Thu. Jun 20th, 2024

Mengenal Putra Papua yang Pernah Tugas Khusus Meredakan Kerusuhan

matthewgenovesesongstudies.com, Jayapura – Paulus Waterpauw merupakan salah satu pencipta sejarah karir orang Papua asli di negeri ini. Kariernya tidak hanya menonjol di kepolisian tetapi juga di pemerintahan sipil. Pada 12 Mei 2022, ia diangkat menjadi Penjabat Gubernur Papua Barat oleh Menteri Dalam Negeri Jenderal (Miskin) Tito Karnavian atas nama Joko Widodo.

Ia menggantikan Dodonias Mandekan dan wakilnya Muhammad Lakotani sebagai penjabat gubernur Papua Barat.

Saat itu, ia mengatakan, sebagai orang Papua, ia mengutamakan hubungan kemanusiaan untuk mencapai kemajuan.

“Sebagai orang asli Papua, kita perlu berpikir lebih kreatif. Tunjukkan bahwa Papua punya cara pandang yang berbeda,” kata Waterpaw.

Sebelum pensiun dengan pangkat Kompol, beliau menjabat sebagai Kabaintelkam Polri. Baru kali ini orang asli Papua menduduki jabatan tertinggi di bawah Kapolri

Pada tahun 2015-2017, Waterpu menjadi Kapolda Papua setelah sebelumnya menjabat sebagai Kapolda pertama di Papua Barat pada tahun 2014-2015. Dari Papua, Paulos Waterpaw hijrah ke Sumatera Utara menjadi Kapolda periode 2017-2018.

 

 

 

 

 

 

 

 

Siapa sangka pada tahun 2019 ini ia harus kembali ke Papua. Saat itu terjadi kerusuhan rasial di Papua. Vamna, Jayapura dan Timika sungguh gelisah dan resah.

Saat itu saya masih menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama di Sespimti Sespim Lemdiklat Polri, ujarnya.

Karena gejolak tersebut, ia dipercaya untuk meredakan dan mendinginkan keadaan. Latar belakang kecerdasan dan keterampilan komunikasinya diuji secara menyeluruh.

Ia mengatakan: “Apa pun bisa diatasi dengan kebijakan yang luar biasa, tentunya dengan kearifan dan budaya lokal sehingga masyarakat bisa mempercayainya.”

Paulos Waterpaw adalah orang Papua pertama yang menjadi inspektur upacara Istana Negara pada HUT ke-61 Republik Indonesia pada tahun 2006, di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Hanya orang-orang terpilih yang bisa menjadi pengawas upacara di Istana Negara. “Biasanya mereka mempunyai prestasi yang sangat baik dan akan menjadi pemimpin masa depan,” kata seorang jurnalis senior Papua.

 

Waterpo menuturkan, dirinya diajak ke luar negeri saat usianya masih 7 tahun. Ia didampingi pamannya Johannes Sapaelovakan dan Faulina Berta Vatimena. Mereka berlayar ke Surabaya. Di kota inilah ia diperkenalkan dengan kehidupan, yang akhirnya membawanya menjadi seorang perwira tinggi polisi.

Paul Waterpo muda aktif dalam kegiatan remaja di gereja. Dari hobinya bermain bola voli dan kehidupan bergereja yang sibuk, berkembanglah interaksi sosial yang luas dan produktif.

“Saya sangat menikmati bernyanyi. Lagu favorit saya Susu Ibu. Itu karena saya sangat mencintai ibu saya. Beliau meninggal saat saya duduk di kelas dua akademi militer,” ujarnya.

Dia selalu ingat nasehat ibunya. Laki-laki harusnya kuat karena mereka adalah tulang punggung keluarga dan pelindung saudara-saudaranya.

“Itu bukan pemikiran misoginis, tapi mengajarkan tanggung jawab,” ujarnya.

Usai pensiun, ternyata banyak yang berharap Paulus Waterpauw bisa masuk ke pasar calon gubernur Papua. Saat ini, nama-nama lain yang masuk dalam putaran tersebut antara lain mantan Wali Kota Jayapura Benhur Tami Manu, mantan Ketua DPR Papua Yunus Wanda, mantan Raja Muda Jayapura Mathews Aviuto.

Younes Venda, salah satu tokoh agama di Papua, mengatakan Paulus Waterpaw cocok menjadi Gubernur Papua. Selain itu, ia memiliki pengalaman sebagai penjabat gubernur di Papua Barat.

“Dia paham betul dengan situasi di Papua, lebih baik dia jadi gubernur,” kata Yunus Wanda.

Menurut Yunus Wanda, sebagai warga asli Papua dan berdasarkan pengalamannya, situasi keamanan yang memanas di Papua bisa diredakan dan diatasi.

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Rakyat Papua Franklin Dumena membenarkan calon kepala daerah yang ikut serta dalam pemilu tersebut merupakan anak bangsa terbaik di Papua. Hal lain yang harus dicermati agar bisa maju sebagai kepala daerah di wilayah Papua adalah tatanan hukum otonomi khusus Papua yang mengatur secara jelas dan tegas hak-hak masyarakat asli Papua.

“Jika ada orang Papua yang memiliki kepemimpinan yang baik, bekerja dengan baik dan berkorban untuk masyarakat, maka mereka bisa menjadi gubernur Papua,” kata Franklin.

Anggota Komisi I DPR Papua Jonas Nosi mengatakan, jika ada warga Papua yang berani mencalonkan diri sebagai calon Cowboy, patut diacungi jempol.

“Di Provinsi Papua, siapa pun bisa lari sebagai mimpi buruk, baik dari utara maupun dari pegunungan,” ujarnya.

Paulos Waterpo belum mengumumkan posisinya mengenai masalah ini. Apakah dia mengikuti kompetisi atau tidak?

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *