Sun. Jun 16th, 2024

Kementan Gelontorkan 10.000 Unit Pompa Air untuk Dongkrak Produksi Beras Jawa Tengah

matthewgenovesesongstudies.com, Semarang Saat ini giliran Jawa Tengah (Jateng) yang menerima bantuan pompa air di 35 kabupaten/kota dari Kementerian Pertanian (Kementan). Dalam program Kementerian Pertanian, bantuan akan diberikan sebanyak 4.000 unit dan akan ditingkatkan menjadi 10.000 unit. 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku bangga melihat kesatuan seluruh komponen yang terlibat dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan program Brigade Mesin Pertanian Jateng. 

Terima kasih atas persatuan kalian yang luar biasa Jawa Tengah, jadi bantuan kita 100 persen langsung, jadi tidak perlu dilakukan secara bertahap, kata Menteri Pertanian Amran Alsintan kepada Kodam saat berpidato di upacara isyarat Brigade. IV/Diponegoro. Parade Square, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/4). 

Menteri Pertanian Amran mengatakan injeksi air bisa mempercepat proses tanam dan meningkatkan produksi beras nasional. Ia juga optimistis program injeksi air akan mengintensifkan penanaman pada kuartal II tahun ini sehingga lebih cepat dan efisien. 

“Pompa ini kita arahkan ke seluruh wilayah sentra produksi mulai dari Pulau Jawa, Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Jawa Barat. Air bisa kita pompa hari ini, segera garap lahan, dan besok tanam,” kata Amran.

 

Saat ini, Kementerian Pertanian tengah memantau secara ketat fokus program suntikannya di Pulau Jawa. Selain itu, 70% produksi beras nasional masih ditopang oleh Pulau Jawa. 

Perlu diketahui bahwa pemompaan air dilakukan dalam skala besar karena dapat membantu petani dalam bercocok tanam. Para petani percaya bahwa mengolah lahan dan kemudian menanam padi akan lebih mudah dan cepat.

Gerakan pompa air ini diharapkan dapat meningkatkan produksi beras nasional secara signifikan. Oleh karena itu, Menteri Pertanian Amran memasang target mendesak untuk menyediakan sedikitnya 1,2 juta ton beras.

Kita berharap bisa swasembada lagi tiga tahun lalu, kata Menteri Pertanian Amran. 

Sementara itu, Ali Jamil, Direktur Jenderal Prasarana dan Tanaman Pertanian, mengatakan selain peningkatan indeks tanam (IP) dari IP100 menjadi IP 200, pompa ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap produksi maksimal nasional dan Jawa Tengah. . peringkat 3. pertama di negara ini.

 

Ali Jamil mengatakan, potensi budidaya padi tadah hujan di Jateng setidaknya seluas 267.720 hektare. Program suntikan ini bertujuan untuk meningkatkan indeks budidaya padi sawah tadah hujan, termasuk sawah tadah hujan. Menurut catatan nasional, sekitar 36% dari 7,4 juta hektar lahan sawah di Indonesia merupakan lahan sawah tadah hujan. 

Artinya, terdapat sekitar 2,7 juta hektare sawah tadah hujan. Oleh karena itu, kami melakukan intervensi berapa hektar lahan di tanah air yang dapat diairi dengan sumber air permukaan (sungai, waduk, timbunan panjang, dan lain-lain) untuk memompa air dengan Sawah tadah hujan. “Oleh karena itu, kami umumnya pindah ke daerah yang banyak hujannya,” ujarnya. 

Jamil juga mengatakan, pada tahun 2024 hingga Oktober, target penambahan luas lahan sawah tadah hujan menjadi satu juta hektare akan dimaksimalkan. Ia mengatakan, indeks produksi padi (IP) bisa ditingkatkan dengan menyediakan pompa air di lahan tadah hujan.

Target Pak Menteri 1 juta hektar, 500 ribu diantaranya ada di Pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah. Dengan peningkatan produktivitas pertanian maka pendapatan masyarakat dan pendapatan masyarakat juga akan meningkat, kata Ali Jamil. . .

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana, Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Deddi, Suryadi, termasuk Kapolda Jateng, Wakapolda Jateng, dan Kapolda Jateng dihadiri.

 

(*)

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *