Mon. May 27th, 2024

Krisdayanti Unggah Tulisan Tangan Megawati untuk Hakim MK, Singgung Palu Godam dan Demokrasi

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Krisdayanti, salah satu kader PDIP yang memperkuat Komisi IX DPR RI, mengunggah dokumen berisi tulisan tangan Megawati Soekarnoputri dan permohonan banding ke Mahkamah Konstitusi alias MK.

Seperti diketahui, perselisihan hasil pemilu 2024 dibawa ke Mahkamah Konstitusi oleh calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan-Cak Imin dan calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Megawati mengajukan diri sebagai amicus curiae, atau sahabat istana.

Tulisan tangan Ketua Umum PDIP menggunakan tinta biru. Isinya mengajak masyarakat Indonesia berdoa agar Mahkamah Konstitusi tidak menggunakan palu godam untuk memutus sengketa Pemilu 2024.

“Masyarakat Indonesia yang terkasih, marilah kita berdoa: semoga palu Mahkamah Konstitusi bukanlah palu godam, melainkan palu emas, seperti yang dikatakan Bu Kartini (1911): dari terang terbitlah cahaya!”

Megawati Soekarnoputri pun menandatangani dokumen tersebut. Ia berharap awal demokrasi segera terjadi setelah keputusan MK dalam perselisihan hasil pemilu 2024.

“Sehingga fajar demokrasi yang telah lama kita perjuangkan dapat kembali muncul dan dikenang berulang kali oleh generasi bangsa Indonesia. Aamiin, Rabbal Alamin. Mandiri. Mandiri. Kebebasan,” tambahnya.

Dokumen yang sama juga memuat harapan Megawati kepada hakim Mahkamah Konstitusi yang akan mempertimbangkan dan memutus perselisihan hasil pemilu 2024. Putri Proklamator berharap hakim Mahkamah Konstitusi bisa mengenakan jubah kenegarawanan.

“Saya berharap hakim Mahkamah Konstitusi bisa melihat permasalahan yang ada dengan berkedok kenegarawanan,” pungkas Megawati. Pekan ini, pemberitaan seputar sidang perselisihan hasil pemilu 2024 di Mahkamah Konstitusi kembali memanas.

Wartawan Muhammad Ali dari matthewgenovesesongstudies.com dilansir Antara, Rabu (17 April 2024), Ganjar Pranowo menanggapi langkah Megawati yang mengajukan diri sebagai sahabat Istana.

“Saya kira ini saat yang luar biasa bagi Mahkamah Konstitusi, bukan untuk membuat lelucon April Mop, tapi untuk merayakan apa yang pernah dilakukan Kartini, ketika terang datang setelah kegelapan,” ujarnya di Jakarta pekan ini.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *