Mon. May 27th, 2024

Komitmen Indonesia di OECD, Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

matthewgenovesesongstudies.com Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berpartisipasi dalam beberapa sesi penting Pertemuan Tingkat Menteri OECD yang diselenggarakan pada 2-3 Mei 2024 di Paris, Prancis.

Ia mengatakan tindakan berbasis solusi diperlukan untuk mengatasi gangguan global, mulai dari perubahan iklim, krisis keuangan, konflik geopolitik hingga kesenjangan dalam penggunaan teknologi.

OECD juga menyoroti pentingnya kerja sama untuk mengembangkan kebijakan efektif berdasarkan praktik terbaik berbasis bukti dan dialog multilateral.

“Indonesia ingin menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita tinggi pada tahun 2045. Oleh karena itu, diperlukan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang selalu menyesuaikan dengan perkembangan global saat ini,” kata Airlangga dalam keterangan yang diterima, Jumat (3/5/2024).

Menurut Ketua Umum Golkar ini, Indonesia mempunyai peluang dan tantangan. Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, dengan 50 juta generasi milenial, dan negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia perlu mencapai pertumbuhan yang lebih berkualitas dan meningkatkan laju pertumbuhan menjadi 6%-7% dalam 20 tahun ke depan.

“Untuk mencapai hal tersebut, Indonesia fokus pada dua strategi, yaitu pertama, revitalisasi mesin pertumbuhan konvensional. Kedua, mendorong penggerak ekonomi baru dan mengembangkan industri. Dan ketiga, memperkuat ketahanan dan pemberdayaan sosial,” kata Airlangga.

Menko Perekonomian menekankan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi memungkinkan masyarakat menikmati taraf hidup dan kesejahteraan yang lebih tinggi.

Airlangga juga mengatakan penting untuk mempersempit kesenjangan pembangunan antar negara ASEAN. Hal ini penting untuk menciptakan stabilitas dan membuka potensi ASEAN sebagai kekuatan ekonomi global.

“Perkembangan teknologi informasi yang pesat menciptakan peluang dan tantangan yang besar,” ujarnya.

Airlangga, yang ditunjuk sebagai pembicara utama pada sesi “Pendekatan Berorientasi Solusi terhadap Tantangan yang Muncul”, berbagi pencapaian penting Keketuaan Indonesia di ASEAN pada tahun 2023 di bidang ekonomi digital.

Peluncuran sistem pembayaran lintas batas di kawasan Asia Tenggara dan kesepakatan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) merupakan pencapaian yang patut menjadi perhatian OECD. Penerapan pembayaran lintas negara telah menjangkau lebih dari 47 juta pengguna hanya dalam satu tahun.

Airlangga juga menekankan bahwa diperlukan langkah-langkah yang tepat untuk memastikan penggunaan kecerdasan buatan (AI) sekaligus memitigasi risiko.

Ia juga menyambut baik kolaborasi penelitian dan analisis AI generatif dan menyatakan keterbukaan untuk bekerja sama di bawah Kemitraan AI Global. Dalam hal keamanan data,

Menko Airlangga menaruh perhatian pada kemitraan global yang bertujuan memfasilitasi aliran data lintas batas untuk mencapai manfaat optimal dari ekonomi digital.

Dalam kesempatan penutupan rangkaian PTM OECD, Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Jepang yang didukung Meksiko dan Belanda. Terima kasih juga disampaikan kepada Sekretaris Jenderal OECD Matthias Korman yang telah memfasilitasi proses aksesi Indonesia.

Selain itu, sebagai Direktur Jenderal Tim Nasional OECD, Menko Airlangga akan memimpin langkah-langkah koordinasi nasional untuk mempercepat keanggotaan Indonesia di OECD.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *