Thu. May 23rd, 2024

Jerman Puji Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2024

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Wakil Rektor sekaligus Menteri Ekonomi dan Aksi Iklim Republik Federal Jerman Y.M. Robert Habeck menggelar pertemuan bilateral di Berlin, Jerman (6/5/2024).

Pertemuan dua negara ekonomi terbesar Kawasan ASEAN dan Kawasan Eropa ini membahas berbagai kerjasama di bidang (1) Industri; (2) Perdagangan dan Investasi; (3) Energi; dan (4) Pengembangan sumber daya manusia.

Menko Airlangga menyampaikan, pada kuartal I tahun 2024, Indonesia bisa tumbuh sebesar 5,11% (year-on-year). Angka ini menandai pertumbuhan terbesar pada kuartal pertama sejak 2015.

“Pertumbuhan ekonomi yang solid pada triwulan I juga terkonfirmasi oleh beberapa lembaga pemeringkat yang memberikan penilaian positif bahwa ketahanan perekonomian Indonesia tetap terjaga didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil,” kata Menko Airlangga.

Perolehan pertumbuhan ekonomi nasional masih lebih berkualitas, tercermin dari data ketenagakerjaan (Februari 2024) yang juga dirilis hari ini.

Jumlah penduduk yang bekerja meningkat 3,55 juta orang menjadi 142,18 juta orang dibandingkan Februari 2023, sedangkan jumlah pengangguran menurun 0,79 juta orang menjadi 7,2 juta orang dibandingkan Februari 2023.

Proporsi pekerja formal meningkat menjadi 40,83%, lebih tinggi dibandingkan Februari 2023 (39,88%), terutama didorong oleh peningkatan pekerja yang berstatus pekerja, penerima upah atau penerima upah yang tumbuh sebesar 2,66% (year-on-year). .

Dari sisi belanja, tingginya kinerja berbagai belanja pemerintah, khususnya belanja pemilu, mendorong konsumsi masyarakat tumbuh sebesar 19,9% (year-on-year). Hal ini juga tercermin dari konsumsi Lembaga Keluarga Nirlaba (LNPRT) yang naik hingga 24,29% (IoY) karena aktivitas pemilu.

Selain itu, Konsumsi Rumah Tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (FBCF) tetap menjadi sumber pertumbuhan utama, meski di tengah ekspor neto yang negatif. Kondisi tersebut menunjukkan permintaan domestik masih kuat dan didukung oleh kebijakan fiskal sebagai penyangga dalam merespons kondisi ketidakpastian global saat ini.

Dengan berbagai keberhasilan kondisi perekonomian tersebut, Indonesia mampu menjadi salah satu negara yang memiliki pertumbuhan kuat dan persisten pada tingkat yang tinggi dibandingkan negara lain seperti Malaysia (3,9%), Korea Selatan (3,4%), Singapura. (2,7%), dan Meksiko (1,6%).

Pertumbuhan ekonomi nasional tersebut juga dibarengi dengan inflasi yang rendah dan terkendali sebesar 3,0% atau lebih rendah dibandingkan negara-negara lain, seperti India (4,9%), Brazil (3,9%) dan Filipina (3,7%).

Ke depan hingga sisa tahun 2024, kondisi perekonomian global diperkirakan masih menghadapi ketidakpastian akibat kebijakan suku bunga yang tinggi, meningkatnya ketegangan geopolitik, dan melemahnya permintaan global.

Namun berdasarkan publikasi WEO IMF bulan April 2024, perekonomian nasional pada tahun 2024 diperkirakan akan memiliki ketahanan sekitar 5%, dan pada tahun 2025 diperkirakan akan meningkat dan melampaui perkiraan pertumbuhan ekonomi global dan rata-rata pertumbuhan ekonomi negara berkembang.

Sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi, Pemerintah mencanangkan serangkaian strategi mulai dari menjaga daya beli dan stabilitas harga melalui kebijakan bantuan sosial, DTP PPN real estate, pengendalian inflasi dengan 4K, terpeliharanya inflasi. ketahanan sektor eksternal melalui optimalisasi penerimaan DHE SDA dan penguatan implementasi LCT, untuk mempercepat kinerja kebijakan sektoral lainnya melalui peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi dan percepatan transisi energi dengan Kendaraan Listrik (EV). .

Dalam pertemuan di Berlin, kedua menteri menekankan pentingnya menyelesaikan perundingan EU-CEPA dalam waktu dekat, dengan memperhatikan prinsip-prinsip perdagangan yang adil dan kemakmuran. Menko Airlangga juga mengangkat isu terkait kebijakan EU Deforestation Regulation (EUDR) yang harus memperhatikan aspirasi negara-negara yang masih memiliki hutan alam, serta membahas kerja sama pengembangan ekosistem semikonduktor di Indonesia. .

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *