Thu. May 23rd, 2024

Kamboja Sebut Gelombang Panas Jadi Pemicu Ledakan Gudang Amunisi di Pangkalan Militernya

matthewgenovesesongstudies.com, Kamboja – Kementerian Pertahanan Kamboja mengatakan gelombang panas berperan dalam ledakan di Asia Tenggara yang menewaskan 20 tentara di sebuah pangkalan militer.

Melansir laman Channel News Asia, Jumat (3/5/2024), ledakan tersebut menghancurkan seluruh truk kargo dan memecahkan jendela gedung.

Tidak hanya itu, ledakan tersebut melukai banyak tentara dan seorang anak di pedesaan provinsi Kampong Speu.

Kementerian Pertahanan mengatakan gelombang panas berperan dalam ledakan senjata lama tersebut.

Kementerian mengatakan dalam pernyataannya bahwa peristiwa penembakan pada 27 April 2024 terjadi karena kendala teknis karena senjata sudah tua, rusak, dan cuaca panas.

Pernyataan tersebut tidak merinci masalah spesifik atau bagaimana panas berkontribusi terhadap ledakan tersebut.

Kementerian juga membantah rumor bahwa ledakan itu disebabkan oleh kegiatan pemberontak atau teroris.

Insiden penembakan mematikan tidak jarang terjadi di Kamboja, yang dipenuhi peluru, ranjau darat, dan persenjataan yang belum meledak akibat perang saudara selama beberapa dekade.

Insiden seperti itu meningkat karena standar keselamatan

Seperti banyak negara di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Kamboja, negara ini juga mengalami kesulitan menghadapi cuaca panas dalam beberapa pekan terakhir.

Para pejabat memperingatkan bahwa suhu bisa mencapai 43 derajat di beberapa daerah, meskipun ada ancaman hujan dalam beberapa hari mendatang.

Suhu mencapai 50 derajat Celcius di beberapa bagian Filipina dan sekolah-sekolah ditutup karena panas, yang berdampak pada lebih dari 3,6 juta siswa.

Setidaknya 30 orang tewas di Thailand tahun ini karena kenaikan suhu, menurut pemerintah Bangkok.

Ratusan ribu ikan mati di waduk di Provinsi Dong Nai, Vietnam Selatan. Penduduk setempat dan media menyalahkan gelombang panas tersebut.

Sebelumnya diberitakan terjadi ledakan di pangkalan militer di sebelah barat Kamboja. Perdana Menteri Hon Manate mengumumkan pada hari Sabtu bahwa 20 tentara tewas dalam insiden tersebut.

Perdana Menteri Indonesia Hun Manet mengatakan melalui akun Facebook-nya bahwa ledakan terjadi di pangkalan militer di provinsi Kampong Speu pada Sabtu sore, melukai beberapa tentara. Namun dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

“Saya sangat terkejut mendengar kejadian penembakan itu,” kata Hon.

Foto-foto yang diposting di media sosial menunjukkan sebuah bangunan satu lantai ditelan debu, dan penduduk desa terdekat juga membagikan foto-foto jendela pecah secara online.

Perdana Menteri, dalam keterangannya, menyatakan telah mengarahkan Menteri Pertahanan Nasional dan Panglima Angkatan Bersenjata Kamboja untuk segera menyelenggarakan pemakaman bagi para prajurit yang gugur.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *