Sun. Jun 16th, 2024

Melihat Proyek Penyaluran Air Bersih dari Lokasi Pascatambang

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta MMS Group Indonesia (MMSGI) bersama 15 perusahaan besar lainnya berpartisipasi dalam Sustainable Development Goals (SDGI) for Youth Talent Development, mendorong talenta muda untuk berkembang sesuai program SDGI.

MMS Indonesia mengusung tema “Reviving Hope: From Mining to Clean Water for All” yang bertujuan menggunakan sistem sirkular untuk mengatasi permasalahan air bersih di empat desa di Kutai Cartagena yang berdampak positif bagi pembangunan masa depan.

Berdasarkan hasil penelitian ekstensif dari dalam, air tersebut dapat dimanfaatkan sebagai reservoir bersih di lingkungan pascatambang. Menyadari potensi transformatif ini, MMSGI mencari peluang untuk menyediakan air bersih dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal untuk keperluan rumah tangga dan pertanian.

Program air bersih ini mendukung SDG 6 (Air bersih dan sanitasi yang memadai) dan SDG 3 (Kesehatan dan kesejahteraan yang baik) karena akses terhadap air bersih membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.

Proyek yang dibangun di atas lahan seluas 8,6 hektar ini untuk mendistribusikan air bersih dari area pertambangan dengan volume air 2,7 meter kubik. Program dengan air bersih dari area pertambangan ini dapat menjangkau sekitar 3.000 warga desa di Kutai Cartagena, yaitu Sentuk, Lung Anai, Rempanga dan Donomilio.

Jika dikelola dengan baik, program pengambilan sampel air bersih secara sirkular dari lanskap pertambangan akan mengurangi dampak sosial, kata CEO MMSGI Sandy Gretty.

“Lingkungan pascatambang menghadirkan tantangan yang berbeda-beda, padahal sifat mineral sebenarnya dapat diubah menjadi kehidupan dan lingkungan pascatambang yang berkelanjutan,” ujarnya.

 

 

Pengembangan sumber air baru menggunakan teknologi pompa hidrum mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, Infrastruktur) dan SDG 13 (Solusi Perubahan Iklim) dalam proyek air bersih melingkar dari sambungan lingkungan mineral yang tidak memerlukan listrik.

Melalui pelaksanaan proyek-proyek di bawah pengawasan Badan Pengembangan Properti Perdesaan (BUMDESA), inisiatif ini tidak hanya menjamin kepemilikan dan pemberdayaan rumah, namun juga mendukung SDG 8 (pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi) dan SDG 11 (keberlanjutan) setelah pertambangan juga meningkat. ketahanan ekonomi. di dalam komunitas. kota dan komunitas).

Kolaborasi BUMDESA, ekosistem kolaboratif, pemerintah, masyarakat dan sektor swasta menciptakan model sirkular yang berkelanjutan sejalan dengan SDG 17 (Persatuan untuk mencapai tujuan).

Acara ini merupakan bagian dari United Nations Global Compact yang diselenggarakan oleh Indonesia Global Compact Networks (IGCN) untuk mendukung generasi inovator masa depan melalui SDGI Accelerator for Young Professionals.

Fokusnya adalah pada pengembangan dan implementasi solusi inovatif melalui teknologi inovatif, inisiatif dan proses bisnis yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan perusahaan.

Menjelang agenda penutupan pada Jumat, 24 Mei 2024, World Water Summit ke-10 di Bali mengambil sejumlah komitmen. Salah satunya adalah Bali Basin Action Champions Agenda, sebuah inisiatif baru untuk mendukung pengelolaan daerah aliran sungai sebagai bagian dari upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Cekungan Internasional mengatakan, “Pemangku kepentingan sungai terus memperkuat pengelolaan sungai sebagai isu politik, melalui keterlibatan terus-menerus dalam pengelolaan sungai di bidang politik utama, menyambut baik keputusan Forum Air Dunia ke-10. kamu INBO), Eric Tardieu, Jumat (24/5/2024).

Agenda Bali Basin Champions mencakup inisiatif bersama seperti peluncuran Twin Basin Initiative (TBI), sebuah inisiatif global untuk mengembangkan kapasitas dan pertukaran pengalaman antar organisasi di seluruh dunia.

 Dia bekerja di Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (IWRM) di tingkat sungai internasional.

Untuk mencapai hal ini, TBI akan mendukung kegiatan peningkatan kapasitas kolaboratif, seperti situs web, pertukaran tatap muka, studi banding, dan pembelajaran internasional antar rekan dan berbasis komunitas.

INBO berfokus pada penerapan pengelolaan sumber daya air secara terpadu melalui tata kelola terpadu, perencanaan sistematis, sistem informasi, keuangan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati sungai, danau dan badan air internasional, serta kerja sama lintas batas.

Banyak pihak yang berkontribusi dalam rencana ini. Komisi Eropa berkontribusi pada organisasi daerah aliran sungai dalam berbagai proyek kemanusiaan internasional dan penguatan organisasi antar daerah aliran sungai dan program kembaran IWRM.

Kemudian Badan Pembangunan Perancis berkontribusi melalui proyek Dinoba (Penguatan kapasitas pusat gelombang nasional di Afrika).

 

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat membuka Hari Sektor Daerah Aliran Sungai mengatakan, kerja sama menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sungai atau aliran sungai.

“Sugar Basin Day merupakan kesempatan penting untuk membahas langkah selanjutnya guna meningkatkan kerja sama dan bertukar praktik baik dalam pengelolaan air,” kata Basuki.

Sekadar informasi, World Water Summit ke-10 yang diselenggarakan di Bali merupakan water summit terbesar di dunia yang dihadiri 13.448 orang dari 148 negara khususnya 3 dan 38 menteri.  

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *