Fri. Jun 14th, 2024

IHSG Tinggalkan Posisi 7.300 pada 20-22 Mei 2024, Ini Penyebabnya

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada 20-22. hingga Mei 2024. Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditulis Kamis (23/05/2024), IHSG turun 1,3 persen menjadi 7.222,38 poin dari 7.317,23 poin pada pekan lalu.

Selain itu, kapitalisasi pasar saham turun 0,45 persen menjadi Rp 12,363 triliun dari pekan lalu Rp 12,420 triliun. Rata-rata perdagangan harian saham turun 9,82 persen menjadi Rp 12,16 triliun dari Rp 13,48 triliun pada akhir pekan lalu.

Selain itu, rata-rata volume perdagangan harian turun 17,72 persen menjadi 15,42 miliar lembar saham dari 18,74 miliar lembar saham pada pekan lalu.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian dalam sepekan meningkat 2,92 persen menjadi 1,14 juta transaksi dari 1,11 juta transaksi pada minggu lalu.

Investor asing menjual saham senilai Rp560,54 miliar pada Rabu 22 Mei 2024. Selain itu, investor asing menjual saham senilai Rp 1,39 triliun selama sepekan. Pada tahun 2024, investor asing akan menjual saham senilai Rp 1,43 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengutarakan beberapa hal yang mempengaruhi pergerakan IHSG pekan ini. Pertama, pergerakan harga komoditas global, dimana harga minyak dan emas global cenderung meningkat.

Kedua, investor masih berhati-hati terhadap kebijakan The Fed ke depan setelah melambatnya inflasi AS.

Ketiga, pergerakan nilai tukar rupiah cenderung melemah terhadap dolar AS, dan BI rate masih 6,25%, kata Herditya saat dihubungi matthewgenovesesongstudies.com.

Sepekan ke depan, menurut Herditya, IHSG masih rentan terkoreksi meski terbatas dan berpeluang menguat dengan support di 7.136 dan resistance di 7.269.

“Data PDB AS, data industri dan manufaktur Tiongkok, serta inflasi Indonesia diperkirakan akan dirilis minggu depan,” ujarnya.

Selain itu, BEI mencatat pada pekan ini periode 20-22 Mei 2024, terdapat 3 obligasi yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu Obligasi Berkelanjutan I OKI Pulp & Paper Mills Tahap I Tahun 2024, Obligasi Berkelanjutan I OKI Pulp & Paper Mills Tahun 2024, OKI Pulp & Paper Berkelanjutan Obligasi USD I Mills Tahap IV Tahun 2024 dan Obligasi Lingkungan Berkelanjutan I OKI Pulp & Paper Mills Tahap IV Tahun 2024 pada tahun 2024.

PT OKI Pulp & Paper Mills mendaftarkan ketiga obligasi tersebut pada Selasa, 21 Mei 2024. Obligasi Berkelanjutan OKI Pulp & Paper Mills Tahap I Tahun 2024 tercatat dengan nilai nominal Rp 1,55 triliun.

Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan USD I OKI Pulp & Paper Mills Tahap IV Tahun 2024 dengan nilai nominal USD 3.900.500 dan Obligasi Lingkungan Berkelanjutan I OKI Pulp & Paper Mills Tahap IV Tahun 2024 dengan nilai nominal Rp 200,48 miliar.

Ketiga obligasi PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) dan PT Kredit Rating Indonesia adalah idA+ (Single A Plus) dan idAA- (Double A minus), dengan PT Bank KB Bukopin Tbk sebagai wali amanat.

 

Total obligasi dan sukuk yang didaftarkan pada tahun 2024 sebanyak 40 emisi dari 28 emiten dengan nilai Rp 41,61 triliun. Total Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI sebanyak 555 emisi dari 130 emiten dengan nilai omzet Rp 463,33 triliun dan USD 50,049 juta.

BEI telah mencatatkan 186 seri Obligasi Negara (SBN) dengan nilai nominal Rp 5.983,72 triliun dan USD 502,10 juta. 10 Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp 2,97 triliun.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona hijau pada perdagangan pasar saham Rabu (22/5/2024). Penguatan IHSG terjadi seiring sebagian besar sektor saham menghijau.

Berdasarkan data RTI, IHSG menguat 0,51 persen menjadi 7.222,38 poin. Indeks saham LQ45 bertambah 0,48 persen menjadi 895,84 poin. Sebagian besar indeks saham acuan berubah menjadi hijau. Sebelum libur panjang Waisak, IHSG sempat tertinggi 7.239,86 dan terendah 7.191,10.

Sebanyak 281 saham menguat mengangkat IHSG. Sebanyak 267 saham melemah dan 230 saham stagnan. Frekuensi perdagangan sebanyak 993.293 Total volume perdagangan sebanyak 14,9 miliar lembar saham. Saham tersebut memiliki nilai perdagangan harian sebesar Rp 10,2 triliun. Posisi USD terhadap Rupee berada pada kisaran 16.003.

Sektor saham sebagian besar menghijau, kecuali sektor saham dasar yang melemah 0,68 persen dan sektor saham transportasi yang melemah 1,3 persen. Sementara itu, sektor saham energi naik 2,3 persen dan merupakan sektor yang memperoleh keuntungan terbesar. Sektor industri menguat 0,13 persen, sektor non-siklik menguat 1,02 persen, dan sektor siklis tetap berada di zona hijau.

 

Kemudian, sektor saham kesehatan menguat 1,06 persen, sektor saham keuangan menguat 0,10 persen, sektor saham real estate menguat 0,10 persen, saham teknologi menguat 1,38 persen, dan saham sektor infrastruktur menguat 0,20 persen.

Pada perdagangan Rabu pekan ini, saham KLBF menguat 3,65 persen ke Rp 1.560 per saham. Harga saham KLBF naik 25 poin menjadi Rp 1.530 per saham. Harga saham KLBF berada pada level tertinggi Rp 1.575 dan terendah Rp 1.510 per saham. Total frekuensi perdagangan sebanyak 7.307 kali dengan volume perdagangan 559.167 lembar saham. Nilai transaksinya sebesar Rp 86,6 miliar

Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 0,78 persen menjadi Rp 2.590 per saham. Saham PTBA dibanderol Rp 2.570 per saham. Saham PTBA memiliki harga tertinggi Rp 2.600 dan terendah Rp 2.570 per saham. Total frekuensi perdagangan sebanyak 8.001 kali dengan volume perdagangan 182.301 lembar saham. Nilai transaksinya sebesar Rp 47,1 miliar.

 

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *