Thu. Jun 20th, 2024

IHSG Dibuka Melemah pada 5 Maret 2024, Mayoritas Sektor Saham Terbakar

By admin May26,2024 #IHSG #Pembukaan IHSG #Saham

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis pada awal sesi perdagangan Selasa (5/3/2024). IHSG sempat menghijau pada awal perdagangan, namun dengan cepat berpindah ke zona merah setelah 5 menit perdagangan.

Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka pada level 7.274,90. Pukul 09.12 WIB. Indeks LQ45 naik 0,16 persen menjadi 982,79. Sebagian besar indeks saham melemah.

Pada awal perdagangan, IHSG sempat mencatatkan level tertinggi 7.305,44 dan terendah 7.266,72. Sebanyak 226 saham melemah dan 161 saham menguat. Selain itu tersisa 228 unit.

Diperdagangkan sebanyak 120.518 lembar saham dengan volume perdagangan 1,7 miliar lembar saham. Harga hariannya Rp 955,7 miliar. Terhadap rupee, dolar AS berada di kisaran 15.749.

Sebagian besar sektor saham (IDX-IC) melemah. Sedangkan sektor keuangan menguat 0,32 persen, sedangkan sektor teknologi bertambah 0,19 persen.

Namun sektor keuangan non-siklis mengalami penurunan sebesar 0,38 persen, sektor kesehatan sebesar 0,31 persen, sektor siklis sebesar 0,29 persen, dan sektor real estate sebesar 0,45 persen.

IHSG menguat 0,5% pada akhir perdagangan Senin lalu, menurut Ashmore Research. Pelemahan IHSG disebabkan investor masih bersikap hati-hati dalam mengantisipasi stimulus baru pasca pemilu.

Di industri perbankan, bank-bank besar memberikan tekanan pada indeks. Saham BBRI turun 1,2%, saham BBCA turun 0,8%, dan saham BBNI turun 0,4%.

Sementara itu, sektor seluler stabil, dengan ISAT naik 0,9%, membangun momentum berdasarkan ekspektasi pendapatan minggu lalu. Saham TLKM pun menguat 0,5% dan EXCL melemah 0,7%.

Di sektor komoditas, saham batubara memimpin kenaikan, saham logam PTBA menguat 4,3%, saham ADRO menguat 2% dan INCO melemah 0,3%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mungkin diperdagangkan disesuaikan pada Selasa (5/3/2024). IHSG akan terlebih dahulu mengecek posisi 7.202-7.234.

IHSG melemah 0,48 persen menjadi 7.276 karena aksi jual yang kuat, termasuk koreksi moving average (MA) 20 hari.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan posisi IHSG berada di awal wave c wave (ii), artinya IHSG terus terkoreksi menguji 7.202-7.234 terlebih dahulu.

“Jika IHSG mampu bertahan pada support di 7.197, kemungkinan IHSG akan terdorong lebih jauh untuk menguji resistance 7.370-7.403 di Red Label,” kata Harditya dalam analisanya.

Harditya mengatakan, IHSG berada pada support 7.197,7,099 dan resistance 7.370,7,403 pada perdagangan Selasa pekan ini.

Sementara itu, Analis PT RHB Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi mengatakan, seiring terlihat IHSG menembus support garis MA20 dan volume, maka berpeluang menguji support garis MA50.

“Tetapi jika garis MA20 kembali tembus, ada peluang untuk menguji resistance garis MA5.”

Ia mengatakan, level pergerakan IHSG saat ini berkisar pada 7.200-7.400.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas, IHSG memiliki kisaran percobaan dengan level support dan resistance di 7.250-7.350.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS).

Wafi saat ini memiliki saham di PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ), dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *