Mon. May 27th, 2024

Mengenal Pneumonia, Kerap Disebut Masyarakat dengan Paru-Paru Basah

matthewgenovesesongstudies.com, Jakarta Paru-paru basah kerap digunakan untuk menandakan seseorang mengalami gangguan paru-paru. Namun, apa sebenarnya paru-paru basah itu?

Masyarakat awam sering menggunakan istilah pneumonia untuk menyebut istilah medis pneumonia atau radang paru-paru. Meski istilah paru basah kurang tepat untuk menggambarkan kondisi pneumonia.

“Saat seseorang menderita pneumonia, paru-parunya mengalami peradangan akibat adanya kantung udara atau alveoli,” kata dr Taufik Indrawan, SpPD RS Sarjito Yogyakarta, dalam program radio Kementerian Kesehatan, Kamis (02/05/2024).

Untuk memahami pneumonia, Taufik berasumsi bahwa kulit, yaitu bagian luar tubuh, terkelupas atau rusak. Kemudian terlihat bengkak, kemerahan, nyeri dan kemudian jika disentuh akan terasa panas. Hal serupa terjadi pada radang paru-paru.

“Bahkan di paru-paru pun ada peradangan akibat infeksi, tapi itu tidak kita lihat,” lanjut Taufiq.

Pneumonia terjadi karena sel pertahanan tubuh melawan kehadiran parasit, bakteri, virus, atau jamur yang menyerang.

“Produk peradangannya akan muncul dari sana. Kalau di luar tubuh ada nanah. Nah kalau di paru-paru, kalaupun belum mendapat nanah, akan muncul cairan,” lanjut Taufik.

Oleh karena itu, ketika dokter memeriksa paru-paru pasien pneumonia dengan stetoskop, akan terdengar suara tambahan seperti “krook krook…”.

Lalu, ciri khas pneumonia adalah bercak yang terlihat pada foto rontgen. Taufik mengatakan, flek tersebut merupakan tanda tubuh sedang mengeluarkan darah untuk melawan jamur, bakteri, dan parasit ke paru-paru.

Taufiq mengatakan, ada tiga gejala utama penyakit pneumonia, yakni batuk, demam, dan sesak napas.

Batuk

Ketika seseorang terserang jamur, bakteri, parasit, virus yang menyebabkan peradangan pada alveoli, maka tubuh bereaksi untuk mencoba mengeluarkannya, yang merupakan gejala batuk.

Demam

“Karena ada peradangan di paru-paru, sehingga menimbulkan demam dan badan terasa tidak nyaman,” lanjut Taufik tentang gejala pneumonia lainnya.

Sulit bernafas

Jika kondisi ini dibiarkan, peradangan akan semakin meluas sehingga menyebabkan penderita sesak napas karena kebutuhan oksigen tidak dapat terpenuhi. Karena itu, pasien terlihat bernapas dengan cepat dan gelisah.

“Inilah tanda-tanda penyakit pneumonia yang bisa Anda dan orang sekitar rasakan,” kata Taufik.

Pneumonia bisa menular, namun tingkat penularannya menurut Taufik bergantung pada beberapa faktor, antara lain: Penyebabnya. Virus lebih mudah menular dibandingkan bakteri. Kemudian jamur dan parasit memiliki tingkat penularan yang lebih rendah dibandingkan virus dan bakteri. sebuah ruangan Saat seseorang berada di ruangan tertutup, risiko penularannya lebih besar dibandingkan di ruang terbuka. Siapa kepada siapa Seseorang lebih rentan terkena pneumonia, biasanya berdasarkan usia dan penyakit penyerta.

“Jika faktor risiko di atas terpenuhi, kemungkinan tertular jelas lebih tinggi,” ujarnya.

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *