Mon. May 27th, 2024

Indonesia Kekurangan Rig Pengeboran Migas, KKKS Tekankan Kolaborasi

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Pertamina EP melaporkan jumlah rig pengeboran, khususnya rig jack-up, terbatas di industri minyak dan gas (migas) Indonesia. Situasi ini menjadi tantangan bagi Kontraktor Koperasi (CCP) di sektor migas.

Hal tersebut diungkapkan VP SCM Java Regional PT Pertamina EP, Bayu Kusuma Tri Aryanto. Dia mengatakan, permintaan menurun karena banyak minyak dan gas yang diproduksi di Indonesia.

“Tantangan yang kita semua rasakan adalah terbatasnya jumlah rig, terutama alat angkatnya. Saat ini masih banyak lagi yang akan datang dari Indonesia. SKK (Migas) mungkin menantang kita bagaimana cara merawatnya, rodnya sudah ada. jual Indonesia atau tidak,” ujarnya pada konferensi IOG SCM 2024 di kantor SKK Migas di Jakarta, Senin (06/05/2024).

Oleh karena itu, KKKS saat ini sedang mempersiapkan kerja sama dan integrasi pembelian peralatan rig melalui skema kerja sama peternakan.

Selain itu, Bayu menambahkan, dengan ketentuan Peraturan Pelaksanaan Pelaporan Produk dan Jasa (PTK 007), perjanjian kerja sama pembelian peralatan rig dapat dilaksanakan tidak hanya melalui rencana pembayaran, tetapi juga melalui distribusi besar.

“Nah, makanya kalau perencanaan dan pelaksanaannya harus bersinergi. Misalnya BP dan Pertamina, PHE juga punya fasilitas tempat kita bertani. Ini salah satu upaya yang bisa kita lihat.” sistem terminal, kita harus bicara dengan permintaan, ini sudah dari kelompok KKKS,” ujarnya.

“Jadi dari sisi supply bisa kita simpulkan mereka tidak harus keluar Indonesia, dan mungkin pasar Indonesia masih menarik bagi mereka, sehingga mereka tidak akan mengeluarkan peralatannya ke luar Indonesia,” kata Bayu. manajemen rantai persediaan

Sementara itu, Kepala Manajemen Rantai Pasok SKK Migas Eka Bhayu Setta mengatakan manajemen rantai pasok teratas di industri migas juga akan dibahas pada Indonesia Oil and Gas Supply Chain Management atau IOG SCM Summit 2024.

“Jadi Konferensi SCM IOG ini merupakan tugas bersama untuk mengumpulkan teman-teman yang bisa memberikan perbekalan. Kita berharap informasinya, jika kita terima informasinya, bisa membantu kita cepat memproses proses pengadaan dan pelayanannya,” ujarnya.

Setelah absen selama 9 tahun sejak tahun 2015, Kelompok Kerja Khusus Pelayanan Efisiensi Migas (SKK Migas) kembali menyelenggarakan Indonesia Oil and Gas Supply Management Summit atau IOG SCM Summit 2024.

Deputi Pendukung Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko mengatakan, para pengurus Perjanjian Kerja Sama (KKKS) telah memberikan dukungan pada sejumlah besar proyek migas besar dan sedang berjalan.

Namun, kata Rudi, mereka khawatir manajemen rantai pasok (SCM) akan terhambat karena entitas penyedia barang dan jasa belum berkembang dengan baik.

Jumlah pemasok barang dan jasa industri migas yang besar mengalami kekurangan pasokan akibat penurunan harga minyak sekitar tahun 2016-2017. Hal ini diperparah dengan pandemi Covid-19 yang membuat pemulihan mereka tertunda.

“Ketika kita tiba-tiba punya banyak proyek besar, PSN (Proyek Strategis Nasional), pengelolanya punya masalah. Jadi mereka menyarankan agar orang-orang SCM duduk bersama, berdiskusi dan berbagi ilmu, pengalaman. Karena banyak proyek besar.” Harbour, ENI , INPEX, Mubadala, mereka pemain global. Di sini kita akan bekerja sama dan berdiskusi,” ujarnya dalam jumpa pers di kantor SKK Migas di Jakarta, Senin (06/05/2024).

“Mereka beli di dunia. Jadi kawan-kawan besar tidak hanya membeli di dalam negeri. Jadi kita bicara bagaimana caranya agar pembelian global mereka, tentunya dengan kualitas dan pengiriman,” kata Rudi.

Sementara itu, Vice President Regional SCM PT Pertamina EP Pulau Jawa Bayu Kusuma Tri Aryanto mengungkapkan, SCM Summit 2015 sebenarnya telah berlangsung selama 9 tahun sejak awal perjalanannya pada tahun 2007. Keadaan manajemen rantai pasok pasca acara terakhir masih menghadapi berbagai tantangan. . . .

“Saat kita masuk pandemi, semuanya kita rasakan. Apalagi dari sisi supply, kita dihadapkan pada situasi harga mau naik, harga komoditas gas, dan harga minyak mentah turun, ini rekornya,” kata Bayu.

Seiring dengan situasi konflik geopolitik saat ini, manajemen rantai pasokan menghadapi tantangan baru yang juga mempengaruhi pasokan global.

“Kami ada petunjuk bagaimana teman-teman SCM bisa memberikan rekomendasi kepada kami. Karena justru ini dari kajian-kajian kami selama ini. Makanya dibentuk 5 pokja yang nanti perumusan regulasi yang dibutuhkan KKKS pasti akan didukung dan diterbitkan oleh SKK Migas,” ujarnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *