Perayaan Pilkada Jakarta masih delapan bulan lagi. Atau lebih tepatnya November 2024. Namun cuaca mulai terasa hangat. Sejumlah nama mulai beredar di kalangan masyarakat. Bukan orang biasa, melainkan sosok ternama di dunia politik.

Pilkada 2024 di Jakarta diprediksi akan menjadi pertarungan sengit, misalnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang keluar dari Partai Golkar. Lalu ada nama besar Ahok alias Basuki Tyahaya Purnama dari PDI Perjuangan.

Lalu ada nama Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta dan mantan calon presiden yang diunggulkan Partai NasDem untuk kembali bertarung di Jakarta pada 2024.

Tak hanya itu, nama-nama beken seperti Mardani Ali Sera dan Sohibul Iman dari Partai Keadilan Progresif (PKS) juga memprediksi Pilkada 2024 di Jakarta akan berlangsung penuh warna.

Benar atau tidaknya nama-nama tersebut tergantung amanah partai politik. Tentu saja, sebelum mengajukan calon, sebuah partai politik harus terlebih dahulu melihat jagoannya bersaing di kancah pemilu daerah.

Uyang Komarudin, pengamat politik Universitas Al-Azhar, memperkirakan ada beberapa faktor yang menentukan siapa calon terkuat dalam pilkada.

“Yang paling umum ada tiga hal. Pertama, popularitas. Kedua, pilihan. Ketiga, isi tas. Kekuatan di dalamnya. Berapa banyak pilihan, berapa banyak popularitas, berapa banyak yang ada di dalam tas. Itu harus diukur. ,” dia berkata. Ujang – matthewgenovesesongstudies.com, Selasa (20 April 2024).

“Yang paling penting adalah pemilihan dan isi tasnya. Karena seleksi itu soal seleksi. Lalu, begitu terpilih, harus dilakukan berdasarkan berapa banyak yang ada di dalam tas,” tambah Uyan.

Sebab, sejauh ini belum ada organisasi terpercaya yang melakukan survei terhadap calon Pilkada Jakarta 2024, sehingga belum bisa diketahui siapa yang terkuat.

“Saat ini kita belum bisa mengukur peluang menang karena tidak ada popularitas dan pemilihan oleh organisasi riset yang obyektif,” kata Uyan.

Pada Pilkada 2024 di Jakarta, hampir tidak ada partai politik yang bisa mengusung calon gubernur dan wakil gubernur. Belum ada partai politik yang meraih 20 persen kursi DPRK.

Pemenang Pemilu Legislatif Jakarta 2024, Partai Keadilan Progresif (PKS), hanya meraih 18 persen atau 1.012.028 suara. Oleh karena itu, syarat mutlak untuk dapat mengajukan calon adalah semua partai politik harus berkoalisi.

Uyang Komarudin meyakini koalisi mampu bersaing di Pilkada Jakarta 2024. Namun, Ujang menilai koalisi kali ini akan dinamis di Pilkada Jakarta. Pada Pilpres 2024, koalisi 01, 02, dan 03 dinilai tidak relevan di Pilkada Jakarta 2024.

“Saya lihat itu dinamis. Lintas koalisi. Saya tidak bisa bilang kalau di Pilpres, nanti di Pilkada DKI bisa bersatu atau tidak. Semua cair. Semua bisa lewat koalisi. 01, 02, 03. Katanya koalisi 01. Koalisi ini sudah runtuh. Sekarang berubah dan dinamis. Hal ini tergantung pada kepentingan,” kata Zhang.

Selain itu, Ujang menilai peta politik sangat dinamis. Selain itu, sejauh ini belum ada organisasi yang melakukan pemungutan suara pada Pilkada 2024 di Jakarta.

. apakah pemilu itu menarik atau tidak,” kata Uyan.

Menurut Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Adi Prayitno, sejauh ini semua pihak sedang melakukan investigasi. Mengenai seleksi calon dan komunikasi antar partai politik.

“Pendaftarannya masih Agustus, tapi sudah muncul nama-nama besar seperti Ani, RK, Ahok, Risma dan lain-lain. Tapi tidak menutup kemungkinan ada nama-nama di luar dugaan, seperti Gerindra yang akan mengusung sendiri kadernya dari pemenang Pilpres. Misalnya Rahai Saraswati yang berpotensi maju di Jakarta 30 2024.

Meski bukan Ibu Kota Negara, Jakarta tetap menjadi magnet bagi para elite politik. Partai politik dan elitenya diyakini siap berebut tahta di Jakarta.

Ujang menilai Jakarta menjadi magnet karena masih menjadi pusat ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan. Tak hanya itu, anggaran pemasaran yang besar juga menjadi daya tariknya. Jakarta juga merupakan kota internasional.

“Proses transisi IKN lama. Di IKN tidak ada pilkada. Jadi minta pilkada di DKJ. Jakarta masih magnet,” kata Uyan.

Selain itu, menurut Uyang, Jakarta biasanya menjadi tempat persinggahan pertama para politisi untuk berkiprah di kancah nasional, salah satunya calon presiden. “Orang yang terpilih sebagai gubernur bisa menjadi calon presiden pada tahun 2029,” kata Uyan.

Senada dengan itu, Adi Prayitno menilai Jakarta kini menjadi magnet bagi partai politik dan elite.

Pilkada Jakarta pasti seru. Jakarta akan terus menjadi episentrum dan barometer politik karena Jakarta akan terus menjadi magnet dan pusat perhatian politik. Wajar jika semua pihak ingin maju dan menang. Adi.

NasDem lebih memilih Anies Baswedan

Partai NasDem mengusung Anies Baswedan untuk maju di Pilkada Jakarta. Meski memiliki beberapa kader, mantan calon presiden nomor urut 01 itu tetap mendapat tempat istimewa di Partai NasDem. 

“Iya prioritasnya Mas Anies, prioritasnya. Yang satu lagi Ahmed Sahroni. Ada Vibi Andrino. Setelah itu yang lain, kita lihat nanti. PKS juga punya nama, PKB juga punya nama. Nanti kita duduk bersama-sama,” kata ketua.

Namun Willy mengatakan semua tergantung Anies. Menurut Wiley, NisDem akan memutuskan apakah mereka siap mengikuti Pilkada 2024 di Jakarta.

Jadi, apapun keputusan yang diambil Mas Ani, kami dukung. Karena itu bagian dari politik Jakarta dan nasional. Kita lihat sikap Mas Ani, kata Wiley.

Ditemui di kediaman Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa, 30 April 2024, Anies mengaku perlu istirahat dan mempersiapkan diri sebelum memutuskan langkah selanjutnya. Termasuk isu terkait Pilkada Jakarta 2024.

“Semua tentang langkah selanjutnya, istirahat sejenak. Jeda, bereskan dulu, tutup buku, cuci babi, nanti kita lakukan,” kata Anies.

Golkar melahirkan Ridwan Kamil

Ketua Umum Partai Golkar Aerlanga Hartarto telah menunjuk beberapa kadernya untuk menjadi calon utama daerah pada Pilkada 2024. Salah satunya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Golkar (di Jakarta) selalu kita persiapkan, mau Ridwan Kamil, Pak Zaki, atau PK Erwin Aksam, Partai Golkar siap,” kata Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Senin malam, 15 April 2024 kepada Aerlang.

Sementara Ridwan Kamil belum mau move on dari partai. Maju atau tidaknya dia dalam Pilkada di Jakarta bergantung sepenuhnya pada Partai Golkar.

“Iya, belum ada keputusan. Kita lihat kapan waktunya. Agustus masih banyak waktu untuk mendaftar,” kata Ridwan Kamil.

Partai Perjuangan Indonesia (PDIP) juga melatih pengurusnya untuk ikut memperjuangkan Jakarta. Sejumlah nama yang akan dirilis antara lain mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tyhaya Purnama alias Ahok, Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan Menteri Negara Penguatan Instrumental dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar Anas.

Tidak berhenti sampai di situ, mantan Panglima TNI (r.

Ya, masih dalam proses seleksi, bisa saja Risma, Ketua DPR DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, termasuk Azwar Anas, kata Sekretaris PDIP DKI Jakarta Pantas Nainggolan, Jumat, 26 April 2024.

Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih calon gubernur Jakarta. Berawal dari komitmen terhadap ideologi Pancasila, menjadi peluang untuk memilih keharmonisan dalam membangun masa depan Jakarta.

Ada beberapa hal tersembunyi di DKI Jakarta yang patut menjadi fokus pemimpin masa depan, ujarnya.

Partainya diperkirakan akan mengumumkan nama calon umumnya pada Mei 2024.

“Kami akan menunjuk personel terbaik yang lebih bertanggung jawab,” kata Pantas.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *