Mon. May 27th, 2024

Kasat Lantas Polres Depok: Bikin SIM Mudah, Tak Perlu Pakai Calo

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – Komandan Lalu Lintas Metro Depok Multazam Lisendra memantau aduan masyarakat terhadap calo SIM yang diduga dijalankan petugas kepolisian. Ia menegaskan, pembuatan SIM dipermudah sehingga masyarakat tidak perlu menggunakan jasa perantara.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada calo yang mengklaim pengendara lebih mudah mendapatkan SIM.

“Kita semua tahu kalau sekarang dapat SIM itu mudah, perpanjangan SIM juga mudah, bahkan secara online,” kata Multazam seperti dikutip dalam siaran persnya, Minggu (5/5/2024).

“Kalau lihat ada nasabah tidak bertanggung jawab yang mengaku bisa dimudahkan, jangan percaya. Saya yakin kalau masyarakat sehat akan datang untuk mengambil SIMnya,” lanjutnya.

Ditegaskannya, bidang layanan SIM tanpa perantara. Selain itu, Multazam mengatakan kliennya juga memberikan layanan konseling gratis kepada masyarakat yang kesulitan mendapatkan kartu SIM.

“Kalaupun menurut Anda mendapatkan kartu SIM masih sulit, kami membuat program pendampingan, layanan konseling, dan gratis,” ujarnya.

Multazam mengatakan, masyarakat bisa mengirimkan informasi tentang layanan polisi lalu lintas Depok ke nomor pribadinya. Menjamin kerahasiaan warga yang memberikan informasi.

“Nomor tersebut saya teruskan langsung ke ponsel pribadi saya, bukan ke call center 085218229912. Identitas pelapor juga akan saya rahasiakan. Tentunya kami selalu menjaga komitmen untuk memberikan pelayanan yang profesional dan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya. Multazam.

Di sisi lain, ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan informasi mengenai keberadaan perantara dalam produksi kartu SIM. Multazam menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap hal-hal yang menyulitkan masyarakat mengakses layanan.

“Harap dicatat, kami selalu menekankan kepada staf kami di setiap kesempatan untuk memberikan pelayanan profesional dan tidak mempersulit masyarakat. Jika kami mengacau, kami akan mengambil tindakan tegas!” kata Multazam.

Sebelumnya, ada dugaan praktik calo masih terjadi di unit administrasi SIM (Satpas). Aparat kepolisian diduga ikut berperan.

Hal itu diketahui setelah seorang pemohon SIM bernama Aden, warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, menyuarakan keluh kesahnya. Aden mendatangi Satpas Polres Metro Depok pada Kamis (2/5/2024).

Mereka menawarkannya kepada saya di depan polisi yang berjaga di depan ketika saya baru tiba,” ujarnya dalam sebuah pertemuan.

Aden mengatakan individu menawarkan beragam manfaat. Aden tidak perlu pusing dengan langkah selanjutnya seperti ujian tertulis atau praktek.

“Ayo ambil fotonya,” ajak Aden

Aden mengaku menolak ketertarikan pria tersebut. Sebab, Aden berkomitmen mengikuti prosedur sejak awal.

“Saya mau coba, saya juga ingin tahu, saya sudah lama tidak punya kartu SIM,” ujarnya.

Menurutnya, pembuatan SIM tanpa bantuan perantara tidak menguras kantong. Ade merogoh kocek sebesar Rp 250.000 untuk mendapatkan SIM A. Sedangkan jika melalui broker harus merogoh kocek sebesar Rp 600.000.

“Saya biasanya pakai tes dan urus sendiri. Harganya Rp 250.000. (Broker) menawarkan Rp 600.000,” ujarnya.

Meski diakui Aden, prosesnya sedikit lebih rumit. Ade mengaku harus mengulang ujian teori dan praktik sebanyak dua kali.

“Saya tiga kali mengikuti ujian. Pertama tidak lulus teori, kedua kali lulus. Dua kali praktik tidak lulus, ketiga kali lulus,” tegasnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *