Mon. May 27th, 2024

Kolaborasi Elnusa dan Pertagas Garap Proyek Infrastruktur Energi di Siak Riau

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta – PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi yang tergabung dalam Subholding Hulu Pertamina bersama PT Pertamina Gasi (Pertagas), menggelar pertemuan pertama proyek desain, pengadaan, dan jasa konstruksi Kotabatak. Persimpangan Gedung Pendukung Stasiun Booster SLC di Kabupaten Siak, Riau.

Proyek ini merupakan kerjasama teknis antara Pertagas dan Elnusa dengan tujuan pengembangan ketenagalistrikan di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau. Demikian dikutip dari keterangan resmi, Senin (29 April 2024).

Fasilitas pendukung yang akan dibangun ini akan berperan penting dalam memperkuat keandalan operasional dan meningkatkan kapasitas pasokan bahan bakar di wilayah operasional Rokan di wilayah tersebut. Masa kontrak proyek ini adalah 29 bulan dengan masa konstruksi 14 bulan.

Pada acara ini, para pemangku kepentingan dari kedua perusahaan menggabungkan visi dan strategi mereka untuk memastikan keberhasilan proyek sekaligus memastikan kepatuhan terhadap kondisi keselamatan dan lingkungan yang tinggi. Proyek Perancangan Stasiun Booster SLC Kotabatak Junction, Pengadaan dan Jasa Konstruksi Peralatan Pendukung dijadwalkan selesai pada awal Februari 2025.

Gamal Iman Santoso, Presiden dan CEO Pertagas, menjelaskan proyek ini tidak hanya akan meningkatkan keandalan pengoperasian tenaga listrik di kawasan Kandis, tetapi juga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Sementara itu, Direktur Operasi Elnusa Endro Hartato menambahkan, pihaknya yakin kerja sama Pertagas dan Elnusa akan membawa kesuksesan proyek tersebut.

“Kami berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dalam pasokan dan keamanan energi di Indonesia,” kata Endro.

Sebelumnya, PT Elnusa Tbk (ELSA), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE), pernah melakukan survei gempa di wilayah Indonesia Timur, khususnya di Bone dan Seram. Elnusa mendapat kontrak dari PT Pertamina Hulu Energi untuk melakukan survei seismik di lapangan terbuka (bukan migas).

Daerah penelitian terletak di perairan dekat Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, seluas 700 km².

Survei seismik merupakan langkah awal dalam proses eksplorasi minyak dan gas. Hasil penelitian ini memberikan gambaran mengenai perangkap hidrokarbon di dalam tanah. Survei seismik kali ini dilakukan seluruhnya di wilayah laut menggunakan kapal survei yang dilengkapi streamer catcher dan berlangsung sekitar 60 hari.

Proyek survei seismik 3D lepas pantai ini dinilai penting karena wilayah Indonesia Timur khususnya Bone dan Seram memiliki potensi besar sumber daya alam yang belum tereksplorasi secara maksimal.

Dengan dilakukannya Survei Seismik 3D Lepas Pantai Bone Seram, diharapkan dapat diperoleh peta struktur geologi dan stratigrafi bawah laut yang lebih akurat dan detail sehingga dapat membantu mengidentifikasi potensi sumber energi di wilayah tersebut.

Agung Adi Susanto, Manajer PT Pertamina Hulu Energi, mengatakan Pertamina memberikan kontrak kepada Elnusa untuk melakukan pekerjaan survei seismik di Seram Bagian Timur.

“Selanjutnya Elnusa akan bergabung dengan pemerintah daerah sebelum mulai bekerja,” kata Agung dalam keterangan tertulis, Minggu (4/7/2024).

Sementara itu, Ketua Umum Partai Elnusa Fahzul M.H. Siregar mengatakan, “Elnusa berkomitmen melaksanakan proyek ini dengan kemampuan terbaik dan menjamin kerja sama yang baik dengan seluruh pihak yang terlibat.”

“Berkat pengalaman dan dedikasi Elnusa dalam melakukan penelitian seismik, kami yakin dapat banyak membantu perusahaan,” kata Fahzul.

Dalam 10 tahun terakhir, Elnusa telah melakukan survei seismik di darat dan laut. Bahkan, pada kuartal I 2024, Elnusa mampu menyelesaikan pekerjaan eksplorasi darat di Jawa Barat dan Riau tanpa terjadi kecelakaan industri maupun kerusakan peralatan.

Hal ini sejalan dengan upaya pencapaian target produksi migas sebesar satu juta barel per hari (bph) dan 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030.

Proyek seismik 3D lepas pantai ini diharapkan dapat menjadi langkah maju dalam upaya meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia dengan tujuan untuk melindungi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui upaya bersama ini, Proyek Survei Seismik 3D Lepas Pantai di Perairan Bone dan Seram akan menjadi peristiwa penting dalam penelitian energi di Indonesia bagian timur.

Sebelumnya, PT Elnusa Tbk (ELSA) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasi tahun 2023 yang telah diaudit. Perseroan mampu menutup tahun 2023 dengan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini tercermin dari laba yang tercatat sebesar Rp503 miliar, tumbuh 33 persen dari Rp378 miliar pada tahun 2022.

Sementara itu, perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp12,5 triliun pada tahun anggaran 2023, tumbuh 2 persen dibandingkan tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp12,3 miliar. Atas gabungan pendapatan usaha tersebut, sektor distribusi energi dan utilitas memberikan kontribusi sebesar 53 persen, jasa hulu migas terintegrasi memberikan kontribusi sebesar 34 persen, dan jasa penunjang migas memberikan kontribusi sebesar 13 persen.

Berkat kinerja tersebut, Elnusa mencatatkan EBITDA sebesar Rp1,28 triliun atau tumbuh 11,8 persen dibandingkan tahun lalu Rp1,14 triliun, laba kotor Rp1,16 triliun, laba operasional Rp669 miliar, dan nilai setara kas sebesar 2. Rp 07 juta.

“Laba bersih tahun anggaran 2023 akan berasal dari 64 persen dari sektor distribusi dan transportasi energi, 15 persen dari jasa hulu migas terintegrasi, dan 21 persen dari jasa penunjang migas,” kata Chief Financial Officer Elnusa Stanley Iriawan saat ditemui. Bahasa Indonesia. Bursa Efek (BEI), tercatat pada Sabtu (02/03/2024).

Peningkatan pendapatan Elnusa salah satunya disebabkan bertambahnya jumlah proyek pekerjaan di sektor jasa distribusi dan logistik energi. Padahal, pada tahun 2022 sebesar Rp305,6 miliar menjadi Rp320,5 miliar atau tumbuh 4,9 persen dari bidang jasa pengangkutan minyak, penjualan minyak melalui keahlian kombinasi produk B35 (B0 dan FAME), manajemen departemen dan fasilitas (KSO ). ).

Sementara itu, tingginya jasa migas juga berkontribusi pada peningkatan laba dari Rp 20,2 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp 74,8 miliar pada tahun 2023 atau tumbuh sebesar 270%.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *